
Setelah beberapa saat,Iis pun keluar membawa minuman dan makanan ringan.
"Monggo diminum Gus, Sal " Iis mempersilahkam
"Makasih mba. "ucap Gus Anas
"Bapak sama mama kamu kemana Is? " tanya Faisal
"Lagi dirumah mbah. Ada perlu katanya. " jawab Iis
"Kata Nia kamu mondok di pesantren Gus Wahab ya Is? " tanya Faisal
"Iya. Yang deket sama rumah " jawab Iis
"Santrinya banyak ngga? " tanya Faisal
"Alhamdulillah.Sekarang tambah banyak. " jawab Iis
"memangnya kenapa? "tanyanya
"Ngga apa-apa. "ucap Faisal
"Kamu kapan berangkat ke pesantren? " tanya Iis pada Faisal
"Insyaallah besok pagi. Memang kenapa? " ucap Faisal
"Mau nitip buat Nia. Tapi aku belum cari barangnya. " ucap Iis
"Memang Nia nitip apa mba? " tanya Gus Anas
"Nia minta dibeliin kerudung hitam yang sama seperti punyaku." jawab Iis
"Terus kamu mau cari kapan? " tanya Faisal
"Niatnya nanti nunggu sofyan pulang sekolah. " jawab Iis
"Kalo sekarang saja bagaimana? "tawar Faisal
"Ada motor kan? " tanya Faisal
"Motor ada. Tapi akunya yang ngga bisa naik motor. He he he"ucap Iis sambil tersenyum malu
"Ya sudah. Mba boncengan saja sama Faisal. Nanti saya ngikutin dibelakang. " ucap Gus Anas
"Gimana Is? "tanya Faisal meminta persetujuan
"Oke lah. Nunggu sofyan juga pulangnya sore. " ucap Iis
"Aku telfon bapak dulu ya. Takut nanti nyariin. " ucapnya lagi
Iis pun menelfon bapaknya.Ia pamit mau mencari kerudung bersama Faisal. Karena bapaknya sudah tahu kalau Nia minta dibelikan kerudung. Bapaknya pun sudah paham dengan Faisal sehingga bapak memperbolehkannya.
Setelah menelfon, Iis kemudian bersiap untuk pergi. Melihat Iis yang sudah berganti pakaian Faisal tersenyum. Dan itu membuat Iis tersipu malu.
"Sudah? " tanya Faisal
__ADS_1
"Iya. " jawab Iis sambil tertunduk
"Kunci motornya mana? " tanya Faisal
"Ini. " Iis memberikan kunci motornya
Faisal pun segera mengeluarkan motor Iis. Setelah itu dia memberikan helm pada Iis untuk dipakai.
"Nih helmnya dipakai. Biar aman. " canda Faisal
"Aman? memangnya ada apa? " tanya Iis heran
"Biar aman ngga ada yang lihat wajah cantik kamu. " rayu Faisal
"Apa sih? " ucap Iis malu
"Yuk naik. Pegangan yang kenceng ya. "ajak Faisal
"Ngga ah.... bukan muhrim. " ucap Iis
Gus Anas yang melihat mereka hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum. Dia pun memakai helmnya lalu mengikuti motor Iis dibelakang.
Setelah berkendara selama 15 menit, mereka pun sampai ditoko pakaian muslim. Mereka memarkirkan motor ditempat yang tersedia. Iis pun langsung masuk tanpa menunggu Faisal dan Gus Anas.
"Kita ditinggal Sal. "canda Gus Anas
"Biasalah. Dia mah ngga akan buang waktu lama-lama buat cari barang yang diperlukan. Kalo sudah selesai, ya dia langsung balik Gus. Ngga bakal mampir-mampir. " terang Faisal
"Sudah hafal kamu yah. " ucap Gus Anas
"Boleh. Mau lihat-lihat. Kali aja ada yang suka. " jawab Gus Anas
Mereka pun masuk menyusul Iis. Terlihat Iis sedang memilih kerudung dengan teliti. Takut ada yang cacat.
Gus Anas dan Faisal pun berkeliling melihat koleksi ditoko itu. Hingga Gus Anas melihat sebuah benda yang menurutnya menarik.
"Sal, aku kesana dulu ya. " ucap Gus Anas menunjuk tempat aneka bros dan tuspin.
"Nggih Gus. " jawab Faisal
Gus Anas lalu menuju tempat bros dan tuspin itu. Dia terlihat sedang memilih bros.
"Buat siapa Gus? " tanya Faisal mengagetkan
" Buat Ummi sama Nia sal. "jawab Gus Anas menoleh Faisal
"Nia suka warna biru Gus." ucap Faisal menggoda
"Dia suka yang simpel. Ngga terlalu mencolok. " ucapnya lagi
"Kalian cari apa? " tanya Iis
__ADS_1
"Mau cari tuspin buat Nia. "jawab Faisal beralasan
""Oh.... " angguk Iis
"Is. Sini deh. "panggil Faisal
Iis pun mendekat kearah Faisal.
"Kamu pilihkan dong buat Nia yang mana.Kan kamu paham selera Nia"tanya Faisal
"Buat apa? " tanya Iis
"Ya buat dipake lah. Masa buat mainan. "jawab Faisal asal
"Yang ini simpel. Ngga terlalu ribet pakainya. " Ucap Iis sambil memegang tuspin warna biru muda
"Kalo kamu? "
"Mau yang mana? "tanya Faisal
" Ambil gih. Aku yang beliin. "ucapnya lagi
"Ngga ah. "
"Aku ngga suka pakai begituan. " tolak Iis
"Jangan gitu lah. "
"Dari dulu kamu tuh ngga pernah mau kalo aku kasih barang. "
"Sekali ini saja. "
"Terima yah. " pinta Faisal
"Ya sudah."
"Tapi kalo jarang dipake maaf ya. "
"Soalnya aku ngga mau ribet." ucap Iis
"Nah gitu dong. "
"Yang penting kamu mau. " ucap Faisal
"Jadi yang mana? "
"Yang ini saja. "
"Samain sama punya Nia. Cuma beda warna. " ucap Iis sambil memegang tuspin warna orange
"Sudah nemu Gus? " tanya Faisal sambil mengkode lewat kedipan matanya
"Sudah. " jawab Gus Anas sambil memberikan tuspin warna biru muda untuk Nia dan pink untuk adiknya Ning Zahra
Setelah dirasa cukup mereka bertiga akhirnya pulang
__ADS_1
Mohon dukungannya teman-teman. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun