Kehilangan Mengajarkan Ku

Kehilangan Mengajarkan Ku
Aku Tak Akan Melakukan Hal Itu Lagi


__ADS_3

"Kamu tuh udah dewasa Anggun, bukan masanya SMP yang kalau punya masalah gak pernah mau ngomong, " ucap Berlin.


"Sudahlah tak udah di pikirkan, nanti kamu kenapa-napa lagi, " timpa Daniel sambil memegang tangan Berlin dan menariknya untuk keluar dari kelas itu.


Berlin mengambil tasnya lalu berjalan ke luar dari kelasnya, saat di pintu masuk Berlin berpapasan dengan Sam dan kedua sahabatnya yang akan masuk ke kelas.


Mereka hanya dapat bertatap mata saja, Daniel tak memberikan waktu untuk Berlin menyapa atau menatap Sam agak lama. Daniel membawa Berlin ke parkiran untuk pulang, rasanya tak baik jika Berlin terus berada di sekolah.


"Lu pulang yah, gue pesan taksi buat lu, " ucap Daniel.


"Kok pulang sih? inikan belum waktunya pulang, " tanya Berlin kebingungan.


"Pokoknya lu pulang aja yah, gak baik lu ada di sekolah dengan situasi yang kayak gini. Gue mau ajak ngomong Anggun dulu, " balas Daniel.


"Gue ikut, " ujar Berlin.


"Enggak, lu harus pulang, " kekeh Daniel.


"Baiklah aku pulang, " balas Berlin agak kecewa.


"Ya sudah tuh mobilnya, " Daniel menunjuk sebuah taksi yang langsung ia berhentikan.


"Aku pulau yah, " pamit Berlin sambil masuk ke taksinya.


Saat Daniel akan berbalik ia malah bertabrakan dengan Sam yang entah kapan pria itu ada di sana, Daniel langsung menatap Sam, " Mau apa? " tanya Daniel.


"Makin lengket banget lu sama dia, " sindir Sam tanpa menatap Daniel.


"Bukannya lu sendiri yah yang minta gue deket sama dia, salah emangnya? " tanya Daniel sinis.


"Enggak sih, cuman gue mau bilang satu hal sama lu. Yang ada di hatinya Berlin itu cuman gue, " balas Sam sombong.


Daniel tersenyum sinis, " Gue tau kok yang ada di hatinya Berlin emang cuman lu doang, tapi gue yakin dia pada akhirnya akan jatuh cinta sama gue, " yakin Daniel.


"Semoga beruntung, " balas Sam sambil berjalan pergi dari sana.

__ADS_1


"Tunggu, " panggil Daniel.


Sam menghentikan langkahnya tanpa berbalik ke arah Daniel.


"Gue cuman mau bilang, kenapa sih lu gak sama Berlin aja. Gue tau kok lu juga suka kan sama dia? gue emang gak suka liat lu sama Berlin apalagi sampai mengikhlaskan kalian berdua. Tapi gue lebih gak suka kalau liat Berlin menderita, " jelas Daniel.


"Lu gak perlu tau alasannya apa, " Sam berbalik dan kembali berjalan mendekati Daniel.


"Ucapan lu emang bener sih, gue emang suka sama Berlin tapi kayaknya sampai kapanpun gue gak bisa sama dia, " sambung Sam.


"Kenapa? lu gak kasian liat Berlin menderita karena ulah lu? " tanya Daniel kesal.


"Buka karena itu, pokoknya gue punya alasan kenapa gue gak mau sama dia, lu gak perlu banyak tanya deh, " balas Sam sambil kembali meninggalkan Daniel.


"Sam, Sam jangan pergi dulu kenapa sih? gue kan belum selesai bicaranya, " panggil Daniel, namun sayang Sam tak berbalik atau terdiam untuk kembali mendengarkan ucapan Daniel.


Berlin masih berada di sana, tadi awalnya ia berniat untuk kembali ke kelas mengambil bukunya yang ketinggalan, tapi saat ia akan turun ia melihat Sam dan Daniel sedang bicara jadi ia malah menguping pembicaraan mereka.


"Pak aku gak jadi pulang deh, nih uangnya, " ucap Berlin yang tak jadi pulang.


