Kehidupan Santri Di Penjara Suci

Kehidupan Santri Di Penjara Suci
Ngupati


__ADS_3

Setelah mendapat kabar dari Umminya, Gus Anas langsung berkemas. Ia juga berpamitan pada Faisal dan keluarganya. Faisal hendak ikut, namun dicegah oleh Gus Anas. Karena acara "Ngupati" akan diadakan nanti malam.


Gus Anas pulang setelah ia berpamitan. Ia juga meminta maaf, bila selama ini ia tinggal disana membuat repot.


Ibu Faisal yang mendengarnya tak senang. Ia menganggap Gus Anas layaknya anak sendiri. Jadi bagaimana mungkin ia merasa direpotkan.


Sementara itu di pesantren, Nia, Dila dan Fatim tengah membuat kue untuk teman-teman Ning Zahra. Meskipun sekarang Ning Zahra mengaji di pesantren lain, tetapi teman-teman Ning Zahra sering bermain. Bahkan ada pula yang mondok di sini.


Setelah hampir satu jam, akhirnya beberapa loyang kue pun matang. Semenjak Gus Daffa sering dibuatkan kue oleh Nia, sekarang Ummi juga sering minta dibuatkan. Bahkan bisa membedakan mana yang buatan Nia dan bukan. Rasanya berbeda menurutnya.


Setelah dingin, Nia memotong kue menjadi beberapa bagian. Setelah selesai kue itupun dibawa ke Ndalem. Dan disaat yang bersamaan pula Gus Anas baru sampai.Ia bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Dia beristirahat sejenak untuk menghilangkan penat setelah hampir satu jam ia naik motor. Setelah hilang penatnya, ia menemui keluarganya di ruang tamu. Ia duduk diantara Abah dan Ummi.


Ummi pun keluar sebentar mencari Dila untuk membuat teh dan mengambil kue yang sengaja disisihkan tadi sore. Setelah itu beliau pun masuk ke Ndalem.


"Zahra sakit apa Bah? " tanya Gus Anas


"Tanya Ummi tuh yang paham. " ucap Abah


"Nyeri datang bulan. " jawab Ummi


"Ditambah lagi asam lambung. "

__ADS_1


Saat sedang berbincang, Dila dan Erna masuk sambil membawa teh dan kue. Dan mereka langsung pergi setelah meletakkannya.


Gus Anas langsung mengambil sepotong kue dan memakannya. Dan menurutnya ada yang berbeda. Dari segi rasa, tekstur, dan tampilannya.


"Ummi coba buat kue baru Mi? " tanya Gus Anas


"Ngga. " jawab Ummi


"Itu semua buatan Nia. "


"Memang kenapa? " tanya Ummi


"Teksturnya lembut Mi. " jawab Gus Anas


"Ummi kamu juga sampai hafal mana kue buatan Nia dan mana yang bukan. " ucap Abah


"Betul Mi? " tanya Gus Anas


"Kok bisa paham? "


"Gimana ngga paham. Adik kamu tuh yang kecil selalu minta dibuatin terus. " ucap Abah


"Karena penasaran, Ummi ikut nyicip juga. "

__ADS_1


"Tapi rasanya benar-benar enakkan? " ucap Ummi


"Iya Mi. " ucap Gus Anas


Abah dan Ummi pun bertanya tentang kegiatan Gus Anas selama PKL. Gus Anas menceritakan semua kegiatannya. Baik saat di minimarket maupun di rumah Faisal.


Ia juga menceritakan keadaan anak-anak di kampung Faisal.Banyak anak seusianya di sana yang sudah mencari uang sendiri. Bahkan membantu orang tua membiayai sekolah sendiri. Sehingga memotivasi Gus Anas untuk belajar mandiri.


Ia juga memberi tahu, kalau malam ini di rumah Faisal sedang ada acara Ngupati. Dan kemungkinan Faisal akan kembali ke pesantren lusa.


* * * * *


Di rumah Faisal kini sedang berlangsung acara Ngupati Mba Meli. Beberapa tetangganya sudah berdatangan. Keluarga Mas Rudi juga ada yang datang, meskipun hanya beberapa.


Sebelum acara dimulai, mereka akan makan terlebih dahulu. Sambil menunggu Pak Kiyai rawuh (datang) . Setelah itu mereka duduk sambil bercengkerama.


Setelah Pak Kiyai rawuh, acara pun dimulai.


Ada beberapa orang yang sedang membaca surat At-Taubah dan selebihnya membaca tahlil.


Dibelakang, ada beberapa ibu-ibu yang tengah mencuci piring bekas makan. Ada pula yang sedang menata pacitan (semacam snack) dalam piring.


Setelah pembacaan surat At-Taubah dan tahlil selesai, mereka tak langsung bergegas pulang. mereka akan duduk sebentar sambil memakan pacitan. Dan setelah itu mereka akan dibagikan nasi berkat kepungan untuk keluarga di rumah. Dan acara pun selesai.

__ADS_1


__ADS_2