
Gus Anas yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara saat ia menerima panggilan video dari adiknya. Semua temannya pun melihat kearahnya. Dan ia pun meminta ijin untuk mengangkatnya.
"Assalamualaikum dek. " ucap Gus Anas
"Waalaikum salam Mas. " jawab Ning Zahra
"Bagaimana kabarnya? "
"Alhamdulillah sehat. " jawab Gus Anas
"Abah sama Ummi sehat? "
"Alhamdulillah sehat Mas. " jawab Ning Zahra
"Mas kapan pulang? "
"Insyaallah dua atau tiga harian lagi pulang dek. " jawab Gus Anas
"Mas lagi di mana sih? " tanya Ning Zahra
"Ko tempatnya rame. "
"Lagi makan bakso sama teman-teman. " jawab Gus Anas sambil mengarahkan kamera ke arah teman-temannya
Mereka pun melambaikan tangan pada Ning Zahra. Saat Ning Zahra melihat gadis disebelah Faisal ia jadi penasaran.
"Kang Isal, yang disebelah njenengan siapa? " tanya Ning Zahra
"Teman Ning. Kakaknya Nia. " jawab Faisal sambil menerima Hp Gus Anas
"Oh. Kakaknya Mba Nia toh. " ucap Ning Zahra "Teman apa teman nih? " goda Ning Zahra
Iis pun menundukkan kepalanya karena malu. Ning Zahra mengakhiri panggilan saat Ummi memanggilnya.
Saat sudah selesai mereka akhirnya pulang dengan kendaraan masing-masing. Begitu juga dengan Faisal, Iis, dan Gus Anas.
* * * * *
Di pesantren Ning Zahra pergi ke asrama putri. Dia hendak mencari Nia. Ia ingin Nia mengajarinya kembali membuat kue. Kali ini ia ingin membuat kue kesukaan kakaknya.
Setelah naik ke komplek Nia, Ning Zahra langsung mencarinya ke kamar. Namun sayangnya Nia tak ada di kamar. Setelah bertanya pada teman sekamar Nia, Ning Zahra langsung pergi ke dapur.
Ternyata malam ini Nia dan beberapa temannya sedang bergilir piket. Nia mendapat bagian memasak bersama Riska, Nita, Milka dan Lia. Saat Nia sedang memotong sayuran tiba-tiba Ning Zahra memanggilnya.
"Mba Nia. " panggil Ning Zahra saat masuk ke dapur
"Dalem Ning. " jawab Nia
"Besok mba sibuk ngga? " tanya Ning Zahra
"Mboten Ning. " jawab Nia
"Besok ajari saya buat kue ya. " pinta Ning Zahra
"Buat Mas Anas. "
__ADS_1
"Nggih Ning. " ucap Nia
"Bahan-bahannya masih ada kan? " tanya Ning Zahra
"Masih Ning. " jawab Nia
Setelah itu Ning Zahra pun pergi ke Ndalem. Nia dan temannya pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka. Hingga mereka tak sadar hari semakin malam.
* * * * *
Dua hari kemudian
Di rumah Faisal, kini sedang ramai. Beberapa saudara dari ibunya sedang membantu masak. Besok di rumahnya akan ada acara 4 bulanan. Atau biasa disebut "Ngupati".
"Sal. " panggil Mba Meli
"Iya Mba. " jawab Faisal
"Kamu mau ke pesantren kapan? " tanya Mba Meli
"Tergantung Gus Anas Mba. " jawab Faisal
"Tunggu besok sampai selesai acara ya. " pinta Mba Meli
"Insyaallah Mba. " ucap Faisal
Gus Anas yang hendak ke kamar Faisal tak sengaja mendengarnya. Ia berencana akan pulang sore ini. Tetapi setelah mendengar percakapan mereka Gus Anas megurungkan niatnya.
* * * * *
Di dapur Nia sedang menunggu Ning Zahra,
setelah ia menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Ia juga sudah membeli beberapa bahan yang telah habis.
Karena lama menunggu Ning Zahra, ia berniat ke kamarnya sebentar mengambil buku. Namun baru saja ia keluar dari dapur, ia dibuat penasaran. Pasalnya, tiba-tiba Ummi terlihat panik setelah keluar dari Ndalem.
