Kehilangan Mengajarkan Ku

Kehilangan Mengajarkan Ku
Akhir Yang Indah (END)


__ADS_3

Hari sudah mulai pagi dan pada hari ini Berlin pulang bersama dengan Sam, karena ia akan pergi ke suatu tempat paling bersejarah dalam hidup mereka terlebih dahulu. Tempat dimana awal mula cerita ini bisa terjadi, yaitu di sebuah taman yang berada di dekat danau air mata dewa.


Setelah perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampailah di taman itu, mereka sudah duduk di kursi taman yang menghadap ke arah Danau.


"Rasanya perkenalan kita baru di mulai kemarin, aku gak nyangka kalau pada akhirnya kamu memang menepati janjimu, " ucap Berlin sambil menatap ke arah depan.


Sam menatap Berlin, " Pria akan menjadi pria yang sempurna ketika ucapannya bisa di pegang baik-baik, " balas Sam.


"Aku percaya padamu sekarang, " ucap Berlin sambil memeluk tangan Sam dan menyenderkan kepalanya ke pundak Sam.


Sementara di tempat lain Daniel sedang berbahagia juga dengan Anggun, karena ibunya Daniel baru saja selesai melakukan operasi. Dokter menyatakan operasinya berjalan dengan lancar, dan ibunya Daniel akan segara sadar dalam beberapa jam lagi.


Mendengar ucapan kalau operasinya sudah selesai dan berakhir saja itu sudah membuat Daniel bahagia, sedangkan Anggun ikut bahagia atas semua ini.


Daniel dan Anggun langsung masuk ke ruang rawat ibunya, " Bu, ibu yang kuat yah, " ucap Daniel sambil memegang tangan ibunya dengan kedua tangan.


"Ibumu pasti kuat, kamu yang sabar yah, " timpa Anggun sambil mengelus lengan Daniel.


"Makasih yah, udah mau nemenin aku, " ucap Daniel.


"Iya sama-sama, " balas Anggun.


Kali ini semuanya sedang berbahagia, namun kita juga harus ingat masalah hidup kita tak akan pernah berhenti sampai kita mati. Masalah akan datang dan pergi dengan bergantian, kita harus bisa menyelesaikan masalah kita kali ini dan mempersiapkan diri untuk kedepannya.


Setelah beberapa hari kemudian ibunya Daniel sudah membaik dan pertandingan final basket juga pada hari itu di undur, karena beberapa masalah yang terjadi di sekolah.


Pertandingan basket kembali mulai di hari berikutnya, dan di menangkan oleh tim Sam lalu keputusan untuk mempertandingkan yang menang malah di ubah. Menjadi pemain terbaik dari masing-masing kelas lah yang ikut perlombaan di luar sekolah pada hari ini.


Mereka adalah, Sam, Daniel, Miko, Fadil dan juga yang lainnya. Berlin dan Anggun sudah siap mendukung mereka, bahkan sampai membawa sepanduk untuk menyemangati kedua pria itu.


Hubungan Sam dan ayahnya pun sudah mulai kembali membaik, mereka sudah selayaknya keluarga lagi. Sedangkan penyakit jantung Berlin sudah mulai berangsur-angsur membaik, setelah hari itu Berlin benar-benar tak kena serangan jantung lagi.


Sedangkan ayahnya Daniel kemarin masuk penjara karena ketahuan telah mencuri sepeda motor.

__ADS_1


"Semangat Sammmm, " Teriak Berlin sambil tersenyum ke arah Sam yang sedang bersiap-siap.


"Daniel kamu juga harus semangat, " timpa Anggun yang tak mau kalah dengan Berlin.


"Pokoknya kamu harus semangat yah sayang, aku akan marah kalau kamu marah, " ucap Berlin.


Sam pun mengangkat kan jempolnya ke arah Berlin, " Aku pasti akan menang, " balas Sam.


"Kau lihat saja nanti, " sambung Sam.


