Kehidupan Santri Di Penjara Suci

Kehidupan Santri Di Penjara Suci
Sowan Pulang


__ADS_3

Saat Iis dan Nia masuk Abah dan Bapak menoleh beraamaan. Abah pun tersenyum dan berdiri hendak pergi.


"Monggo pak.Saya pulang dulu. " ucap Abah


"Assalamualaikum. "


"Nggih Bah. " ucap Bapak


"Waalaikum salam. "


Nia pun mencium punggung tangan Bapaknya dan langsung memeluk. Sedang Bapak membalasnya seraya mengusap lembut kepala Nia yang berkerudung.


"Ko bisa sampai sakit nduk? " Tanya Bapak


"Keseringan makan pedes Pak. " jawab Nia tersenyum lemah


"Sudah makan? " tanya Bapak


"Sudah Pak. " jawab Nia


"Tadi disuapi mba Is. "


Mereka pun berbincang lama. Hingga tak ingat bahwa hari sudah siang. Nia ditawari oleh Iis untuk pulang. Agar ia lekas sembuh. Dan tentu saja Bapak juga menyarankan. Masalah ijin Bapak yang akan sowan pada Abah katanya. Nia yang bingung akhirnya meminta pendapat Dila.


"Bolehkah mba? " tanya Nia setelah menceritakan keinginan Bapaknya


"Tentu saja boleh. " jawab Dila


"Semoga lekas sembuh ya. "


"Makasih Ya Mba. " ucap Nia


Bapak kini tengah di ndalem hendak sowan meminta ijin untuk Nia. Abah yang sudah melihat kondisi nia juga mengijinkannya. Saat Bapak keluar selesai sowan Ummi bertanya tamu dari mana barusan.


"Tadi tamu dari mana Bah? " tanya Ummi

__ADS_1


"Bapaknya Nia. " jawab Abah


"Nia mau dibawa pulang. "


"Biar ada yang merawatnya. "


"Oh.... " ucap Ummi


Gus Anas yang mendengar obrolan Abah dan Ummi hanya bisa mendoakan semoga Nia lekas sembuh.


Dikantor Bapak sedang menunggu Nia yang sedang bersiap-siap. Beliau ditemani Faisal sedari tadi setelah sowan. Faisal Memang ada keperluan ke kantor pesantren putri. Tapi juga berkesempatan ngobrol dengan bapak dari gadis yang ia kagumi.


Gus Anas yang melihat Faisal sedang berada di kantor pesantren putri langsung pergi menemuinya. Ia memang sengaja ke kantor agar bisa melihat Nia dan mendoakan semoga Nia lekas sembuh.


"Assalamualaikum. " ucap Gus Anas


"Waalaikum salam. " jawab Faisal dan Bapak Nia


"Sehat Pak? " tanya Gus Anas seraya menghampiri Bapak Nia. Lalu mencium punggung tangannya


"Alhamdulillah. " ucap Bapak


"Alhamdulillah Pak. " jawab Gus Anas


"Sudah lama Sal? " tanyanya pada Faisal


"Lumayan Gus. " jawab Faisal


Obrolan mereka terhenti saat Nia dan Iis masuk ke kantor. Iis dan Nia menunduk tatkala melihat keberadaan Gus Anas.


"Wis (sudah) siap nduk? " tanya Bapak


"Sudah Pak. " jawab Iis


"Yuk. " ajak Bapak sambil berdiri dari duduknya

__ADS_1


"Semoga lekas sembuh Nia. " ucap Gus Anas saat Nia berjalan melewatinya


"Nggih Gus. " jawab Nia


"Monggo Gus, Sal. " ucap Bapak


Gus Anas dan Faisal mengangguk. Nia kini sudah naik motor diapit oleh Bapak dan kakaknya. Faisal dan Gus Anas melihat kepergian mereka hingga tak terlihat saat di persimpangan.


"Bakalan kangen nih. " ucap Faisal sambil melirik Gus Anas


Merasa sedang dibicarakan Gus Anas menoleh pada faisal.


"Siapa? " ucap Gus Anas


"Saya dong Gus. " ucap Faisal


"Lihat cuma sebentar, tapi cukuplah untuk jadi penawar rindu. "


"Hah? " Gus Anas melongo mendengar ucapan Faisal


"Kamu nyindir aku? "


"Nyindir? "


"Pasti njenengan pikir aku nyindir tentang Nia"


Faisal pun tertawa. Gus Anas merasa malu setelah Faisal mengetahui jalan pikirannya. Memang benar Kalau Gus Anas pasti akan merindukan Nia.


"Kenapa Gus? " tanya Faisal saat melihat Gus Anas menyembunyikan wajahnya karena malu


"Ngga apa-apa. " ucap Gus Anas


"Balik Gih. Sudah selesai kan urusannya. " usir Gus Anas tak mau digoda terus-terusan oleh Faisal


"Nggih Gus. " ucap Faisal

__ADS_1


Mohon dukungannya kakak. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.


Salam sayang Mommy duo HM


__ADS_2