Kehidupan Santri Di Penjara Suci

Kehidupan Santri Di Penjara Suci
Bertamu


__ADS_3

Selang beberapa hari keadaan Nia mulai membaik. Kini ia mulai membantu pekerjaan rumah yang ringan. Iis sudah melarangnya namun Nia tetap keukeuh melakukannya.


Saat Nia menyapu teras tiba-tiba datang sebuah mobil dan parkir di halaman rumahnya. Seketika itu Nia berhenti menyapu saat beberapa orang turun dari mobil itu. Dia begitu terkejut. Karena yang turun adalah Abah dan Ummi. Beserta Gus Anas, Faisal dan Kang Lihin. Dan ada Dila yang menggendong Gus Daffa yang tertidur.


Nia lalu bergegas menghampiri Ummi dan mencium punggung tangannya. Lalu mempersilahkan mereka masuk.


"Monggo masuk Abah Ummi. " ucap Nia


"Mba Dila bawa Gus Daffa ke kamar yuk. "


"Kamu sudah sehat Nia? " tanya Ummi


"Alhamdulillah Ummi. Sekarang lebih baik. " jawab Nia


Abah dan Ummi nampak merasa nyaman. Rumah Nia tidak terlalu besar namun asri dan sejuk karena banyak pohon. Di teras depan terdapat empat buah kursi dan meja yang ditata melingkar.


Dila keluar setelah membaringkan Gus Daffa di kamar Nia. Dila menghampiri Nia yang sedang membuat minuman di dapur.


"Bapak sama Ibu kamu dimana Nia? " tanya Dila


"Bapak tadi di rumah Mang Yaya. Kalau Ibu tadi ke warung beli telur. "


"Kalau Iis? " tanya Dila lagi


"Di belakang mba. " jawab Nia


"Lagi jemur baju. "


Setelah minuman siap Nia dan Dila membawanya ke ruang tamu di mana Abah dan Ummi berada. Nia juga membawa beberapa cemilan dan buah.


Iis masuk ke rumah setelah selesai menjemur baju. Ia terkejut melihat Dila.

__ADS_1


"Mba Dila. " panggil Iis


"Mba sedang pulang kah? "


"Ngga Is. " Jawab Dila


"Mau nganter Gus Anas PKL. "


"Sekalian jenguk Nia. Gus Daffa minta ke sini."


"Oh. " angguk Iis


"Ada mas Fai juga loh mba. " goda Nia


"Apaan sih Nia. " ucap Iis sambil mencubit Nia


"Aduh.... sakit mba. " Nia kesakitan


"Kayaknya mba ketinggalan informasi nih. " Dila ikut menggoda


Karena malu, Iis pun menghindar pergi ke kamarnya.


Di depan rumah Ibu Nia terkejut saat mendapati rumahnya kedatangan tamu. Apalagi tamu itu Abah pemilik pesantren dimana nia menimba ilmu.


"Assalamualaikum. " salam Ibu Nia


"Waalaikum salam. " jawab Abah dan Ummi bersamaan


Ibu Nia pun langsung menghampiri Ummi lalu menyalami tangannya.


"Sehat Mi? " tanya Ibu Nia

__ADS_1


"Alhamdulillah sehat. " jawab Ummi


Obrolan mereka terhenti saat mendengar tangisan Gus Daffa. Dila langsung menuju kamar Nia. Dia langsung menggendong Gus Daffa keluar.


"Mba Dila kita di mana? " tanya Gus Daffa


"Di rumah mba Nia dek. " jawab Dila


"Beneran mba? " tanya Gus Daffa


"Iya. " jawab Dila


"Itu Mba Nia. " ucapnya menunjuk Nia


"Mba Nia. " panggil Gus Daffa


Gus Daffa meminta turun dari gendongan lalu berlari ke arah Nia. Nia merentangkan tangannya dan memeluk Gus Daffa. Menciumi pipi gembulnya.


Mereka yang melihat kejadian itu tersenyum senang. Terlebih Ummi. Karena ia tahu kalau Gus Daffa tidak terlalu dekat dengan mba-mba di pesantren. Gus Daffa akan dekat dengan mba-mba khodam dan pengurus saja.


Nia pun duduk seraya memangku Gus Daffa. Dan mengambilkan buah untuknya. Faisal yang duduk disebelahnya berbisik bertanya Iis. Nia pun berdiri lalu berjalan menuju kamar kakaknya.


"Mba Iis dicari sama Mas Fai. " ucap Nia


"Mba Ngga mau ngobrol sama Mas Fai? "


"Sebentar lagi dia pergi loh dan kemungkinan ngga main lagi. "


"Nanti dulu sebentar. " ucap Iis


Iis yang selesai mandi dan berpakaian langsung memakai kerudung. Tak lupa ia memakai tuspin pemberian Faisal waktu itu.

__ADS_1


Mohon dukungannya kakak. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.


__ADS_2