
Setelah semua berkumpul di teras, mereka kini menikmati kue dan jambu yang dipetik tadi. Gus Daffa kini sedang menikmati kue buatan Nia tanpa mempedulikan siapa pun.
"Minta dong dek. " ucap Gus Anas
"Boleh tapi satu saja ya Mas. " ucap Gus Daffa
Gus Anas pun mengambil sepotong kue milik Gus Daffa.
"Jambunya ko sampai agak hitam-hitam begini." tanya Ummi
"Itu tandanya jambunya benar-benar matang Mi. " jawab Dila
"Dan sudah pasti rasanya manis. " lanjutnya
"Kalo yang masih merah? " tanya Ummi lagi
"Kalau yang merah belum terlalu matang. Rasanya asam. " jawab Dila lagi
"Dicoba Mi. " ucap Iis menyerahkan potongan jambu jamaika
Ummi menerima jambu itu lalu mencicipinya. Dan benar saja rasanya manis dengan daging buah yang tebal dan mengandung banyak air. Rasanya cocok untuk dibuat petis.
Setelah merasa agak lama bertandang ke rumah Nia, akhirnya Abah dan Ummi memutuskan untuk pulang. Dan tentu saja mengantarkan Gus Anas dan Faisal ke minimarket tempat mereka PKL.
Gus Daffa enggan pulang. karena ia masih ingin bersama Nia. Tapi dengan bujukan Gus Anas akhirnya Gus Daffa setuju.
Mereka pun pamit pada Ibu Nia. Dan mendoakan Nia semoga lekas sembuh. Nia, Iis dan Ibunya mengamini doa mereka.
Setelah kepergian Abah, rumah Nia terlihat lengang. Nia dan Iis merapihkan beberapa gelas kotor dan piring tempat kue.
"Nia. " panggil Ibu saat Nia meletakkan gelas kotor di dapur
"Ya Bu. " jawab Nia
__ADS_1
"Kok putra Abah yang kecil lengket sama kamu? " tanya Ibu
"seperti yang ngasuh gitu. "
"Ngga tahu Bu. " jawab Nia
"Nia juga heran. "
"Padahal kata mba Dila Gus Daffa tuh ngga begitu dekat sama mba-mba pondok kalau bukan khodam sama pengurus. "
"Mungkin karena kamu suka sama anak kecil kali nduk. " ucap Iis
"Mungkin. " ucap Nia
* * * * *
Di dalam mobil Gus Daffa selalu berbicara dan bertanya pada Gus Anas. Hingga Gus Anas lelah menjawabnya. Hal itu membuat Abah dan Ummi tersenyum.
"Kang Faisal. " panggil Ummi
"Njenengan kenal sama mbaknya Nia? " tanya Ummi
"Rencang (teman) waktu MTs Mi. " jawab Faisal
"Teman apa teman? " goda Gus Anas
"Lah ya memang teman ko Gus. " ucap Faisal
"Teman kok ngobrolnya menjauh. " ucap Ummi
"Di bawah pohon mangga. " lanjut Gus Anas
"Berdua lagi Mi. "
__ADS_1
Faisal pun terpojokan dengan pernyataan Gus Anas. Alhasil dia pun menjadi bahan gurauan di dalam mobil.
"Yang LDR-an kuat banget sih. " goda Kang Lihin
"Mba Dila sudah tahu? " tanya Ummi
"Baru tahu tadi Mi. " jawab Dila
"Saat Nia manggil Iis. "
"Kalau kamu Mas? " tanya Ummi pada Gus Anas
"Waktu kita mampir ke rumah Nia Mi. " jawab Gus Anas
"selepas pulang dari minimarket. "
"Sudah ah. " potong Abah
"Itu bukan tempatnya? " tunjuk Abah
"Nggih Bah. " jawab Faisal
Setelah sampai di minimarket mereka semua turun dari mobil. Gus Daffa melompat kegirangan. Teringat akan bujukan Masnya.
Mereka pun masuk dan menemui pemilik tempat itu. Kemudian mereka mengelilingi semua bagian minimarket dengan ditemani salah satu karyawan.
Setelah selesai berkeliling kini mereka hendak pamit pada pemilik minimarket. Saat hendak keluar Faisal tak sengaja menyenggol seorang pembeli. Alhasil belanjaannya pun terjatuh.
Faisal pun meminta maaf dan membantu mengambilkan belanjaan itu. Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat siapa yang ia senggol.
Kira-kira siapa yang Faisal senggol? penasaran kan? yuk bantu jawab di kolom komentar.
Ingat!!! Jangan lupa tekan jempolnya. karena tinggal klik. Gratis pula
__ADS_1
Salam Mommy duo HM