"Baiklah Sam aku akan melihatnya dengan baik dan benar, " ucap Berlin sambil tersenyum.


"Mereka udah jadian yah? kok gue sedih banget sih? " tanya Karin pada temannya saat melihat Berlin dan Sam yang semakin dekat.


"Kayaknya sih emang udah, sama gue juga sedih banget, " balas Wulan.


"Emang kita tuh gak ada apa-apa nya sama Berlin, " ucap Karin kembali.


"Bagaimana langit dan bumi, " ujar Wulan.


Semakin hari sikap dan kelakuan Sam juga mulai berubah seperti dulu lagi, menjadi pria yang sangat periang dan juga ramah. Semua wanita semakin terpesona pada Sam, namun untuk kali ini mereka tak bisa terlalu dekat dengan Sam karena Sam kan sudah punya Berlin.


Bisa-bisa kalau terlalu dekat Berlin akan marah besar lagi, jadi untuk saat ini mereka hanya bisa mengagumi Sam dari kejauhan saja.


Setelah beberapa waktu kemudian pertandingan pun selesai dan di menangkan oleh Sam semua penonton dari sekolah yang sama dengan Sam langsung berteriak kegirangan.


"Ahhhhhh kita menang, " teriak Berlin sambil loncat-loncat dan memeluk Anggun.


"Lepasin gue gak bisa nafas nih, " balas Anggun yang tak bisa bernafas.


Setelah pertandingan dan pemberian piala selesai Anggun dan Berlin langsung menghampiri Sam dan Daniel yang sedang beristirahat di pinggir lapangan.


"Nih, " Berlin menyodorkan minuman pada Sam sambil duduk di samping Sam.

__ADS_1


"Makasih sayang, " balas Sam sambil mengacak-acak rambut Berlin manja.


"Berantakan yang, " ucap Berlin sambil kembali membereskan rambutnya.


"Biarin, kamu kan bagusan rambutnya berantakan, " balas Sam, setelah itu ia langsung minum.


"Iya kayak singa nanti, " ucap Berlin sinis.


Sam menutup botol minum itu lalu menyimpannya di samping, kini Sam merangkul Berlin, " Mau kayak apapun kamu aku tetep suka kok, " ucap Sam.


"Gak usah gombal, " balas Berlin sambil melepaskan rangkulan Sam.


"Sini duduk, " Daniel meminta Anggun untuk duduk di sebelahnya.


Anggun pun duduk di sebelah Daniel dengan hati yang canggung, jujur saja Anggun masih sangat amat canggung.


"Makasih yah udah mau semangati aku, " ucap Daniel.


"Iya sama-sama, " balas Anggun.


"Hey, gugup amat gue liatin, biasa aja kali. Kek sama siapa aja, biasanya juga kalian ribut mulu kan, " ucap Berlin yang melihat Anggun dan Daniel.


"Gue canggung tau gak, " balas Anggun.


"Biasa aja kali, gue sama dia aja biasa kok gak kayak kalian, " ucap Berlin sambil menunjuk Sam yang berada di sampingnya.


Setelah beberapa menit mengobrol mereka pun langsung pulang, dengan dua mobil yang berbeda dan dua tujuan yang berbeda. Hari sudah mulai sore, jadi mereka akhirnya memutuskan untuk pulang saja.


Ini memang adalah akhir cerita dari coretan ku ini, tapi ini bukanlah akhir cerita dari perjalan cinta mereka. Masih banyak yang harus mereka lakukan kedepannya, karena perjalan cinta itu akan semakin sulit jika berlanjut kembali.


Tak akan pernah hilang cerita apapun tentang mu, ribuan kalimat bahkan jutaan kata yang telah terucap manis dari mu. Telah tersimpan rapih dalam hatiku.


Berlin.

__ADS_1


Aku memang egois, tapi percayalah keegoisan ku ini ku lakukan demi yang terbaik untukmu.


Sam


__ADS_2