Kehidupan Santri Di Penjara Suci

Kehidupan Santri Di Penjara Suci
Tragedi Pohon Jambu


__ADS_3

Iis akhirnya menemui Faisal yang menunggunya di teras depan. Faisal tersenyum melihatnya.


"Sudah lama? " tanya Iis


"Ngga. " jawab Faisal


"Ngobrol disitu yuk. " ucapnya menunjuk pohon mangga


Iis pun mengangguk. Faisal dan Iis berjalan ke arah pohon tersebut. Mereka membicarakan banyak hal. Kadang terlihat tertawa bersama.


Sedangkan di dalam rumah Abah dan Ummi berbincang dengan Ibu Nia. Sedangkan kang Lihin tertidur di dalam mobil .Nia dan Dila sedang membuat kue untuk Gus Daffa di dapur.


"Sejak kapan mereka dekat Nia? " tanya Dila


"Sudah lama mba. " jawab Nia


"Tepatnya sih Nia ngga tahu. "


"Oh.... "


"Ini sudah Nia. " ucap Dila menyerahkan adonan kue


Nia menuang adonan itu pada loyang yang sudah disiapkan. Lalu mengukusnya di panci. Tiba-tiba Gus Daffa datang menanyakan kue.


"Mba Nia, sudah matang belum? " tanya Gus Daffa


"Belum dek. " jawab Nia


"Ini baru dikukus. "


"Masih lama? " tanya Gus Daffa lagi


"Iya. " jawab Nia


"Adek suka jambu ngga? " tanya Nia


"Kayaknya di depan buah jambunya ada yang matang. "


"Kita petik yuk. "


Gus Daffa mengangguk. Nia dan Gus Daffa berjalan melewati ruang tamu. Disusul Dila dibelakangnya.


"Mau kemana mba? " tanya Gus Anas


"Mau petik jambu Gus di depan. " jawab Dila


"Aku ikut mba. " ucap Gus Anas sambil berdiri

__ADS_1


Nia sedang mencari bambu yang biasa digunakan untuk memetik jambu. Melihat Nia yang mondar mandir Iis pun bertanya.


"Cari apa nduk? " tanya Iis


"Bambu yang biasanya buat metik jambu di mana mba? " tanya Nia


"Di belakang kayaknya. " jawab Iis


Nia pun langsung kebelakang mencarinya. Namun ia tidak menemukannya.


"Ngga ada mba. " ucap Nia


"Sal, kamu bisa manjatkan? " tanya Iis


"Bisa. Memang mau metik apa? " tanya Faisal


"Mau metik jambu mas Fai. " jawab Nia


"Ambilin yah. " pinta Nia


"Iya. " jawab Faisal


Faisal pun berjalan kearah pohon jambu jamaika. Ia melihat dulu sekeliling pohon.


"Sudah naik. " ucap Iis


"Nanti dulu. " ucap Faisal


"Ngga ada mas Fai. " jawab Nia


"Kamu bisa manjat Sal? " tanya Gus Anas


"Bisa. Ngga tahu kalau turunnya. " ucapnya


Dan benar saja. Saat semua jambu yang sudah matang dipetik kini Faisal bingung bagaimana caranya turun.


"Mas Fai turun. " ucap Nia


"Mau jambunya ngga? "


"Is ada tangga ngga? " tanya Faisal


"Aku ngga bisa turun. "


Sontak mereka yang di bawah tertawa. Hal itu sukses membuat Abah dan Ummi keluar rumah.


Di dalam rumah Abah dan Ummi yang mendengar keributan di luar langsung melihat nya.

__ADS_1


Dila pun langsung membangunkan kang Lihin untuk membawa tangga yang terbuat dari bambu disamping rumah Nia.


"Ada apa? " tanya Ummi


"Kok pada ribut. "


"Kang Isal ngga bisa turun Mi. " ucap Gus Daffa sambil menunjuk Faisal


Ummi pun ikut tertawa. Dan Faisal pun turun menggunakan tangga yang dibawa Kang Lihin. Faisal bernafas lega setelah bisa turun dari atas pohon.


"Astagfirullah... " ucap Nia


"Ada apa Nia. " tanya Iis


Tanpa menjawab pertanyaan Iis, Nia berlari ke dalam rumah menuju dapur. Ternyata Ibunya sedang memotong kue yang dibuat Nia.


"Alhamdulillah. " ucap Nia lega


"Ngga gosong Bu? "


"Ngga. " jawab Ibu


"Kamu keasikan metik jambu sampai lupa sama kue. "


"Untung Ibu tadi masuk ke dapur. "


"Makasih yah Bu. " ucap Nia


"Tadi ada tragedi. "


"Mas Fai ngga bis turun dari pohon. "


"Astagfirullah. " Ibu Nia kaget


"Terus sekarang bagaimana? "


"Sudah turun Bu. " jawab Nia


"Tadi pakai tangga. "


"Alhamdulillah. " ucap Ibu lega


"Ya sudah ini Ibu bawa ke depan. "


"Itu masih ada yang belum dipotong. Potong kamu ya. "


"Iya Bu. " ucap Nia

__ADS_1


Sebelum dipotong Nia memberi topping keju kesukaan Gus Daffa lalu memotongya. Setelah selesai ia membawanya dan memberikan pada Gus Daffa .


Mohon dukungannya kakak. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.


__ADS_2