Kehidupan Santri Di Penjara Suci

Kehidupan Santri Di Penjara Suci
Nia sakit


__ADS_3

Akhirnya jam pelajaran pun usai. Kini semua siswa berhamburan keluar dari sekolah. Nia yang sengaja pulang lebih awal kini telah sampai di pesantren.


Nia mengistirahatkan tubuhnya sebentar. Dia merasakan pusing. Dila yang baru kembali dari kantor langsung menghampiri Nia dan memegang kepala Nia. Dila kembali ke kamar setelah Fatim memberi tahunya bahwa badan Nia panas saat jam terakhir.


"Nia pusing? " tanya Dila


"Iya mba. " jawab Nia lemah


"Kepalaku rasanya berat. "


"Sudah minum obat? " tanya Dila


"Belum mba. " ucap Nia sambil menggelengkan kepalanya


"Mba ambil dulu ya. " ucap Dila yang diangguki Nia


"Biasanya pakai obat apa? " lanjutnya


"Apa saja mba. " ucap Nia


"Ya sudah. Mba ambil dulu ya. " ucap Dila


Nia pun mengangguk lagi. Ia pun memejamkan matanya karena menahan sakit kepala.


Tak lama kemudian Dila datang membawa obat dan segelas air. Dia langsung membantu Nia untuk meminum obat .


"Terima kasih mba. " ucap Nia


"Iya. Kamu langsung tidur atau gimana? " ucap Dila


"Nanti mba suruh Fatim kesini biar temani kamu."


"Mba mau ke kantor lagi. Masih ada urusan. "


"Ngga usah mba. Nia mau tidur saja. " tolak Nia


"Ya sudah. Mba ke kantor lagi ya. " ucap Dila


Nia hanya mengangguk. Kemudian kembali memejamkan matanya. Saat Dila sampai kantor, Erna bertanya tentang keadaan Nia.


"Nia sakit apa Dil? " tanya Erna


"Sakit kepala. Badannya juga demam. " ucap Dila


"Sudah minum obat? " tanya Erna


"Sudah. " jawab Dila

__ADS_1


Ning Zahra tiba-tiba datang


"Assalamualaikum... " ucap Ning Zahra


"Waalaikum salam. " jawab Erna dan Fatim


"Lagi pada ngapain mba? " tanya Ning Zahra


"Lagi ngrekap uang syahriah Ning. " jawab Erna


"Oh... "


"Mba Nia kemana ya mba? " tanya Ning Zahra


"Nia lagi sakit Ning. " ucap Dila


"Ada perlu apa Ning? "


"Sakit apa mba? " tanya Ning Zahra


"Demam Ning. " jawab Dila


"Dia dikamar mana mba? "


"Aku mau lihat keadaannya. " kata Ning Zahra


"Aku tengok mba Nia dulu ya mba. "


Assalamualaikum.... " pamit Ning Zahra


"Nggih Ning. "


"Waalaikum salam. " jawab Dila


Ning Zahra pun pergi menengok Nia. Saat sampai kamar, Ning Zahra mengurungkan niatnya untuk masuk. Dia melihat Nia sedang tidur. Hingga dia memutuskan untuk menengok nanti saja.


"Mba Fatim. " panggil Ning Zahra saat hendak turun ke bawah


"Dalem Ning. " jawab Fatim


"Mba Nia sakit apa? " tanya Ning Zahra


"Tadi waktu jam pelajaran terakhir Nia cuma bilang pusing Ning. " jawab Fatim


"Terus akhirnya tadi ijin pulang. " lanjutnya


"Oh.... "

__ADS_1


"Nanti kalau sudah bangun bilang ke saya ya mba. " pinta Ning Zahra


"Tadi mau masuk, tapi lagi tidur. Takut mengganggu. "


"Oh... Nggih Ning. " angguk Fatim


"Saya mau ke ndalem dulu. " ucap Ning Zahra


"Nggih. " ucap Fatim


Ning Zahra pun kembali ke ndalem. Sampai disana dia langsung masuk ke kamar tanpa mampedulikan panggilan Gus Anas.


"Dek.... " panggil Gus Anas


"Dupanggil kok ngga jawab sih. "


"Malah masuk kamar. "


Gus Anas pun menghampiri Ning Zahra dikamarnya. Gus Anas heran melihat adiknya tak bersemangat seperti sebelum pergi ke asrama putri.


"Kenapa dek? " tanya Gus Anas


"Kok ngga semangat kayak tadi? "


"Gagal mas. " jawab Ning Zahra


"Apanya yang gagal? " tanya Gus Anas


"Gagal bikin kue. Mba Nianya lagi sakit. " jawab Ning Zahra


"Sakit apa? " tanya Gus Anas


"Demam sama sakit kepala. " jawab Ning Zahra


"Oh... " ucap Gus Anas


"Nas.... "


Tiba-tiba Abah memanggil Gus Anas.


"Dalem Bah. " jawab Gus Anas


"Mas keluar dulu. Dipanggil Abah. "


Ning Zahra pun mengangguk. Lalu merebahkan tubuhnya di kasur.


Mohon dukungannya temn-teman. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.

__ADS_1


__ADS_2