
Setelah sholat jum'at, Abah dan Ummi bersiap hendak pergi ke pesantren Ning Zahra. Seperti biasanya, Dila ikut untuk menjaga Gus Daffa.
Di perjalanan Gus Daffa selalu bertanya pada Abah tentang hal yang ingin dia ketahui. Dengan sabar Abah menjawab setiap pertanyaan Gus Daffa dan menjelaskannya bila Gus Daffa tidak faham. Hingga akhirnya Gus Daffa tertidur karena kelelahan.
Akhirnya mereka sampai di pesantren Ning Zahra saat jam menunjukkan pukul 13:40. Abah, Ummi, Kang Lihin dan Dila pun turun dari mobil.
Saat Dila hendak menggendong Gus Daffa yang tertidur, ia dicegah kang Lihin.
"Biar nanti tak gendong aku Dil. " cegah kang Lihin
"Mboten nopo-nopo kang. Teng kulo mawon. " ucap Dila
"Tidak apa-apa kang. Biar sama saya saja. "
"Abot (berat) loh Dil. " ucap Kang Lihin
"Kang Lihin kan habis nyupir. Pasti capek. " ucap Dila
Abah dan Ummi yang melihat mereka berdebat hanya tersenyum. Hingga akhirnya Gus Daffa terbangun. Dan memilih digendong oleh Kang Lihin.
Mereka pun masuk ke kantor dan meminta pengurus untuk memanggilkan Ning Zahra.
* * * * *
"Tadi ketemu mama ku di mana? " tanya Fatim
"Tadi ketemu di bis. " jawab Nia
"Gak sengaja tadi duduk sebelahan. "
"Terus saling tanya. "
Ya. Kini Nia dan Fatim tengah berbincang melepas rindu. Dan tentang rasa penasaran Fatim bagaimana Nia bisa bertemu dengan ibunya.
Fatim juga menceritakan bagaimana suasana sekolah saat Nia masih di rumah. Ia juga memberitahunya Mita yang di skors setelah pihak sekolah mengetahui bahwa Mita yang sudah mengunci Nia di kamar mandi.
__ADS_1
"Kamu ngga marah gitu sama Mita? " tanya Fatim
"Marah kenapa? " tanya Nia
"Lagian aku kan ngga ada masalah apa-apa sama dia. "
"Memang siapa yang laporin sih? "
"Katanya sih Gus Anas sama Faisal. " jawab Fatim
* * * * *
"Ko kuping ku panas ya? " ucap Faisal
"Kenapa Sal? " tanya Mas Afif
"Ngga kenapa-napa mas. " jawab Faisal
"Kuping saya cuma panas. "
Di minimarket tempat Faisal dan Gus Anas memang terdapat beberapa karyawan. Baik yang magang ataupun karyawan tetap. Ada Mas Afif di bagian gudang, Ika dan Sinta di bagian kasir, Rohman, Faiq, Faisal dan Gus Anas di bagian masing-masing.
* * * * *
Abah dan Ummi tersenyum saat melihat kedatangan Ning Zahra. Begitu juga dengan Ning Zahra. Ia begitu rindu pada Umminya. Mereka berbincang sebentar dan setelah itu Ummi memberikan jajan yang diinginkan dan titipan dari Gus Anas.
"Ini dari Mas Anas. " ucap Ummi
"Katanya kamu minta ini. "
"Iya Mi. " ucap Ning Zahra senang
"Memang Mas Anas pulang Mi? "
"Ngga. " jawab Ummi
__ADS_1
"Dititipkan sama mba Nia. "
Setelah memberikan jajan untuk Ning Zahra Abah mengajak Ummi ke ndalem Kiyai Anam selaku pengasuh pesantren yang merupakan teman Abah. Sedangkan Gus Daffa ditinggal di kantor bersama Ning Zahra, Kang Lihin dan Dila.
"Mba Zahra kapan pulang lagi? " tanya Gus Daffa
"Masih lama dek. " jawab Ning Zahra
"Mba kan baru pulang kemarin. "
"Memang kenapa? "
"Katanya Mba mau belajar bikin kue sama mba Nia. " ucap Gus Daffa
"Mba Nia sudah sembuh loh. "
"Besok lagi ah. " ucap Ning Zahra
"Kalau mba pulang pasti minta diajarin. "
"Nia juga baru datang tadi pagi Ning. " ucap Dila
Setelah beberapa saat Abah dan Ummi pun pamit pada Kiyai Anam. Mereka hendak pulang karena hari sudah sore. Kang Lihin, Dila dan Gus Daffa pun berjalan menuju mobil. Abah dan Kiyai Anam pun berpelukan saat Abah hendak masuk mobil.
"Saya titip Zahra Kiyai. Mohon dibimbing kalau dia salah. " ucap Abah
"Insyaallah Kiyai. " jawab Kiyai Anam
"Abah sama Ummi pulang dulu ya. " ucap Ummi pada Ning Zahra
"Nggih Mi. " jawab Ning Zahra sambil melepas pelukan Umminya
Mohon dukungannya kakak. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.
Salam Mommy duo HM
__ADS_1