Kehidupan Santri Di Penjara Suci

Kehidupan Santri Di Penjara Suci
Bu Aini


__ADS_3

Di perjalanan Nia selalu tersenyum. Ia merasa begitu senang, karena sebentar lagi akan sampai pesantren. Ia teramat sangat rindu kegiatan di pesantren.


"Lagi senang ya mba? " tanya wanita yang duduk di sebelahnya


"Nggih Bu. " jawab Nia


"Memang mau kemana mba? " tanya wanita itu lagi


"Ke pesantren bu. " jawabnya


"Kalau ibu? "


"Oh. Pantes bawaannya pake kardus. " ucap wanita itu


"Ibu juga mau ke pesantren. Nengok anak. "


"Oh. Sudah jadi ciri khasnya bu jadi anak pesantren " ucap Nia


"Iya. " ucap wanita itu


"Ngomong-ngomong kamu mondok di mana mba? " tanyanya


"Al-Anwar bu. " jawab Nia


"Wah kebetulan sekali yah. " ucap wanita itu


"Anak saya juga mondok di sana. "


"Oh ya? " tanya Nia


"Iya. Dia baru 3 tahunan. " ucap wanita itu


"Sekarang kelas berapa? " tanya Nia lagi


"Kelas 1 MA. " jawabnya


"Berarti satu angkatan dong bu sama saya. " ucap Nia


"Namanya siapa? "


"Siti Fatimah. " jawabnya


"Oh Fatim maksudnya? " ucap Nia


"Kalau Fatim saya akrab bu. "

__ADS_1


"Oh ya? " ucap wanita itu


Nia terus berbincang dengan Bu Aini yang ternyata adalah ibu Fatim. Hingga tak terasa mereka sudah sampai di terminal. Mereka kemudian turun dari bis berganti ke mobil angkutan. Mereka berbincang layaknya ibu dan anak.


Setelah lama menunggu akhirnya angkutan itu berjalan mengantarkan Nia dan Bu Aini ke pesantren sambil mencari penumpang.


* * * * *


"Ngalamun Gus? " ucap Faisal menyadarkan Gus Anas


"Eh. Ngga kok. " jawab Gus Anas


"Kok dari tadi diam terus. " ucap Faisal


"Lagi mikirin Nia ya? "


"Ngga. Lagi kangen saja sama Ummi. " elak Gus Anas


"Sal. " panggil seorang karyawan


"Bantuin ambil barang di gudang yuk. "


"Ya Mas. " ucapnya


"Gus saya ke gudang dulu ya bantu mas Afif. " ucapnya pada Gus Anas


Sedangkan Faisal kini sedang berada di gudang mengambil beberapa stok barang yang diperlukan.


* * * * *


"Assalamualaikum. " ucap Nia


"Waalaikum salam. " jawab Ummi


"Eh mba Nia. Sudah sembuh? " tanyanya


"Sampun Mi. " jawab Nia sambil mencium punggung tangan Ummi


"Ummi sehat? "


"Alhamdulillah sehat. "


"Niki (ini) Mi. " ucap Nia sambil memberikan sebuah benda


"Titipan dari Gus Anas buat Ning Zahra. "

__ADS_1


"Terima kasih ya mba. "


"Anas main ya? "


"Nggih Mi. "


Flash back on


Malam sebelum keberangkatan Nia ke pesantren, Faisal dan Gus Anas bertamu kerumahnya.


"Assalamualaikum. " ucap Gus Anas


"Waalaikum salam. " jawab Bapak Nia


"Nia ada Pak? " tanya Gus Anas


"Ada Gus. " jawab Bapak


"Monggo masuk. "


Bapak pun pergi ke kamar Nia dan mengatakan ada Gus Anas dan Faisal. Dan menyuruhnya membuat minuman


Mereka pun masuk dan duduk ketika Bapak Nia duduk. Mereka berbincang sebentar sebelum Bapak Nia beranjak berdiri pergi ke masjid.


"Bapak ke masjud dulu ya. Mau sekalian rutinan malam jum'at. " ucap Bapak


"Nggih pak. " jawab Faisal dan Gus Anas


Tak lama kemudian Nia keluar bersama Iis sambil membawa minuman dan cemilan. kemudian mereka duduk dan berbincang sebentar.


"Saya nitip ini ya. " ucap Gus Anas sambil menyerahkan sebuah paper bag


"Buat Zahra. "


"Nggih Gus. " ucap Nia


"Minumnya Gus, Sal. " ucap Iis sambil menyodorkan minuman


Flash back off


* * * * *


Fatim kini tengah berbincang dengan ibunya di kantor. Tak berapa lama kemudian Nia datang dan ikut bergabung.


Mereka berbincang lama. Hingga akhirnya Bu Aini pamit pulang. Ia sudah merasa cukup setelah melihat keadaan anaknya.

__ADS_1


Mohon dukungannya kakak. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf juga bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.


Salam Mommy duo HM


__ADS_2