
Hari pun berganti
Senin pagi merupakan hari yang padat aktivitas. Semua santri yang sekolah formal baik putra maupun putri sudah pasti akan bergegas berangkat sekolah agar tidak terlambat.
Nia yang sudah siap langsung turun kebawah sambil membawa sepatunya. Dia menunggu Fatim sambil memakai sepatunya.
Begitu pula dengan Gus Anas. Ia juga sudah siap untuk berangkat sekolah. Namun ia akan pergi ke asrama putra untuk menemui Faisal.
Dia berencana akan memberikan hadiah kecil yang ia beli kemarin dengan menitipkan.ya pada Faisal.
"Faisal sudah berangkat belum kang? " tanya Gus Anas pada kang Agus yang sedang duduk di depan komputer
"Belum Gus. " jawab kang Agus
"Sebentar saya panggilkan. "
"Ngga usah kang. " cegah Gus Anas
" Saya tunggu disini saja. "
"Nggih Gus. " ucap kang Agus kembali duduk
Tak lama kemudian, Faisal pun lewat di depan kantor. Gus Anas pun langsung memanggilnya dan mengajak berangkat bersama.
"Sal, nanti kamu mau ketemu sama Nia kan? " tanya Gus Anas
"Iya Gus. " jawab Faisal
"Ada apa Gus? "
"Nanti aku nitip yah. " ucap Gus Anas
"Nitip apa Gus? " tanya Faisal
"Yang kemarin itu loh. " ucap Gus Anas
__ADS_1
"Oh.... "
" Siap Gus. " ucap Faisal
Dipertengahan jalan Faisal berpapasan dengan Nia. Dan menyuruhnya untuk menemui dikantin saat istirahat.
"Assalamualaikum Nia. "
"Nanti seperti biasa ya. "
"Ke kantin. " ucap Faisal
"Waalaikum salam."
"Iya mas Fai. " ucap Nia
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Saat sudah sampai digedung sekolah, Mereka terpisah di persimpangan. Karena arah kelas mereka berlawanan.
Setelah mereka masuk kelas Fatim Dan Nia langsung duduk dibangku mereka. Fatim yang sedari tadi penasaran akhirnya pun bertanya.
"Ada hubungan apa sih sama kamu? " tanya Fatim
"Ngga ada hubungan apa-apa kok. " jawab Nia
"Atau jangan-jangan kamu sama kang Faisal.." ucap Fatim menggantung
"Apa coba? "
"Nanti kamu ikut aku saja ke kantin. "
"Biar tahu. " ucap Nia
"Males ah. "
"Nanti ketemu kang Iqbal lagi. " ucap Fatim
__ADS_1
Nia pun heran melihat Fatim yang begitu enggan bertemu Iqbal. Tak beberapa lama kemudian bel masuk berbunyi.
Terdengar semua siswa dari kelas 10,11 dan 12 menghafalkan Asmaul Husna. Yang sudah menjadi rutinitas sebelum kegiatan belajar mengajar. Setelah selesai mereka pun mulai belajar.
Dikelas lain. Tepatnya dikelas 12 A yang merupakan kelas Gus Anas, kelas itu sedang kosong. Karena guru yang bertugas sedang ada halangan.
"Jadi mau nitip Gus? " tanya Faisal
"Titip apa Sal? " tanya Iqbal kepo
"Titip minuman favorit. " jawab Gus Anas cepat
Faisal pun bingung dengan jawaban Gus Anas. Sedangkan Gus Anas langsung memberi kode dengan kedipan matanya. Faisal pun seketika paham maksudnya.
"Saya mau ke toilet dulu kalo begitu Gus. " pamit Faisal seraya berdiri
"Iya. " jawab Gus Anas
"Sal,aku langsung ke kantin ya. " ucap Iqbal
"Iya. Kamu tunggu aku disana saja. " ucap Faisal
Setelah Iqbal pergi ke kantin, Faisal pun kembali menghampiri Gus Anas.
"Nih. " ucap Gus Anas sambil menyerahkan bungkusan kotak kecil.
"Bilang sama Nia. Kuenya enak. Apalagi yang spesial. "
"Ok. " ucap Faisal
"Memang njenengan dikasih kue Gus sama Nia? "
"Ada deh. " ucap Gus Anas sambil berlalu pergi
Mohon doanya teman-teman untuk kesembuhan Bapak saya. Semog diangkat penyakitnya.
__ADS_1
Mohon dukungannya juga. Jangan lupa tekan jempolnya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun