Kehilangan Mengajarkan Ku

Kehilangan Mengajarkan Ku
Sore Yang Indah


__ADS_3

Setelah mengambil kotak makanan kini mereka sudah siap makan di lapangan dengan yang lainnya. Berlin duduk di samping Sama dan juga Daniel. Setelah bersama Sam Berlin sempat melupakan Daniel beberapa saat, karena terlalu senang sepertinya.


"Oh iya aku sampai lupa, " ucap Berlin sambil menepuk kepalanya.


Berlin berbalik ke hadapan Daniel, " Sorry yah gue dari tadi cuek sama luh, gue lupa kalau lu udah jadi sahabat gue. Mau kan lu maafin gue? " mohon Berlin sambil memasang wajah memelas nya.


Daniel tersenyum dengan apa yang di lakukan Berlin padanya. Gadis yang benar-benar sangat polos dan menggemaskan, " Gak papa kok, aku mah udah sering gak di anggap sama orang. Jadi santai aja, " balas Daniel sambil membalas senyuman Berlin.


"Ah jangan bicara kayak gitu napa, aku kan jadi malu dan merasa bersalah, " ujar Berlin yang merasa bersalah kalah telah mengacuhkan Daniel yang saat ini sudah menjadi sahabatnya.


"Gak kok kamu gak salah, aku maafin kamu deh, " balas Daniel.


"Ah makasih yah Daniel ku yang baik hati, aku janji deh gak bakalan nyuekin kamu lagi, " janji Berlin.


"HM, " Sam berdecak sebal saat melihat Berlin asik bicara dengan Daniel.


Berlin langsung tersenyum ke arah Daniel lalu berbalik ke arah Sam, " Kenapa? kamu keselek? " tanya Berlin sambil menatap Sam.


"Ambilin minum, " titah Sam datar.


Berlin mengambilkan minum lalu membantu Sam untuk minum, dan kini acara makan mereka berjalan dengan lancar. Setelah makan hari sudah mulai sore dan para peserta di minta untuk beristirahat terlebih dahulu di tendanya masing-masing.


Namun Daniel, Sam, Bayu dan Jeremy malah berdiam di depan tenda yang di tempati oleh Berlin dan Anggun. Anggun dan Berlin juga berada di sana, mereka sedang menikmati sore hari ini.


Sam tidur di paha Berlin dengan mata yang masih menatap ke arah langit. Kali ini ia tidak peduli dengan apapun, bahkan dengan janjinya. Ia hanya ingin bersama Berlin dan menghabiskan waktu hanya berdua dengannya, rasanya rindunya selama ini mesti ia balas kan, walaupun dengan waktu yang tak lama.


Berlin mengelus rambut Sam dengan ragu, ia tidak mau mengganggu anak ini, " Kamu selama ini kemana aja? aku rindu sama kamu, " gumam Berlin pelan, namun Sam masih bisa mendengarnya dengan jelas.

__ADS_1


Daniel menatap tak suka pada mereka berdua, Anggun tau kalau misalkan Daniel tak suka dengan apa yang saat ini ia lihat. Anggun menarik Daniel agar pergi dari sana, gadis itu hanya tak mau Daniel semakin terluka melihat Berlin bersama Sam.


Sam berbalik menatap ke arah Berlin, " Aku sudah kembali, dan aku tidak akan pergi lagi, " balas Sam sambil bangun dan menghadapkan Berlin ke hadapannya.


"Lalu kenapa kau kemarin-kemarin pergi dari ku? " tanya Berlin dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Ada hal yang tak bisa aku ceritakan saat ini padamu, aku hanya bisa bilang apa yang ku lakukan kemarin-kemarin juga untuk mu, " balas Sam sambil menarik Berlin ke pangkuannya.


"HM ah, di kira kita cuman numpang lali yah di bumi ini, sampai-sampai di lupain gitu, " ledek Batu sambil menatap mereka dengan tatapan sinis.