Berlin langsung berlari mengejar Sam hingga akhirnya ia menemukan Sam di kelasnya, Berlin menghampiri Sam dengan nafas yang tak beraturan, Sam menahan tubuhnya Berlin agar tak terjatuh.


"Lu kenapa lagi sih? bukannya tadi lu pulang? " tanya Sam heran kenapa Berlin kembali berada di sekolah.


Di kelas itu saat ini hanya ada Mila, Della, Anggun dan kedua sahabatnya Sam yang saat ini mereka menatap ke arah Sam dan Berlin.


"Kenapa lu jahat sama gue? " tanya Berlin sambil menangis dan terduduk di lantai.


"Jahat apaan sih? " tanya balik Sam sambil berjongkok di hadapan Berlin.


"Kenapa lu gak bilang aja kalau sebenarnya lu juga suka sama gue? kenapa coba? mau nunggu aku mati dulu? " tanya Berlin tanpa menatap Sam.


"Siapa juga yang suka sama lu? " tanya balik Sam.


"Kamu gak usah usah bohong lagi sama aku bisa kan? aku tadi denger pembicaraan kamu sama Daniel di parkiran, " balas Berlin sambil menatap Sam dan menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Kenapa kamu gak bilang aja, kamu gak tau seberapa tersiksa nya aku? " sambung Berlin.


Sam memeluk Berlin, " Udah yah jangan nangis aku gak mau kamu kenapa-napa, " balas Sam hangat.


Berlin melepaskan pelukannya, " Jangan bilang kau memiliki sebuah perjanjian dengan Tuhan lagi? " tanya Berlin, Sam memang sejak dulu jika ingin sesuatu selalu di tukar kembali dengan sesuatu.


"Aku memang melakukannya, " balas Sam.


"Kenapa? Sam aku hampir putus asa hanya karena gara-gara kamu, " ucap Berlin.


"Bangun yah, gak enak di liat banyak orang, " Sam meminta Berlin untuk bangun.


"Sam sekarang aku udah lega, akhirnya aku tau perasaan kamu yang sebenarnya sama aku, " balas Berlin sambil duduk di kursi.


"Tapi-" ucapan Sam terpotong oleh Berlin.


"Udah yah, jangan bicara apapun lagi. Aku hanya ingin menikmati hari ini bersama kamu, " balas Berlin, namun tiba-tiba badannya melemas dan Berlin pingsan.


Sam panik lalu langsung membawa Berlin ke rumah sakit dengan bantuan kedua sahabatnya dan juga Anggun, walau bagaimana pun Berlin tetap masih sahabatnya.


Beberapa menit kemudian sampailah mereka semua di rumah sakit, mereka juga sudah memberikan kabar pada kedua orang tuanya Berlin, katanya kedua orang tuanya Berlin sedang dalam perjalanan menuju ke mari.


"Aduh gimana kondisinya yahh? " panik Bayu yang juga merasakan cemas sama seperti yang lainnya.


Sedari tadi Sam kerjaannya hanya mundar-mandir tidak jelas di depan pintu masuk ruang UGD, menunggu Berlin dengan gelisah. Beberapa saat kemudian dokter yang memeriksa Berlin keluar dari ruangan itu dan memberitahu kalau Berlin sudah sadar.


Tanpa menunggu apapun lagi Sam langsung masuk dan menggenggam tangan Berlin, "Tolong jangan tinggalkan aku lagi, aku gak mau kembali belajar hidup tanpa kamu, " ucap Sam.


Berlin tersenyum, " Tadi aku bermimpi kalau seseorang membawaku ke tempat yang indah, namun tiba-tiba sebuah cahaya kembali membawaku dan bilang padaku bahwa aku masih bisa hidup lebih lama di dunia ini, " balas Berlin pelan, karena masih lemas.


"Sam jangan pernah meminta dan menukar apapun lagi yah sana Tuhan, kalau meminta boleh saja tapi jangan menukarnya, aku gak bisa, " sambung Berlin.


"Aku tak akan melakukan hal itu lagi, " balas Sam setuju.


"Sam aku mau bicara sama Anggun boleh? " tanya Berlin.

__ADS_1


"Bentar yah aku panggil Anggun nya dulu, " Sam langsung memanggil kan Anggun.


__ADS_2