Kehidupan Santri Di Penjara Suci

Kehidupan Santri Di Penjara Suci
Hubungan Spesial


__ADS_3

Keesokan paginya Nia sudah merasa lebih baik. Walaupun hidungnya pilek. Dia tetap berangkat sekolah meski sudah dilarang oleh Fatim.


"Kamu ngga usah berangkat dulu deh Nia. " larang Fatim


"Ntar sakit lagi. "


"Alhamdulillah aku sudah baikan kok. " ucap Nia


"Aku cuma pilek. "


"Tapi kalo nanti sakit lagi langsung pulang yah. " ucap Fatim


"Iya. " jawab Nia


Fatim akhirnya menyerah. Nia tetap berangkat sekolah karena tidak mau tertinggal pelajaran.


Sementara Faisal yang mendengar kabar sakitnya Nia dari Gus Anas langsung menunggunya didepan gerbang sekolah. Dia begitu khawatir. Setelah lama menunggu akhirnya Faisal melihat kedatangan Nia. Dan dia langsung mengikuti Nia hingga ke kelas.


"Kamu sakit dek? " tanya Faisal


"Ngga kok mas. Cuma demam karena mau pilek. " jawab Nia


"Sudah minum obat? " tanya Faisal


"Sudah. " jawab Nia


"Jangan bilang sama mba Iis kalau aku sakit ya mas. " pinta Nia


"Iya. " ucap Faisal


"Ya sudah sana masuk. "


"Iya. " angguk Nia


Setelah Nia masuk, Faisal pun pergi menuju kelasnya. Saat sampai kelas ia langsung diberondong pertanyaan oleh Iqbal.


"Kamu dari mana Sal? " tanya Iqbal yang didengar oleh Mita

__ADS_1


"Dari kelas Nia. " jawab Faisal sambil duduk dibangkunya


"Ngapain? " tanya Iqbal


"Nanyain keadaannya. Katanya dia kemarin sakit. " jawab Faisal


Tak lama kemudian Gus Anas datang dan langsung duduk di samping Faisal.


"Kamu berangkat sama siapa? " tanya Gus Anas


" Kok aku ditinggal. "


"Maaf Gus. Tadi saya berangkat pagian. soalnya saya khawatir sama Nia. " ucap Faisal


"Niatnya mau tanya sama Fatim. "


"Tapi Nianya malah sudah berangkat. "


"Memangnya sudah sembuh? " tanya Gus Anas


"Kelihatannya sih sudah. Cuma dia sekarang pilek. " ucap Faisal


" Perhatian amat Faisal sama Nia. "


"Jangan-jangan mereka punya hubungan spesial. " batin Mita


Bel tanda masuk berbunyi. Semua siswa masuk ke kelas masing-masing. Seperti biasa mereka akan menghafalkan Asmaul Husna. Setelah selesai mereka pun memulai pelajaran.


Saat pergantian pelajaran, Nia ijin pergi ke kamar mandi. Disaat yang sama pula Mita juga berada di kamar mandi.


Disaat Nia masuk ke salah satu kamar mandi, tiba-tiba dia dikunci dari luar


"Astagfirullah...." ucap Nia


"Siapa yang di luar? "


"Tolong buka pintunya. "

__ADS_1


"Buka saja sendiri kalau bisa. " ucap Mita


"Siapa yang diluar. Tolong jangan bercanda. " ucap Nia


"Sudah yuk. Buruan pergi. "


"Mumpung ngga ada orang. " ucap Mita pada temannya


"Tapi..... kasihan. " ucap teman Mita


"Biarkan saja. " ucap Mita


"Sok cantik sih. "


Nia pun bingung harus apa. Karena pasti guru sudah masuk ke kelas.Lama kelamaan Nia mulai merasa lemas karena kedinginan.


Sedangkan Fatim mulai gelisah. Karena sedari tadi Nia belum juga kembali. Sedangkan pak guru sudah masuk dan mulai menjelaskan pelajaran.


Karena tak kunjung kembali, akhirnya Fatim memutuskan untuk menyusul Nia. Saat sampai di kamar mandi Fatim terkejut karena Nia pingsan kedinginan .


"Astagfirullah.... Nia bangun. " ucap Fatim menepuk pipi Nia


"Ya Allah. Kenapa bisa begini. "


Saat Fatim hendak memanggil beberapa siswi, Gus Anas lewat bersama Iqbal. Dan tanpa pikir panjang, Fatim meminta tolong pada Gus Anas.


"Gus Anas, kang Iqbal. " panggil Fatim


"Ada apa Tim? " tanya Gus Anas


"Tolongin Nia Gus. " ucap Fatim


"Dia pingsan. "


"Dimana dia? " tanya Gus Anas


"Di kamar mandi Gus. " jawab Fatim

__ADS_1


Gus Anas pun langsung menggendong Nia dan membawanya ke UKS.


Mohon dukungannya teman-teman. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun


__ADS_2