"Diem lu, nanti gue kasih coklat deh, " ucap Berlin sambil menatap Bayu dengan tatapan tak suka.


"Gue juga mau kali, kan gue juga ikutan ada di sini, " timpa Jeremy yang ingin coklat juga.


"Iya aku besok kalau udah pulang dari sini aku kasih deh, " balas Berlin yang masih berada di pelukan Sam.


"Iya lah Sam terserah lu aja deh, lu mah emang selalu paling benar, " ledek Bayu.


"Berangkat dari sini yuk ah, nanti kita ganggu lagi. Eh tapi inget yah Berlin, coklat nya di tambah lagi yah, " pamit Bayu sambil menarik Jeremy untuk pergi dari sana.


Berlin tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah mereka, dan mereka berdua pun membalas lambaian tangan Berlin sebelum akhirnya mereka masuk ke tendanya untuk beristirahat.


Sementara itu di tempat lain Anggun sedang bersama dengan Daniel di deket tebing, mereka sedang memandangi kebun teh yang begitu luas.


"Lu suka kan sama Berlin? " Anggun yakin kalau Daniel suka pada Berlin.


"Kata siapa? " tanya balik Daniel tanpa menatap ke arah Anggun.

__ADS_1


"Kamu gak usah bohong deh, aku tau kok kalau misalkan kamu suka banget sama tuh anak. "


Daniel langsung menatap ke arah Anggun, " Lu tau dari mana? " tanya Daniel.


"Daniel, Daniel. Kamu pikir aku orang bodoh yang gak tau arti tatapan cinta lu pada Berlin, dari cara lu natap dia aja semua orang juga udah tau kalau lu suka sama Berlin, " balas Anggun sambil tertawa, ia benar-benar tidak tau kalau pria di sampingnya ini benar-benar bodoh jika bersangkutan dengan cinta.


"Benarkah? terus Berlin ya tau gak kalau aku suka? kalau dia tau gawat, " panik Daniel yang benar-benar tak mau Berlin tau tentang Perasaannya.


"Lu mah cowok tapi ke cewek, masa iya gak mau Berlin tau perasaan lu kayak gimana, " ujar Anggun.


"Gue cuman gak mau Berlin nanti mendadak benci sama gue kalau dia tau gue suka sama dia, " balas Daniel jujur, ia rasa Anggun perlu tau alasannya.


"Berlin tuh terlalu bodoh untuk menyadari cinta dari seseorang, jadi lu tenang aja dia gak bakalan tau kalau lu suka sama dia. Terkecuali ada orang yang bilang sama dia kalau lu suka sama dia, baru dia bakalan tau, " jelas Anggun, ia tau bagaimana Berlin.


"Jangan kasih tau dia yah gue mohon, " pinta Daniel sambil memohon pada Anggun.


Anggun menatap ke arah Sam membuat mereka bertatapan agak lama, namun tiba-tiba Anggun memalingkan tatapannya dan mendadak salah tingkah.


"Anggun, mau kan bantuin gue? " tanya Daniel kembali.


"Iya gue gak bakalan bilang sama dia, " balas Anggun tanpa menatap ke arah Daniel.


"Makasih Anggun ku, " ucap Daniel kegirangan sampai-sampai ia bahkan memeluk Anggun dengan sangat erat.


Tiba-tiba Daniel sadar akan perbuatan nya, " Sorry, sorry gue terlalu bahagia, " ucap Daniel minta maaf atas kelakuannya yang ia rasa kurang sopan.


"Gak papa kok, " balas Anggun sambil menggeleng dan menyilang kan tangannya.

__ADS_1


Kini Daniel menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal, suasana di sana mendadak menjadi canggung. Entahlah keduanya malah mendadak membisu tak ada ucapan yang bisa ia ucapkan saat ini, padahal di dalam otaknya sudah ada berbagai ucapan yang harusnya mereka keluarkan untuk kembali memulai percakapan.


__ADS_2