
Hari sudah kembali pagi, sinar matahari sudah menyinari bumi yang awalnya gelap tanpa sinarnya. Berlin, gadis itu sudah berada di sekolah bersama dengan Daniel yang tadi menjemputnya.
"Gimana? mau ke kelas sekarang? apa mau kemana dulu? " tanya Daniel sambil berjalan di Koridor sekolah berdampingan bersama dengan Berlin.
"Emmmm, kayaknya gue ke kelas aja lah, soalnya udah mau bel, " balas Berlin.
"Ya udah, kita pisah di sini, " ucap Daniel, karena kelas mereka berbeda.
"Ok, " balas Berlin sambil menatap Daniel dan tersenyum ke arah Daniel.
Berlin kini berjalan sendiri menuju kelas, namun tiba-tiba seseorang menyenggol nya, "Woy kalau jalan pake mata dong, " teriak Berlin kesal.
"Hey bodoh di mana-mana jalan tuh pakai kaki bukan pakai mata, mata itu buat melihat bukan buat jalan, " balas pria itu sinis.
"Ihhh terserah lu dah, " ucap Berlin yang berjalan mendahului pria itu.
"Eh tungguin, " teriak pria itu sambil mengejar Berlin.
"Eh, kok gue kesel yah liat mereka, " ucap Mila yang melihat Berlin bersama Sam barusan.
"Iya, makin hari makin deket aja, " setuju teman Mila.
"Ahhhhh gue khawatir, pangeran gue bakalan jatuh ke tangan si penyakitan itu, " lebay teman Mila satunya lagi.
"Gak usah lebay deh, dia punya gue, " ucapan Mila sambil meninggalkan kedua temannya itu.
"Ehhh tungguin Mila, " teriak kedua temannya sambil berlari mengejar Mila untuk menyeimbangkan langkahnya.
Di kelas Berlik sudah duduk di kursinya, namun tiba-tiba Sam datang ke meja Berlin sambil mengambil coklat dan beberapa snack yang ia temukan di mejanya. Di meja Sam memang selalu ada banyak makanan yang Fans nya belikan.
"Apaan nih? " tanya Anggun yang juga berada di samping Berlin.
"Buat kalian, " balas Sam datar.
"Tumben, " ujar Anggun sambil menatap Sam dengan tatapan selidik.
"Ya udah kalau gak mau, gue buang aja, " Sam kembali mengambil makanan itu untuk ia buang.
"Gak usah gak usah sayang tau. Main buang-buang aja, sini buat aku aja, lu itu emang gak punya hati yah, gak bisa ngehargai pemberian orang lain, " Berlin menarik tangan Sam dan mengambil makanan yang berada di tangannya Sam.
"Tau luh, untung aja gue gak suka sama orang kayak lu, " setuju Anggun.
"Gue gak peduli, " balas Sam datar.
"Gue juga gak tau kenapa harus suka sama orang yang gak punya hati kayak dia, bingung gue, " ucap Berlin sambil membuka salah satu snack nya.
"Udah ah, " ujar Sam sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Aneh tuh orang, " ucap Anggun sambil menatap kepergian Sam.
"Hy baru sadar kalau orang itu aneh? dari dulu juga emang aneh kali, " balas Berlin sambil memakan snack itu.
"Ah dari pada mikirin dia mending makan aja, " Anggun pun ikut membuka snack itu dan memakannya.
"Ternyata enaknya hidup jadi dia, tiap hari banyak banget yang kirim dia makanan, ada coklat mahal lagi, " ujar Anggun sambil mengambil salah satu coklat yang terlihat sangat menggoda.
"Kayaknya ini bukan dari Indonesia deh, " ucap Berlin yang juga melihat coklat itu.
"Kayaknya, buat gue yah, " pinta Anggun sambil memasang wajah memelas pada Berlin.
"Ambil aja, " balas Berlin.
Sementara itu di tempat Sam ia selalu menatap Berlin yang sedang bersama dengan Anggun, lengkungan indah di bibir Berlin mampu membuat hatinya tenang dan bahagia.
"Woy liatin apa sih? " tanya Jeremy yang melihat temannya ini malah melamun.
"Ganggu aja lu jadi orang, " balas Sam yang langsung menatap Jeremy dengan tatapan mengintimidasi.
"Jangan natap gue kayak gitu dong, " ucap Jeremy sambil mencoba menghindari tatapan Sam yang sangat membuatnya takut.
"Sam, " panggil Bayu.
