
Hai hai hai
Apa kabar semua? mohon maaf sekali dari kemarin ngga up. Musim panen belum kelar jadi ngga bisa up. Ditambah si AA sekolah jadi ngga fokus buat ngetik. Sekali lagi mohon maaf ya.
Happy reading
* * * * *
Beberapa hari pun berlalu. Gus Anas dan Faisal kini sudah mulai melakukan tugasnya sebagai karyawan minimarket.
Setelah kejadian di pasar malam, Nia dan Gus Anas semakin akrab. Mereka selalu berkirim pesan dan terkadang juga video call. Seperti halnya malam ini.Nia berpamitan besok akan berangkat ke pesantren karena ia sudah sehat. Dan ia juga sudah tertinggal banyak pelajaran.
* * * * *
Di pesantren kini para santri sedang takror. Fatim duduk diam sendiri di pojok ruangan. Ia sedang tidak fokus untuk belajar. Ia sedang memikirkan ucapan Iqbal tempo hari. Ingin rasanya ia berbagi cerita. Namun tak ada yang bisa memberi solusi untuk masalahnya.
"Coba kalau Nia sudah sembuh, pasti aku ada teman curhat. " Batin Fatim
Di ndalem Abah dan Ummi sedang menonton Tv bersama. Gus Daffa sendiri kini tengah di berada di asrama putri. Ia sedang bermain dengan mba pengurus.
"Daffa di mana Mi? " tanya Abah
"Di asrama putri Bah. " jawab Ummi
"Tadi di ajak sama mba Dila. "
"Besok jadi kan Mi, nengok Zahra? " tanya Abah
"Jadi dong Bah. " ucap Ummi
"Tadi si Zahra telfon. Besok kita harus kesana. Kalau ngga nanti dia ngambek. " lanjutnya
"Mau berangkat pagi apa siang? " tanya Abah
"Habis jum'atan saja Bah. " jawab Ummi
"Soalnya Ummi belum belanja jajan buat zahra. "
"Oh ya sudah kalau begitu. "
__ADS_1
* * * * *
"Dek, bobo yuk sudah malam. " ucap Dila
"Nanti dulu mba ini belum selesai. " ucap Gus Daffa tanpa menolehkan pandangannya
"Katanya besok mau nderek (ikut) Ummi tengok mba Zahra. " ucap Dila mengingatkan
"Nanti kalau bangun siang ditilar (ditinggal) loh. "lanjutnya
"Oh iya. daffa hampir lupa. " ucap Gus Daffa sambil duduk
"Untung mba Dila ngomong. "
"Yuk beresin dulu mainannya. " ajak Dila
Gus Daffa pun merapihkan kembali mainannya. Setelah itu ia diantar Dila ke ndalem.
Setelah sampai Dila kembali ke kamarnya. Ia tadi sudah ijin tidak ikut takror karena menemani Gus Daffa. Mau ikut takror juga percuma. Karena sebentar lagi selesai.
* * * * *
"Assalamualaikum. "
"Waalaikum salam. " balas Iis
"Lagi Ngapain Is? "
"Lagi baca buku. " balasnya
"Besok Nia mau berangkat Is? "
"Iya. " balas Iis
"Dia takut kehilangan pelajaran. "
"Oh begitu. "
"Kok kamu tahu? " tanya Iis
__ADS_1
"Tadi Gus Anas kasih tahu. "
"Nia lagi apa? "
"kayaknya lagi packing deh. " balas Iis
"Aku sama Gus Daffa mau main kesitu boleh ngga? "
"Gus Anas mau titip katanya. "
"Boleh. " balas Iis
"Memang mau nitip apaan? "
"Ngga tahu. "
"Katanya buat Ning Zahra. "
"Ya sudah aku kesitu sekarang, biar ngga kemalaman. "
"Iya. " balas Iis
Setelah selesai membalas pesan Faisal, Iis beranjak pergi ke kamar Nia. Saat sampai di depan kamar Nia, ia melihat adiknya telah selesai berkemas. Tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk ke kamar Nia.
"Sudah selesai nduk? " tanya Iis
Nia pun menoleh dan tersenyum. Ia mengangguk menjawab pertanyaan kakaknya. Ia pun menyimpan barang yang akan dibawanya di meja.
"Gus Anas sama Faisal mau main. " ucap Iis memberi tahu
"Mau ngapain mba? " tanya Nia
"Katanya mau nitip barang buat Ning Zahra. " jawab Iis
Tiba-tiba terdengar suara klakson di depan rumah. Bapak yang sedang duduk di ruang tamu pun berdiri melihat siapa yang datang.
Mohon dukungannya kakak. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Di tunggu juga kritik saran yang membangun.
Salam Mommy duo HM
__ADS_1