Kehidupan Santri Di Penjara Suci

Kehidupan Santri Di Penjara Suci
meminta restu


__ADS_3

Hari pun terus berganti. Tak terasa Faisal dan Gus Anas tinggal menghitung hari menyelesaikan masa PKLnya.


Selama masa PKL mereka, dikenal ramah pada konsumen. Mereka juga sering membantu pekerjaan sesama karyawan yang lain tanpa diminta. Sehingga membuat teman karyawan yang lain juga merasa senang dengan mereka. Hingga mereka mendapat kejutan sebelum berpisah. Mereka mengadakan acara kecil-kecilan .


Mereka sepakat mengadakan acara makan bersama di warung bakso "Mang Slamet" . Tak lupa Faisal mengajak Iis untuk ikut.


"Assalamualaikum. " ucap Faisal


"Waalaikum salam. " jawab Iis


"Ada apa Sal? "


"Kamu lagi ngapain? " tanya Faisal


"Ngga ngapa-ngapain. " jawab Iis


"Memang kenapa? "


"Nanti malam kamu ngaji ngga? " tanya Faisal


"Ngga. Aku lagi libur. " jawab Iis


"Nanti malam aku jemput kamu ya. " ucap Faisal


"Kamu jangan lupa ijin dulu sama bapak. "


"Memang mau kemana? " tanya Iis


"Teman-teman mau ada acara makan bersama sebelum aku sama Gus Anas balik ke pesantren. " jawab Faisal


"Sekalian aku ajak kamu juga. "


"Oh. Ya sudah nanti aku ijin sama bapak. Nanti kalo boleh aku WA kamu. " ucap Iis


"Oke kalau begitu. " ucap Faisal


"sudah ya. Assalamualaikum. "


"Waalaikum salam. " jawab Iis


* * * * *


"Mba Nia, seperti ini bukan? " tanya Ning Zahra


"Nggih Ning. " jawab Nia


"Tapi ini kurang matang Ning. "


"Tunggu sebentar lagi. "


Ya, Ning Zahra kini tengah belajar membuat kue bersama Nia. Ia sedang di rumah karena beberapa bulan lagi di pesantren tempat ia menimba ilmu akan ada acara besar. Yakni Haflah Haul Khotmil Qur'an Wal Kutub.


Ia meminta doa restu pada Abah dan Ummi agar ia bisa lolos seleksi. Ia sudah selesai mengkhatamkan Al-qur'an bin nadzri (melihat). Kini ia akan mengikuti seleksi agar ikut khataman.


Adapun syarat mengikuti khataman, ia harus menghafal Juz 'Amma, surah yaasin, surah Al-waqi'ah, surah Al-mulk, dan surah Ar-rahman.


Ia sudah menghafal semuanya. Ia hanya perlu mengulang-ulang agar tidak lupa.


"Mba Nia. " panggil Gus Daffa


"Dalem Gus. " jawab Nia

__ADS_1


"Mba buat kue apa? " tanya Gus Daffa


"Brownies dek. " jawab Nia


"Spesial buat adek kah? " tanya Gus Daffa


"Buat Mba Zahra lah. " ucap Ning Zahra meledek


"Ih. Kok gitu. " ucap Gus Daffa cemberut


"Iya. Itu spesial buat adek. " ucap Nia


"Tapi bukan dari mba Nia. "


"Terus dari siapa? " tanya Gus Daffa mulai bingung


"Dari Mba Zahra. " jawab Nia


"Benar mba? " tanya Gus Daffa pada Ning Zahra


Ning Zahra pun menganggukkan kepalanya. Dan dibalas pelukan oleh Gus Daffa. Dengan hati riang Gus Daffa pergi ke Ndalem untuk memberi tahukan pada Abah dan Ummi. Ning Zahra dan Nia pun tertawa pelan melihat tingkah Gus Daffa.


* * * * *


Di rumah Faisal


Mba Meli heran melihat Faisal dan Gus Anas yang tampak rapih. Pasalnya mereka tak pernah seperti itu. Karena penasaran ia pun akhirnya bertanya.


"Rapih amat Sal. " ucap Mba Meli


"Mau kemana? " tanyanya


Melihat kakaknya bingung Faisal pun menjelaskannya. Mengingat esok adalah hari terakhir mereka menjadi karyawan di minimarket.


Ia juga memberi tahu bahwa mereka akan makan bakso di warung bakso "Mang Slamet". Mba Meli yang sedang Nyidam pun merasa ingin ikut makan bakso. Karena memang bakso mang slamet sudah terkenal enaknya.


