Kehidupan Santri Di Penjara Suci

Kehidupan Santri Di Penjara Suci
Pemeriksaan


__ADS_3

Keesokan harinya suhu tubuh Nia naik. Dila pun memutuskan untuk memeriksakan Nia. Sebelum berangkat Dila pamit terlebih dahulu pada Abah dan Ummi.


Disaat hendak berangkat Gus Daffa merengek minta ikut. Tapi dengan bujukan Gus Anas akhirnya Gus Daffa berhenti menangis.


"Daffa ikut mba Dila. "ucap Gus Daffa


Dila bingung harus menolak bagaimana. Karena kalau langsung dilarang past Gus Daffa menangis. Hingga ia mengatakan kalau Gus Daffa harus ijin dulu pada Umminya.


Beruntung Gus Anas datang dan membujuknya saat Gus Daffa menangis karena tidak diijinkan oleh Umminya.


Mereka berangkat sekitar pukul 07:00 dengan di antar kang Lihin supir Abah.


Setelah Sampai di klinik, Dila langsung mendaftar. Dan mendapat nomor antrian 15. Nia yang merasa lemas hanya memejamkan matanya.


"Kamu mau makan Nia? " tanya Dila


"kemarin kamu makan sedikit loh. "


Nia hanya menggelengkan kepalanya. Mulut Nia rasanya pahit hingga ia tak berselera untuk makan.


* * * * *


Di sisi lain, Faisal telah mengabarkan pada Iis kalau Nia sakit. Iis pun langsung mengatakan pada bapaknya. Dan ia akan datang ke pesantren siang nanti bersama bapak.


Flash back on


Saat di kantor Dila menghubungi kantor pesantren putra dan mencari Faisal. Faisal yang mendapat panggilan langsung turun ke bawah dan langsung menerimanya.

__ADS_1


Faisal mengangguk paham saat Dila memintanya mengabarkan pada Orangtua Nia perihal sakitnya Nia.


Flash back off


Di klinik Nia kini tengah diperiksa. Ia sedang berbaring di ranjang klinik. Dila bertanya pada dokter perihal penyakit Nia.


"Jadi Nia sakit apa Dok? " tanya Dila


"Melihat dari keluhannya dia terkena asam lambung. " ucap Dokter Salma


"Apa sering telat makan? " tanya Dokter Salma


"Setau saya Nia sering puasa sunnah. " jawab Dila


Nia pun turun setelah selesai diperiksa.


"Untuk saat ini puasanya berhenti dulu ya. "


"Ini resep obatnya. " ucap Dokter Salma menyerahkan selembar kertas


"Ingat pesan saya tadi. "


"Semoga lekas sembuh. "


"Terima kasih Dok. " ucap Dila


Dokter Salma mengangguk dan tersenyum. Setelah itu Dila dan Nia keluar. Dan mengantri kembali untuk menebus obat.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya nama Nia dipanggil. Dila pun berjalan mendekati apoteker.


"Yang ini sehari tiga kali sebelum makan. " ucap apoteker menunjuk sebuah obat


"yang ini dan ini tiga jali sesudah makan. " lanjutnya menunjuk du jenis obat yang berbeda


Dila mengangguk paham dan mengucap tera kasih. Setelah menebus obat kini mereka beranjak pulang. Kang Lihin yang melihat Dila dan Nia keluar bergegas membuka pintu mobil.


Saat perjalanan pulang Kang Lihin mulai bertanya tentang penyakit Nia. Dila pun menjawab semua pertanyaan Kang Lihin. Berbeda dengan Nia, Ia masih tetap memejamkan matanya karena lemas.


* * * * *


Di rumah Nia, Iis dan bapaknya sedang bersiap untuk ke pesantren.


"Bapak sudah siap? " tanya Iis


"Sudah. " jawab bapak


"Ibu yakin ngga ikut? " tanya Iis pada ibunya


"Iya. Ibu ingin ikut. Tapi ibu nanti ada kumpulan sama ibu-ibu fatayat. "


"Tolong sampaikan pada Nia. Maaf ibu ngga bisa jenguk. " ucap ibu dengan mata berkaca-kaca


Ibu mana yang tidak khawatir ketika anaknya sakit jauh pula dari jangkauannya. Tapi ia juga tak bisa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai pengurus fatayat di desanya.


"Iya bu. " jawab Iis

__ADS_1


Setelah siap Bapak dan Iis berangkat ke pesantren Nia untuk melihat keadaannya.


Mohon dukungannya kakak. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun


__ADS_2