Kehidupan Santri Di Penjara Suci

Kehidupan Santri Di Penjara Suci
Bungkusan Kotak Kecil


__ADS_3

Faisal pun pergi setelah menerima bungkusan kotak kecil. Ia berjalan pelan menuju kantin sambil membawa kantong keresek titipan Iis.


Setelah Ia sampai,Faisal langsung duduk dibangku favoritnya. Yakni dipojok kantin. Entah mengapa ia suka tempat itu. Kemudian Ia memesan minuman kesukaannya.


Ia pun menunggu Nia datang sambil membaca buku. Tiba-tiba Iqbal datang mengagetkannya.


"Woi. "teriak Iqbal sambil menepuk punggung Faisal


"Astagfirullah.... " Faisal kaget hingga buku yang ia baca terpental keatas


"Kamu ngagetin saja. " ucapnya sambil menjitak kepala Iqbal


"Ampun dah. Ampun. " Ucap Iqbal sambil mengelus kepalanya yang sakit


"Dari mana saja kamu? " tanya Faisal


"Ditungguin juga dari tadi. "


"Tadi kelapangan. Main bola sebentar. " jawab Iqbal


"Aku mau beli minuman dulu. Haus. "


"Iya. " ucap Faisal


Iqbal pun berlalu pergi. Tak berapa lama kemudian bel istirahat berbunyi. Terlihat siswa berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing.


"Untung kesini sebelum bel bunyi. " ucap Iqbal setelah membeli minuman


"Memang kenapa? " tanya Faisal heran


"Antri tahu. " jawab Iqbal


Perbincangan mereka terhenti setelah melihat kedatangan Nia dan Fatim.


"Nia. " panggil Faisal sambil melambaikan tangan


Nia yang dipanggil pun menoleh dan berjalan ke arah Faisal.


"Sudah lama Mas Fai? " tanya Nia


"Lumayan. " ucap Faisal

__ADS_1


"Soalnya tadi ada jam pelajaran yang kosong." ucap Faisal


"Maaf yah. Jadi Menunggu lama. " ucap Nia merasa bersalah


"He he he. " Faisal tertawa


"Ko ketawa sih mas Fai? " tanya Nia heran


"Kamu lucu tau ngga. " ucap Faisal


"Lucu gimana maksudnya? " tanya Nia


"Kamu tuh mau saja dibohongi. " ucap Faisal


"Aku tuh sengaja nungguin kamu lama-lama. Dari pada direcokin sama Iqbal. "


"Ih.... Mas Fai kok gitu sih. " ucap Nia cemberut


"Nanti aku aduin sama mba Iis loh. "


"Loh.... Ya jangan atuh dek." ucap Faisal


"Nia, boleh pinjam temanmu sebentar ngga? " ucap Iqbal menyela


"Nia aku kekelas duluan ah. Aku sudah ngga haus lagi. " ucap Fatim jengkel


"Loh.... kok balik duluan? " ucap Iqbal


"Tunggu dulu Tim. Aku mau ngomong. " ucap Iqbal menyusul Fatim


"Ogah. Aku ngga mau. " Tolak Fatim terus berjalan


Setelah kepergian Fatim dan Iqbal, Faisal pun memberikan titipan Iis untuk Nia.


"Nih, pesanan kamu. " ucap Faisal sambil memberikan kantong keresek


"Makasih ya mas Fai. " ucap Nia senang


"Sama-sama dek. " jawab Faisal


"Terus ini apaan? " tanya Nia penasaran

__ADS_1


"Buka saja kalau penasaran. " uvap Faisal


"Aku buka ya. " ijin Nia


Faisal pun hanya mengangguk .


"Tuspin? " ucap Nia dengan mata yang berbinar


"Kamu suka? " tanya Faisal


"Iya mas. " jawab Nia sambil menganggukkan kepala


"Kalo yang itu bukan dari mbak mu. " ucap Faisal


"Bukan dari mba Iis? terus dari siapa? " tanya Nia


"Dari Gus Anas. " jawab Faisal


Nia pun merasa terkejut dengan ucapan Faisal. Dan ia juga menyangkalnya.


"Mas Fai pasti lagi bohongin aku lagi nih. " ucap Nia


"Ngga lucu ah Mas Fai"


"Siapa juga yang bohong? " ucap Faisal


"Kemarin dia yang beli sendiri."


"Dia juga nitip omongan. "


"Mau tau ngga? "


Nia yang kaget hanya diam mendengarkan saja.


"Dia bilang kuenya enak. Apalagi yang spesial lebih enak. " ucap Faisal


Nia pun langsung mendongakkan kepalanya karena dia lebih kaget akan ucapan Faisal. Dan dia pun kembali menunduk menyembunyikan wajahnya yang merona karena malu.


Dan tanpa mereka sadari, sedari tadi ada yang memperhatikan mereka. Dia pun tersenyum saat melihat gadis yang ia perhatikan menunduk malu.


Minta doanya teman-teman buat bapak saya. Semoga lekas diberi kesehatan.

__ADS_1


Mohon dukungannya ya. Jangan lupa tekan jempolnya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.


__ADS_2