Ummi juga memanggil Kang Lihin untuk menyiapkan mobil. Nia terdiam sejenak saat Dila keluar dari ndalem dengan membawa bantal dan selimut. Dan di belakangnya Kang Lihin menggendong Ning Zahra yang pingsan.
Terlihat pula Gus Daffa yang ikut mondar-mandir mengikuti Umminya sambil menangis. Nia yang melihatnya merasa tak tega. Ia langsung membujuk Gus Daffa untuk ikut bersamanya.
Dila yang melihat Gus Daffa bersama Nia langsung memberi tahukan pada Ummi. Ummi pun merasa tenang. Setidaknya ada yang menjaga Putra bungsunya saat ini.
Kang Lihin langsung melajukan mobilnya ke klinik saat Ummi menyuruhnya. Saat sampai di klinik Ning Zahra mulai sadar. Namun ia masih lemas. Sehingga ia digendong kembali oleh Kang Lihin.
Ummi bersyukur karena telah mendapatkan nomor antrian. Dan antriannya tidak banyak. Setelah beberapa pasien keluar, kini giliran Ning Zahra yang masuk untuk diperiksa.
Setelah beberapa saat akhirnya Ning Zahra keluar. Dan duduk kembali di kursi tunggu, untuk mengantri obat.
"Ning Zahra sakit apa Dil? " tanya Kang Lihin
Dila hendak menjawab, namun ia dicegah Ning Zahra karena merasa malu.
"Maaf Kang Lihin. Itu rahasia. " ucap Dila
Nama Ning Zahra pun dipanggil. Dila lekas berdiri mengambil obat. Sedangkan Ummi menuntun putrinya ke mobil.
__ADS_1
* * * * *
Di pesantren, Nia telah selesai membuat kue untuk Gus Daffa. Ia sengaja mengalihkan perhatian Gus Daffa agar berhenti menangis. Karena sedari tadi terus menangis menanyakan Ummi dan kakaknya.
"Mau diberi topping apa dek? " tanya Nia pada Gus Daffa
"Keju saja Mba Nia. " jawab Gus Daffa
Nia pun memarut keju. Terkadang Gus Daffa menyomot beberapa keju yang jatuh, lalu tertawa. Setelah dirasa cukup Nia langsung menabur keju di atas kue. Lalu dipotong.
Dan setelah itu mereka pergi ke teras Ndalem, menunggu Ummi pulang. Saat Gus Daffa memakan potongan kue ke lima, sampailah mobil yang dinaiki Ummi.
Saat Ummi keluar, Gus Daffa berlari kearahnya. Dan bertanya tentang sakitnya Ning Zahra. Dengan sabar Ummi menjelaskan pada Gus Daffa sambil berjalan ke Ndalem. Ummi juga berpesan untuk Gus Daffa agar tidak mengganggu kakaknya dulu.
Setelah sampai Ndalem, Ning Zahra dituntun masuk ke kamarnya oleh Dila.
"Mba Dila. " panggil Ning Zahra
"Dalem Ning. " jawab Dila
"Tolong panggilkan Mba Nia ya. " pinta Ning Zahra
"Nggih Ning. " angguk Dila
Dila pun keluar mencari Nia. Setelah menemukannya, ia pun mengambil air hangat untuk Ning Zahra.
"Nia, ini sekalian dibawa ya. " ucap Dila menyerahkan segelas air hangat
"Buat Ning Zahra minum obat. "
"Mba mau ke kamar mandi dulu. "
"Iya mba. " ucap Nia seraya menerima gelas tersebut
Ia pun bergegas ke Ndalem. Dan masuk ke kamar Ning Zahra setelah mendapat ijin dari sang pemiliknya.
"Dalem Ning. " ucap Nia
"Mba, saya minta maaf ya. " ucap Ning Zahra
"Pasti mba sudah menunggu dari tadi. "
"Mboten nopo-nopo Ning. " ucap Nia
"Tadi malah akhirnya buat kue sama Gus Daffa. "
"Kata Mba Dila, Njenengan belum minum obat nggih Ning. "
"Iya mba. " ucap Ning Zahra
Nia pun membantu Ning Zahra meminum obat. Setelah itu ia pergi, agar Ning Zahra istirahat.
Mohon dukungannya kakak. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf juga bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.
Salam Mommy Duo HM
__ADS_1