
Gus Anas yang hendak membuka pintu pun kembali menghampiri Ning zahra. Dia mencubit hidung Ning Zahra gemas. Gus Anas lalu berlari keluar saat Ning zahra akan mengejarnya.
Abah dan Ummi hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan putra putrinya. Ning Zahra pun kembali masuk karena tak berhasil mengejar kakaknya.
Gus Anas pun pergi menuju dapur dimana Gus Daffa berada saat ini. Saat sampai dapur Ia melihat Nia sedang menyuapi Gus Daffa kue brownies.
"Nia.Aku anter kue ini buat pengurus sekalian mau ke kamar. " ucap Fatim sambil membawa sepiring kue
"Iya. Makasih ya sudah ikut bantuin." ucap Nia
"Jangan lupa punya kamu dibawa juga. "
"Iya. " ucap Fatim
Saat hendak keluar Fatim melihat Gus Anas sedang diambang pintu hendak masuk. Dia pun langsung mengangguk paham saat Gus Anas memberi kode agar tidak memberitahukan keberadaan Gus Anas.
"Enak dek? " tanya Nia pada Gus Daffa
"Enak mba. " jawab Gus Daffa
"Mau lagi? " tanya Nia
Gus Daffa hanya mengangguk. Nia pun menyuapi lagi. Karena pipi Gus Daffa belepotan Nia pun mengelap pipi Gus Daffa.
"Curang nih Adek. Masa Mas Anas ngga dikasih yang spesial." gurau Gus Anas
"Minta dong. "
"Ngga boleh. " ucap Gus Daffa
"Yang ini cuma buat adek. Mas kan sudah dikasih tadi di ndalem. "
"Kan rasanya beda dek. " ucap Gus Anas
"Ngga boleh. " ucap Gus Daffa sambil memegang piring kuenya
__ADS_1
"Ya sudah. Besok Mas mau minta sama Ummu yang spesial. Adek ngga boleh minta. " ucap Gus Anas sambil berlalu pergi
"Adek. lain kali kalo adek punya makanan terus ada yang minta dikasih yah. " ucap Nia
"Memang kenapa mba? " tanya Gus Daffa
"Biar apa coba? " tanya Nia
"Ngga tahu. " ucap Gus Daffa
"Nanti coba tanya sama Abah yah. " ucap Nia
Gus Daffa pun mengangguk.
"Mau lagi ngga? " tanya Nia
Gus Daffa menggeleng tanda sudah kenyang. Nia pun mengajak Gus Daffa untuk ke ndalem menyimpan kue itu di lemari pendingin.
Tok tok tok
"Waalaikum salam. " jawab Ummi
"Duh yang dapat spesial. " gurau Abah
"Abah dikasih ngga? "
"Boleh. " ucap Gus Daffa
"Tapi tinggal sisa Bah. "
"Ya sudah buat Adek saja. " ucap Abah
" Abah? " tanya Gus Daffa
"Ini kan masih banyak." ucap Abah sambil menunjukkan beberapa piring kue
__ADS_1
"Kalau begitu punya Daffa disimpan saja di lemari pendingin. Jangan di makan ya. " ucap Gus Daffa
"Iya. " ucap Abah
"Mba Nia makasih ya. "
"Kuenya enak. "
"Besok kalo ngga sibuk ajarin Zahra bikin ya mba." ucap Ning Zahra
"Nggih Ning. " ucap Nia
"Kalau begitu saya permisi dulu Ummi. "
"Assalamualaikum... "
"Waalaikum salam... " jawab Ummi
Nia pun pergi ke kamar setelah mengambil sisa kue yang dia simpan didapur. Setelah sampai dikamar ia langsung memberikan kue itu pada teman-teman kamarnya.
"Ada acara apa Nia? Kok bikin kue? " tanya Dila
"Ngga ada apa-apa kok mba. "
"Tadi bikin kue buat Gus Daffa. Terus Ummi minta bikinin buat Ning Zahra sekalian. " jawab Nia
"Oh." angguk Dila
"Mba aku mau tidur sebentar ya. Capek. Nanti kalo adzan zduhur bangunin yah. " pinta Nia
"Ya sudah. Kamu tidur saja. "
"Nanti mba bangunin. " ucap Dila
Mohon doanya teman-teman. semoga bapak saya lekas sembuh.
__ADS_1
Mohon dukungan juga. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.