Kehilangan Mengajarkan Ku

Kehilangan Mengajarkan Ku
Hari Pertama Di Perkemahan


__ADS_3

Hari sudah mulai siang, namun perjalanan menuju tempat perkemahan belum juga sampai. Sementara itu Daniel saat ini sedang memikirkan apa yang sebenarnya Sam lakukan pada Berlin.


Ia hanya tidak mau Sam hanya akan memberikan harapan pada Berlin, ia takut kalau pada akhirnya Berlin akan kembali di buang oleh Sam. Sam seperti dengan apa yang selama ini Sam lakukan pada Berlin.


"Woy jangan bengong aja napa, " Anggun mengagetkan Daniel karena ia mulai kesal sedari tadi kerjaan Daniel hanya melamun saja.


Daniel langsung menatap ke hadapan Anggun dengan menggunakan wajah terkejutnya, " Kamu mau buat aku mati di sini? " tanya Daniel sambil menegang dadanya.


"Bercanda kali, aku pikir kamu gak bakalan kaget, " balas Anggun tanpa menampilkan wajah bersalahnya.


"Ya kali aku robot ah, " ujar Daniel, namun otaknya saat ini masih saja memikirkan Berlin.


"Tenang aja kali, Sam gak bakalan ngapa-ngapain Berlin. Gue tau kok siapa Sam yang sebenarnya, " seakan-akan Anggun tau apa yang ada di pikirannya Daniel.


Daniel langsung menatap ke arah Anggun, " Lu kok tau sih kalau gue lagi mikirin dia? " heran Daniel. Ia heran kenapa Anggun tau apa yang saat ini ada di otaknya.


Anggun memegang kedua pipinya Daniel agar Daniel bisa menatapnya, " Hey kamu pikir raut wajahmu tidak menampilkan kecemasan? " tanya balik Anggun sambil kembali melepaskan kepala Daniel.


"Lalu kenapa kau tau aku sedang memikirkan dia? " rupanya Daniel masih penasaran kenapa Anggun tau akan hal itu.


"Hey memangnya kau anak TK yang masih aku aku jelasin kenapa aku tau kamu cemas padanya? " bukannya menjawab, Anggun malah bertanya kembali pada Daniel.


"Bukannya kayak gitu, cuman yah kok bisa bener aja gitu. Cobain lagi mau gak? gue kembali ngelamun, terus lu tebak apa yang lagi pikirkan? " balas Daniel sambil menatap ke arah Anggun.


"Jangan gila yah? dan jangan kayak anak kecil!! " Anggun merasa tanpa ia menjelaskannya pun Daniel sebenarnya tau apa maksud nya.


Sementara itu di kursi yang berada di belakang mereka Berlin ketiduran, dan dengan perlahan Sam menyenderkan kepala Berlin ke bahunya, karena tadi Berlin menyenderkan kepalanya ke jendela kaca yang berada di samping kanannya.


"Tidur yang nyenyak yah, " ucap Sam perlahan sambil mengelus sebentar rambutnya Berlin.


Setelah itu Sam membuka ponselnya dan memainkan game. Beberapa menit kemudian, perjalanan mereka akhirnya sudah sampai, semua murid berhamburan keluar terkecuali Sam dan Berlin, Sam berniat untuk membangunkan Berlin terlebih dahulu.

__ADS_1


"Berlin bangun! Berlin, " panggil Sam sambil menggoyangkan tubuhnya Berlin perlahan.


Akhirnya gadis itu mulai duduk dengan tegap lalu langsung membuka matanya perlahan, ia juga mengucek matanya beberapa kali. Saat ini Berlin mengumpulkan nyawanya yang mungkin masih di alam tidurnya.


"Turun semuanya udah turun, " titah Sam sambil berdiri, hendak meninggalkan Berlin.


Berlin langsung celingukan ia baru sadar kalau di bis itu kini hanyalah dirinya dan Sam, " Eh tungguin, " teriak Berlin sambil mengejar Sam yang hendak keluar bis.


Setelah semuanya berkumpul di tempat yang akan di gunakan untuk membangun tenda dan juga melakukan perkemahan di sini, " Baiklah anak-anak, untuk hari ini tidak ada kegiatan yang berat. Kalian hanya perlu memasang tenda kalian di sini, " ucap seorang panitia sambil menatap ke arah para pesertanya.


"Kalian semua paham? " tanya panitia itu kembali.


