
Di pesantren..... beberapa hari sebelumnya
"Assalamualaikum mba..... " ucap Nia
"Waalaikum salam.... " terdengar suara Iis diseberang
"Mba gimana kabar? " tanya Nia
"Alhamdulillah mba sehat. Kamu sendiri bagaimana? "
"Alhamdulillah Nia sehat mba. Bapak sama Mama giman kabarnya? " tanya Nia lagi
"Alhamdulillah sehat semua. "
"Kamu betah disitu nduk? "
"Alhamdulillah betah mba. "
"Mba Nia boleh minta tolong ngga? "
"Minta tolong apa nduk? "
"Besok mas Faisal kan pulang. Aku boleh minta beliin kerudung ngga? " ucap Nia
"Boleh. Terus butuh apa lagi? "
"Kerudung saja mba. Tapi yang seperti punya mba ya. " ucap Nia
"Iya ."
"Ya sudah. Makasih ya mba. Salam buat mama dan bapak. "
"Assalamualaikum. "
"Waalaikum salam. "
Setelah menelpon kakaknya Nia kembali kekamar.
. . . . .
"Nia..... " panggil Fatim
__ADS_1
"Ya Tim. " jawab Nia
"Ada apa? "
"Ditimbali (dicari) Ummi dibawah. " jawab Fatim
"Ada apa ya? " tanya Nia bingung
"Entah. Aku juga ngga tahu. " jawab Fatim
"Ya sudah aku kebawah dulu ya. " ucap Nia
"Iya. " kata Fatim
Nia pun mengambil jilbabnya sebelum turun kebawah. Saat Nia turun, Nia melihat Ummi sedang memegang makanan Gus Daffa yang susah makan.
"Dalem Ummi. " ucap Nia saat sudah sampai
"Ummi itu mba Nia. " ucap Gus Daffa
"Nia lagi apa? " tanya Ummi
"Ngga ngapa-ngapain Mi. " jawab Nia
"Ummi minta tolong yah. " ucap Ummi
"Dari tadi dek Daffa belum makan. Terus katanya mau makan kalo sama mba Nia katanya."
"Oh.... Nggih Mi. "ucap Nia sambil mengambil piring makan Gus Daffa
"Dek Daffa pengin disuapi mba ya? "
Ummi yang melihat Nia menyuapi Gus Daffa pun senang. Melihat Gus Daffa yang lahap makannya.
"Nitip dek Daffa ya mba. "ucap Ummi
"Ummi mau menemani Abah dhahar (makan) . "
"Nggih Mi. " ucap Nia
Ummi pun bergegas pergi ke ndalem. Karena Abah sudah menunggu .
__ADS_1
"Purun (mau) Mi? " tanya Abah setelah Ummi masuk
"Purun Bah. Malah cepat makannya." ucap Ummi
"Sampun dhahar (sudah makan) Bah? " tanya Ummi
"Abah kan nungguin Ummi. " ucap Abah
"Lagi pula kalau makan ngga sama Ummi rasanya ada yang kurang. "
"Abah mau lauk apa? " Tanya Ummi mengambil nasi
"Bacem tempe sama sambel terasi Mi. " jawab Abah
Ummi pun mengambil lauk yang diinginkan Abah. Dan mereka makan sepiring berdua. Terkadang saling menyuapi. Meskipun Abah dan Ummi sudah sepuh tapi mereka masih terlihat mesra. Sehingga Abah menjadi panutan bagi putra putrinya.
Saat Abah dan Ummi selesai makan, tiba-tiba Gus Daffa masuk dengan wajah ceria. Hingga Abah dan Ummi penasaran. Apa yang membuat putra bungsunya bahagia seperti itu.
"Adek kayaknya lagi senang. Apa sih yang bikin adek senyum terus dari tadi? Abah boleh tahu ngga? " tanya Abah
"Adek baru dikasih coklat Bah sama mba Nia." "Kata mba Nia, kalau adek ngga rewel, nurut, adek mau dikasih kue Bah. " ucap Gus Daffa
"Terus Abah dikasih ngga? " tanya Abah
"No no no. " ucap Gus Daffa sambil menggoyangkan jari telunjuknya
"Kuenya cuma buat adek. Kata mba Nia spesial. "
"Yah.... Abah ngga dikasih dong. " ucap Abah
"Kalo Ummi dikasih ngga? " tanya Ummi
"Dikasih dong. " ucap Daffa
"Ih.... Curang. Masa Ummi Dikasih Abahnya ngga. "
"Coba deh besok adek tanya sama mba Nia. Boleh ngga Abah dikasih. Soalnya Abah ngrengek terus kalo ngga dikasih. " ucap Gus Daffa sambil berlari keluar
Abah dan Ummi pun tertawa melihat betapa polosnya putra bungsu mereka.
Mohon dukungannya teman-teman. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.
__ADS_1