Akhirnya Mba Meli juga ikut ke warung bakso mang slamet dengan Mas Rudi suaminya. Tapi mereka berangkat terlebih dahulu, karena bumil sudah tidak sabar menunggu Faisal.


Di tempat lain, Iis kini pun tengah memakai jilbabnya. Ia sudah meminta ijin pada bapaknya, kalau malam ini Faisal mengajak keluar.


Sebenarnya ia lebih nyaman pergi diantar sofyan. Namun kali ini sepupunya itu sedang ada acara bersama dengan teman-teman group hadrohnya. Akhirnya ia pun harus menunggu Faisal menjemputnya.


"Nanti pulangnya jangan kemalaman ya. " ucap Mama


"Iya Ma. " jawab Iis


"Memang ada acara apa sih? " tanya Bapak


"Teman-teman Fai ngadain acara makan bersama, sebelum Fai sama Gus Anas selesai PKL pak. " jawab Iis


"Bisa dibilang acara perpisahan. "


"Oh. " ucap Bapak


Tak lama kemudian Faisal pun datang bersama Gus Anas. Mereka bergegas pergi karena salah satu temannya sudah mengabari, bahwa teman-teman sudah kumpul. Tinggal menunggu mereka berdua.


"Ngga mampir dulu sal? " tanya Mama


"Mboten (tidak) Ma. " jawab Faisal sopan


"Sampun dientosi rencange. "

__ADS_1


"Sudah ditunggu teman. "


Iis pun pergi setelah mencium punggung tangan Bapak dan Mama. Ia langsung naik ke motor Faisal. sedangkan Gus Anas membawa motornya sendiri.


* * * * *


Di warung bakso Mang Slamet


"Masih lama Mas Afif? " tanya Sinta


"Lagi di jalan. " jawab Mas Afif


Mba Meli yang kenal dengan Afif langsung menghampirinya. Dan berbincang sebentar. Ia juga mengatakan bahwa Faisal sedang menjemput seseorang yang spesial.


Di meja seberang terlihat ada meja kosong. Mba Meli pun segera menyantap baksonya yang sudah terhidang di meja. Terlihat ia sangat menikmati setiap potongan bakso yang masuk ke mulutnya. Terlihat pula keringatnya yang mulai keluar dikeningnya.


Mas Rudi yang melihatnya langsung mengambil tissue dan mengelapnya. Ia begitu senang melihat istrinya yang lahap memakannya mengingat istrinya itu mabok parah di awal kehamilannya. Ia juga ngeri melihat mangkuk baksonya. Pasalnya Mba Meli menambahkan banyak sambal yang menurutnya itu sangat pedas.


"Pedas dek? " tanya Mas Rudi


"Ganti saja ya dengan yang ini. " ucapnya hendak mengganti bakso Mba Meli


Namun dengan cepat Mba Meli menolaknya. Ia bahkan merasa itu kurang pedas. Mas Rudi pun akhirnya mengalah. Membiarkan istrinya itu dari pada ia harus didiamkan istrinya saat ngambek.


Setelah ditunggu-tunggu akhirnya Faisal, Gus Anas dan Iis pun sampai. Mereka langsung duduk setelah menemukan keberadaan teman-temannya. Faisal juga mengenalkan Iis pada temannya.


Saat Mas Afif memesan bakso, Iis melihat Mba Meli yang telah selesai memakan baksonya. Ia lantas menghampirinya.


"Mba Meli lagi mbakso juga? " tanya Iis


"Eh Iis. " ucap Mba Meli kaget


"Kamu disini? " tanya Mba Meli


"Iya Mba. " ucap Iis


"Diajak Fai. "


"Mba lagi pengin makan bakso di sini. "


"Tadi mau bareng Faisal tapi lama. "


"Jadi mba duluan. "


"Oh. Begitu. " ucap Iis


Setelah sadar disamping Mba Meli ada seseorang, dia pun bertanya pada Mba Meli dan langsung berkenalan saat ia tahu bahwa itu adalah suami Mba Meli.Teman Faisal yang melihat Iis begitu akrab dengan Mba Meli menggoda Faisal .


Iis pun beranjak pergi ke meja dimana Faisal berada saat dirinya dipanggil. Mba Meli juga hendak pulang setelah ia mendapatkan bungkusan bakso yang dipesan untuk ibunya di rumah.


"Sal nanti jangan pulang malam-malam. " ucap Mba Meli


"Ingat! kamu bawa anak gadis orang. "


"Iya Mba. " ucap Faisal


"Mba Mau pulang sekarang? "


"Iya. "


Mba Meli pun pulang setelah ia berpamitan dengan teman-teman Faisal.

__ADS_1


__ADS_2