"Kami siap, " balas semuanya.


"Baiklah cepat buat tenda kalian masing-masing, " titah panitia itu lagi.


Sam sedari tadi tak mau melepaskan tangan Berlin, bahkan sampai saat ini Sam masih memegang nya. Kini Sam menatap ke arah Berlin, yang di sana juga sudah ada Daniel, Anggun, Jeremy dan juga Bayu.


"Mana tenda nya? " tanya Sam datar.


Sam juga mengeluarkan tenda yang ia bawa, lalu melemparkannya ke arah Jeremy, " Pasangin tenda, gue mau masangin tenda punya Berlin, " ujar Sam.


"Ok, " Jeremy dan Bayu berjalan menjauh dari mereka untuk memasang tenda mereka.


Sedangkan saat ini Sam akan memasang tendanya bersama dengan Berlin, " Gak usah di bantuin, lu tunggu aja di sana, " ujar Sam pada Berlin yang akan membantu Sam.


"Tapikan kamu sendirian nantinya, gak papa kok, " bantah Berlin, ia tetap akan membantu Sam.


Namun tiba-tiba Daniel memegang tangan Berlin, " Biar gue yang bantuin nya, lu tunggu aja sama Anggun, " ucap Daniel sambil tersenyum hangat pada Berlin.


"Ya udah, " akhirnya Berlin mau menuruti permintaan mereka. Ia langsung berjalan menuju Anggun yang sudah melambaikan tangannya agar Berlin menghampiri dirinya.

__ADS_1


"Selamat yah, " ucap Anggun sambil merangkul Berlin.


"Selamat buat apa? " tanya Berlin heran kenapa Anggun tiba-tiba mengucapkan selamat padanya.


"Karena sekarang Sam udah mulai baik lagi sama luh, " balas Anggun sambil menaikan sebelah alisnya.


"Semoga aja Sam akan seperti ini selamanya, bukan hanya di perkemahan doang, " ujar Berlin senang, kini mereka berdua sedang menatap ke arah Daniel dan Sam yang tengah membangun tenda untuk Berlin dan Anggun tidur.


"Lu punya maksud apa deketin lagi Berlin? " tanya Daniel sedikit sinis pada Sam.


Sam yang sedang membangun tenda pun hanya menatapnya dengan tatapan datar, " Emangnya urusan sama lu apa? " tanya Sam.


"Ya itu urusan gue lah, dia udah jadi sahabat gue, " balas Daniel semakin kesal.


"Gue deketin dia hanya karena nyokap gue yang minta, udah jelas alasannya? " ujar Sam sambil menatap Daniel sekilas.


"Dasar gak punya hati luh, " tegas Daniel.


"Emang apa yang perlu gue lakukan? dia bahkan udah sakit-sakitan, gue gak mau punya pacar yang kerjaannya cuman sakit, " balas Sam sambil tersenyum miring dan mengerutkan keningnya.


"Emang kurang ajar luh, " tiba-tiba Daniel menarik kerah bajunya Sam.


"Lu mau apa? mau tonjok gue, silahkan. Asal lu harus siap kehilangan Berlin, emang gue gak tau apa kalau lu suka sama dia, " Ledek Sam sambil tersenyum licik.


Berlin dan Anggun pun datang, Berlin melepaskan tangannya Daniel dari kerah bajunya Sam, " Kamu apa-apaan sih? " tanya Berlin sambil menatap Daniel dengan tatapan kesal.


"Berlin dengerin aku bentar, dia punya maksud jahat sama lu, " Daniel mencoba menjelaskan apa yang ia dengan langsung dari mulutnya Sam barusan.


"Aku percaya kalau Sam gak akan pernah kayak gitu, " Berlin percaya kalau Sam tidak akan berbuat jahat sama dirinya.


"Udahlah Daniel, kita pergi yuk, " Anggun mengajak Daniel untuk pergi dari sana, ia yakin dengan adanya Daniel di sana itu bisa saja membuat keadaan semakin runyam.

__ADS_1


"Kamu gak papa kan? " tanya Berlin sambil memegang kepala Sam, hanya untuk mengecek keadaanya Sam.


"Aku gak papa, " balas Sam, pria itu masih menatap tajam kepergian Daniel. Jujur Sam masih kesal dengan pria itu, bahkan kalau bukan di tempat yang ramai mungkin saja Sam sudah menghajarnya.


__ADS_2