
Setelah menempuh jarak selama kurang lebih 1 jam, akhirnya Nia sampai di rumahnya. Ia dipeluk oleh ibunya saat sampai di teras rumah.
* * * * *
Di pesantren kini terlihat sepi. Dikarenakan semua santri kini sedang sekolah Diniyah. Tak terkecuali Gus Anas. Dia terlihat tidak fokus saat ustadz menerangkan.
Faisal yang sadar Gus Anas sedang galau ia hanya tersenyum. Karena baru pertama kali ia melihat Gus Anas seperti ini. Saat jam istirahat berlangsung, Faisal pun menggoda Gus Anas dengan sindiran halus. Gus Anas yang merasa disindir hanya mengancam Faisal lewat lirikan matanya.
Di ndalem Gus Daffa sedang menangis mencari keberadaan Nia. Ia ingin makan kue buatan Nia seperti waktu itu. Saat Ummi menjelaskan bukannya diam malah Gus Daffa tambah menangis. Hingga Ummi bingung harus bagaimana.
* * * * *
Di rumah Nia kini sedang makan bubur disuapi oleh Iis. Ia begitu lahap saat makan apalagi disuapi oleh kakaknya. Ibu yang melihat putrinya saling mengasihi merasa bahagia.
"Mba Is, Nia mau tanya. " ucap Nia
"Tanya apa? " tanya Iis
"Soal Gus Anas sama mas Fai waktu kesini lihat tempat PKL. " ucap Nia
"Memang mereka pernah mampir? "
"Oh.... " ucap Iis
Kemudian Iis menceritakan semua hal saat Faisal dan Gus Anas mampir dan membeli tuspin.
"Malamnya Fai ngajak kakak ke pasar malam."
__ADS_1
"Katanya mau ngajak keliling Gus Anas. Tapi ngga sempat. Jadi sekalian ngajak mba sama sofyan ke pasar malam. " ucap Iis sambil menunduk
"Pasti Mba Iis sama Mas Fai ngobrol berdua." tebak Nia
"Cari kesempatan itu mah. "
Iis hanya tersenyum mendengar ucapan Nia. Lalu ia pamit meletakkan mangkuk ke dapur. Nia pun bangun dari ranjangnya. Ia merasa bosan. Ia hendak menuju ruang keluarga.
"Kok keluar nduk? " tanya Ibu saat melihat Nia hendak duduk di sofa
"Bosen dikamar bu. " jawab Nia
"Ada perubahan ngga setelah periksa? " tanya Ibu
"Alhamdulillah sudah agak mendingan Bu. "
"Ngga lemes banget. " ucap Nia
"Bu Iis mau ke pesantren sebentar ya. "
"Mau ijin dulu sama pengurus. "
"Takut nanti dicariin karena kelamaan pulang." pamit Iis
"Iya. " Ibu memberi ijin
"Mba Is pulangnya jam berapa? " tanya Nia
__ADS_1
"Mungkin besok nduk. " jawab Iis
"Mba mau ngaji dulu. Dari kemarin kan mba ngga ngaji. "
"Oh... "ucap Nia
"Besok kalau mba pulang Nia beliin brownies Ning Dina ya. "
"Sudah lama Nia ngga makan kue buatan Ning Dina. "
"Insyaallah ya. " ucap Iis
"Pergi dulu ya Bu. "
"Assalamualaikum. "
Iis pergi setelah mencium punggung tangan Ibunya. Dia berjalan kaki menuju pesantren karena lokasinya tak jauh dari rumah.
* * * * *
Di pesantren kini semua santri tengah bersiap untuk menunaikan sholat 'ashar berjamaah setelah pulang sekolah Diniyah. Suasana ramai menjadi hening seketika saat suara adzan berkumandang .
Faisal yang sudah wudlu dan telah berganti pakaian kini sudah rapi hendak pergi ke masjid. Begitu juga dengan Gus Anas.
Saat Faisal berjalan menuju masjid dia berpapasan dengan Gus Anas. Dan langsung menunggunya berjalan terlebih dahulu. Gus Anas merasa tak nyaman karena Faisal bersikap seperti itu. Lalu menarik bahu Faisal untuk berjalan bersama.
Abah yang melihatnya merasa bangga pada Gus Anas. Ia senang walaupun Gus Anas putra dari seorang kyai yang memiliki pesantren sifatnya tidak angkuh dan selalu merendah diri.
__ADS_1
Mohon dukungannya kakak. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun
Salam sayang dari Mommy duo HM