"Apa? " tanya Sam yang langsung menatap Bayu.
"Ngapain lu kasih mereka semuanya sih? kita kan juga mau, " tanya Bayu.
"Iyalah, " balas keduanya berbarengan.
"Makannya beli, " ucap Sam sambil memalingkan tatapan nya dari mereka ke arah depan.
"Ah lu mah, gak asik, " kecewa Bayu sambil cemberut.
"Mau yang asik, temenan aja sono ama tempat karoke, kan asik, " balas Sam tanpa menatap mereka berdua.
"Ya ampun Sam. Eh kayaknya nanti bakalan ada pertandingan basket antar kelas yah? dan kalau ada yang menang bakal jadi wakil sekolah kita buat pertandingan antar sekolah, " ucap Jeremy.
"Iya, pertandingannya juga kan besok, " balas Bayu.
"Sam lu mau ikutan gak? tapi lu kayaknya harus ikutan deh, biar kelas kita menang, " ucap Jeremy.
"Gak ah males, " balas Sam malas.
"Ih Sam, masa iya sih gak mau ikutan? " tanya Bayu.
"Kalau enggak gimana, " balas Sam kekeh.
__ADS_1
Guru pun masuk ke kelas itu dan mengumumkan kalau hari ini lelas di bebaskan untuk mengadakan latihan basket, guru pun sebenarnya akan rapat pada hari ini.
Setelah selesai mengumumkan guru itu kembali ke kantor, sedangkan murid yang berada di kelas itu bersorak bahagia.
"Sam, lu ikut main basket yah! " pinta ketua basket di kelas itu, awalnya ketua basket itu adalah Sam namun ia mengundurkan diri entah karena apa.
"Gak, " balas Sam datar tanpa menatap pria di depannya itu.
"Sam lu mau gak kelas kita menang? " tanya pria itu kembali.
"Gue gak peduli, mau menang kek mau enggak kek, bukan urusan gue, " balas Sam jutek.
Sam berdiri dan berniat meninggalkan kelas itu, Namun tiba-tiba Berlin melempar pria itu menggunakan bukunya tepat pada punggung Sam. Anggun pun tersenyum bahagia melihat ini, karena ia kagum Berlin bisa seberani itu pada Sam.
Sam menghentikan langkahnya lalu berbalik dan menatap Berlin yang berada tepat di belakangnya, " Apa lu? " tanya Berlin.
"Eh harusnya gue nanya mau apa lu? lempar gue, " tanya balik Sam.
Berlin berjalan agar lebih dekat dengan Sam, "Sombong banget sih lu jadi orang, sampai-sampai gak mau ikutan pertandingan basket? " tanya Berlin sinis.
"Terserah gue dong, " balas Sam.
"Hey lu gak mau banggain kelas kita? " tanya Sam.
"Gak, gak ada untungnya juga, " balas Sam.
"Ya ampun Sam, tega ya luh, " ucap Berlin sambil menggelengkan kepalanya.
"Gini deh, gue mau ikutan Basket tapi dengan satu sarat, " ujar Sam sambil mengangkat sebelah alisnya dan menampilkan senyum liciknya.
"Apa emangnya? " tanya Berlin.
"Lu harus mohon dulu sama gue, " balas Sam sambil tersenyum kemenangan.
"Tapi-tapi, " ucapan Berlin terbata-bata.
Saat Berlin menatap ke arah yang lainnya, mereka memohon pada Berlin untuk memohon pada Sam karena harapan kelas ini hanyalah Sam. Dari dulu pun Sam terkenal akan ketua Basket yang hebat.
"Baiklah-baiklah, " Berlin menarik nafasnya dalam-dalam.
"Sam ku yang ganteng, aku mohon ikutan yah. Aku akan dukung kamu dengan sepenuh hati dan jiwaku, aku akan berteriak paling kencang nanti, " sambung Berlin sambil menampilkan ekspresi imutnya.
Sam tersenyum melihat itu, Sedangkan Berlin kembali memasang wajah datar, " Udah kan? " tanya Berlin.
"Baiklah, gue tunggu janji lu tadi, " balas Sam sambil berjalan meninggalkan Berlin dan yang lainnya.
"Tungguin gue, " teriak kedua sahabatnya sambil berlari mengejar Sam.
__ADS_1
"Makasih yah, " ucap kapten basket itu sambil memegang kedua tangan Berlin.
"Iya sama-sama, " Berlin melepaskan kedua tangan pria itu lalu mengajak Anggun untuk pergi ke kantin.