Kehidupan Santri Di Penjara Suci

Kehidupan Santri Di Penjara Suci
Di Apelin


__ADS_3

Hai hai hai


Gimana kabar semuanya? Maaf ya kemaren-kemaren ngga sempat up. Maklum lagi panen padi. Kalo ditempat kakak-kakak sudah panenkah?


Jangan lupa untuk selalu dukung author ya. Biar tambah semangat berkarya. Jangan lupa like nya.


Happy reading


* * * * *


Faisal terkejut melihat orang yang dia senggol. Ternyata orang itu adalah Hanum. Temannya saat masih di MTs.


"Faisal. " panggil Hanum


"Hanum. " ucap Faisal


"Kamu lagi di rumah? " tanya Hanum


"Iya. " jawab Faisal


"Mau PKL di sini. "


"Maaf sekali lagi ya. "


"Aku harus pergi. Sudah ditunggu di mobil. " pamitnya seraya pergi


Setelah masuk ke dalam mobil Faisal terlihat melamun. Hingga ia tak mendengar pertanyaan Kang Lihin.


"Sal, ini belok kiri apa kanan? " tanya Kang Lihin


" Faisal. " panggilnya lagi


"Eh iya kang. " ucap Faisal saat tersadar dari lamunan


"Bagaimana kang? " tanya Faisal


"Ini belok kiri apa kanan? " tanya Kang Lihin


"Belok kiri Kang. " jawab Faisal


Setelah kepergian Faisal, Hanum tersenyum bahagia. Selama ini memang Hanum mendapatkan info tentang Faisal dari Meli .


Dia juga sengaja pulang dan mencari PKL yang sama dengan Faisal.


Kini mobil yang dikendarai Kang Lihin telah masuk ke halaman rumah Faisal. Dari dalam rumah seorang wanita keluar menyambut kedatangan mereka. Meli langsung menyalami Ummi setelah keluar dari mobil. Begitu pula dengan Faisal.


"Monggo masuk Abah, Ummi. " Meli mempersilahkan


Mereka pun masuk ke dalam rumah. Tak jauh berbeda dengan rumah Nia. Rumah Faisal pun nyaman.


Karena hari semakin sore Abah dan Ummi tidak bisa berlama-lama di rumah Faisal. Setelah dirasa cukup mereka memutuskan untuk kembali ke pesantren.


Cukup banyak nasehat yang Abah berikan pada Gus Anas. Mengingat bahwa Gus Anas tak pernah jauh dari Abah Umminya.


* * * * *


Malamnya Iis dan Faisal saling berkirim pesan.

__ADS_1


" Is, besok aku mau main ke rumah kamu. "


"Mau ngapain? "


"Mau naik pohon. "


"Hah 😱😱😱 "


"Ya ngapel dong 😆😆😆"


"ngapelin siapa? "


"Kamu sama Nia. "


"Ih.... serakah amat bang. "


"Pokoknya siap-siap saja nanti. "


"Jangan lupa bilang juga sama Nia. "


Setelah itu Iis pun tak membalas pesan dari Faisal. Dia beranjak pergi ke kamar Nia.


Tok tok tok


Mendengar suara pintu diketuk, Nia langsung meletakkan bukunya dan bergegas membukanya. Terlihat Iis yang berdiri berpenampilan rapih.


"Mba mau kemana? " tanya Nia


"Rapih amat. "


"Sibuk ngga? "


"Mba bukanya jawab malah balik tanya. " ucap Nia


"Kamu ganti baju gih. " perintah Iis


"Memang mba mau ngajakin Nia kemana? " tanya Nia


"Sudah buruan. " ucap Iis


"Ngga mau ah. " tolak Nia


"Ngga jelas begitu. "


Nia kembali ke kamar tanpa menutup pintu. Dan mengambil kembali bukunya. Iis pun masuk ke kamar Nia dan duduk dipinggir kasur.


"Mba juga ngga tau Nia " ucap Iis


Nia yang mendengar sontak menutup bukunya. Dia langsung menatap kakaknya heran. Iis yang paham arti tatapan Nia menceritakan semua pesan dari Faisal.


"Yang mau di apelin kan mba. Ngapain juga aku ikutan. " ucap Nia


Terdengar suara motor matic berhenti di depan rumah. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dan salam.


"Kayaknya Faisal deh. " ucap Iis


"Ya sudah mba buka pintunya. "ucap Nia sambil kembali membuka buku

__ADS_1


Iis pun beranjak pergi untuk membuka pintu. Dan benar saja Faisal yang datang. Dan tentu saja dengan Gus Anas. Iis pun menyuruh mereka masuk. Dan pergi ke dapur membuat minuman.


Faisal dan Gus Anas kini tengah duduk di kursi panjang ruang tamu. Iis pun kembali dengan membawa minuman dan cemilan.


"Nia mana? " tanya Faisal


"Di kamar. " jawab Iis


"lagi baca buku. "


"Suruh keluar dong. " ucap Faisal


"Ngga mau katanya. " ucap Iis


"Kenapa? " tanya Faisal


"Ngga tahu. " jawab Iis


"Kerjain ah. " ucap Faisal sambil mengeluarkan hp dan langsung mengirim pesan pada Nia


Faisal tertawa setelah mendapat balasan dari Nia.


"Kenapa Sal? " tanya Gus Anas


"Ngga apa-apa. " jawab Faisal yang membuat Iis dan Gus Anas heran


Tak lama kemudian Nia keluar dari kamarnya.Ia masih menggunakan piyama tidurnya.Mengambil kerudungnya dan memakai asal tanpa jarum. Dan langsung menuju ruang tamu tanpa ia tahu Gus Anas juga berada di sana.


"Mas Fai, Nia ikut. " ucap Nia setengah berteriak


Dan saat membuka tirai pintu semua mata menatap kearahnya. Nia pun langsung kembali ke kamar karena malu.


Hp Nia bergetar. Ada pesan masuk dari Faisal.


"Kok masuk lagi? "


"Kenapa ngga bilang kalo ada teman? " balas Nia


"Lah kamu sendiri ngga tanya. "


"Au ah. "


"Jadi ikut ngga? "


"Kalau mau ikut buruan ganti baju terus dandan yang cantik ya . 😄😄😄 "


Di ruang tamu Faisal tertawa sendiri. Membuat Gus Anas penasaran. Melihat Gus Anas yang penasaran akhirnya Faisal memberikan hpnya dan membuka pesan Nia. Gus Anas pun membacanya sambil tersenyum. Ia pun menambahkan pesan untuk Nia.


"Jangan lupa dipakai hadiah ku. Anas. "


Pesannya pun terkirim pada Nia dan sudah dibacanya. Nia pun membalasnya.


"Nggih Gus. "


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.


Salam Mommy duo HM

__ADS_1


__ADS_2