
Gus Anas pun langsung menggendong Nia dan membawanya ke UKS. Dia lalu membaringkannya di atas kasur.
"Ambil minyak kayu putih. " perintah Gus Anas
Dengan sigap Fatim mengambilnya dan mengoleskannya di telapak tangan dan kaki serta hidung. Gus Anas pun keluar sebentar untuk membuat teh manis.
Saat Gus Anas kembali, dia melihat Nia belum siuman. Gus Anas pun memberikan teh manis pada Fatim agar Nia meminumnya. Fatim pun menerima teh itu, Dan menunggu Nia sadar sambil terus menggosok telapak tangan Nia.
"Fatim. " panggil Gus Anas
"Dalem Gus. " jawab Fatim
"Gimana bisa Nia pingsan di kamar mandi? " tanya Gus Anas
"Saya juga ngga tahu Gus. " jawab Fatim
"Tadi pas pergantian pelajaran Nia ijin ke kamar mandi. "
"Tapi lama sekali ngga balik kelas. "
"Akhirnya saya nyusul. "
"Ngga tahunya ada yang ngunci Nia dari luar. "
"Saat saya buka pintunya, Nia sudah pingsan Gus. "
"Kamu sudah ijin belum? " tanya Gus Anas
"Tadi saya ijinnya ke kamar mandi Gus. " jawab Fatim
"Ya sudah. Kamu ijin dulu. Mumpung saya lagi jam kosong, Biar saya yang nungguin Nia.Nanti kamu ke sini lagi kalau sudah ijin. " ucap Gus Anas
"Nggih Gus. Saya ke kelas dulu. Nitip Nia nggih Gus. " pamit Fatim
Gus Anas hanya mengangguk. Fatim pun bergegas ke kelas untuk meminta ijin terlebih dahulu serta memberi tahukan bahwa Nia sedang di UKS.
Gus Anas dan Iqbal di UKS sedang bingung. Siapa kira-kira yang sengaja mengunci Nia di kamar mandi. Gus Anas sebenarnya ingin membalurkan minyak kayu putih ke telapak tangan dan kaki Nia, tapi ia sadar itu tidak boleh. Meskipun tadi dia menggendong Nia, itu karena situasi darurat.
__ADS_1
"Kira-kira siapa yang mengunci Nia di kamar mandi ya Gus? " ucap Iqbal
"Tega sekali dia. "
"Entahlah. " ucap Gus Anas
Sedangkan dikelas Fatim tengah meminta ijin pada gurunya dan juga memberi tahu bahwa nia sedang sakit di UKS. Setelah mendapat ijin ia pun kembali lagi ke UKS.
Nia mulai menunjukkan tanda-tanda siuman. Tangannya bergerak perlahan. Gus Anas yang melihatnya langsung menghampiri Nia.
"Nia. " panggil Gus Anas
"Hem. . . " ucap Nia lemah
"Assalamualaikum. " ucap Fatim saat membuka pintu UKS
"Waalaikum Salam. " ucap Gus Anas dan Iqbal
"Gimana Gus? " tanya Fatim
"Ini baru siuman. " ucap Gus Anas
"Fatim. " ucap Nia lemah
"Kamu minum dulu yah. "ucap Fatim
"Nanti kalo sudah mendingan kita pulang. "
Nia hanya mengangguk pelan. Dengan dibantu Fatim, ia duduk dan meminum teh manis yang sudah disiapkan.
Setelah merasa lebih baik Nia pun pulang ke pesantren diantar oleh Fatim menggunakan motor. Setelah sampai pesantren Dia dibantu Fatim menuju kamarnya.
Dila pun langsung menemui Nia saat ia melihat Nia dipapah oleh Fatim kekamarnya.
"Kamu sakit lagi Nia? " tanya Dila
"Tadi pingsan mba. " ucap Fatim
__ADS_1
"Tuh kan. " ucap Dila
"Besok kalau belum sembuh jangan berangkat sekolah dulu. "
"Kamu tuh bandel kalau dibilangin. "
Nia pun hanya tersenyum melihat Dila memarahinya. Persis seperti kakaknya. Dia jadi teringat kakaknya.
"Iya mba. " ucap Nia
"Besok Nia ngga berangkat dulu. "
"Makasih ya Tim. Sudah nganter Nia pulang. " ucap Dila
"Iya mba. " ucap Fatim
Dalam hati Fatim ingin memberi tahu yang sebenarnya. Namun dicegah oleh Nia. Karena Nia tidak ingin Dila menjadi Khawatir.
Flash back on
"Tim. " panggil Nia
"Nanti kalau di pesantren jangan bilang kalau aku pingsan di kamar mandi ya. "
"Cukup bilang pingsan saja. "
"Kenapa? " tanya Fatim
"Aku ngga mau mba Dila khawatir. " jawab Nia
"Oke. " ucap Fatim
"Tapi kamu harus cerita, siapa yang sudah ngunci kamu di kamar mandi. "
"Insyaallah. " ucap Nia
Flash back off
__ADS_1
Mohon dukungannya teman-teman. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.