Kehilangan Mengajarkan Ku

Kehilangan Mengajarkan Ku
Semua Tentang Waktu


__ADS_3

Hari sudah mulai pagi matahari sudah bersinar di langit, menyinari bumi. Saat ini Berlin sudah bangun dari tidurnya bahkan sebelum matahari terbit, hari ini Berlin merasa bahagia karena semalam bisa berduaan dengan Sam.


"Anggun bangun, " teriak Berlin sembari menggoyangkan tubuhnya Anggun.


"Apaan sih? " bukannya bangun Anggun malam menutupi wajahnya menggunakan selimut dan membelakangi Berlin.


"Woy ini udah siang, lu mau di hukum sama panitia, " ucap Berlin sambil menarik selimut yang menutupi wajahnya Anggun.


"Ah lu mah, " balas Anggun sambil duduk di samping Berlin tanpa membuka matanya, rasanya matanya saat ini masih tak bisa di buka.


"Buka matanya, " ucap Berlin sambil membuka mata Anggun menggunakan kedua tangannya.


"Ah masih ngantuk tau, " balas Anggun yang kini sudah membuka matanya.


"Kamar mandi yuk, aku mau mandi sama pipis, " ajak Berlin.


"Yuk, " balas Anggun, kini mereka berdua berjalan keluar dari tenda menuju kamar mandi umum yang tersedia di arah barat lapangan perkemahan.


Sedangkan saat ini Sam sudah berada di depan tenda bersama dengan kedua temannya, di temani juga dengan secangkir susu coklat. Sam tidak suka kopi ia lebih suka coklat panas atau susu coklat.


"Sam gue suka dengan perubahan luh, " ucap Bayu sambil menepuk pundaknya Sam.


"Gue pergi dulu yah, " pamit Jeremy sambil berjalan meninggalkan mereka berdua di sana.


"HM, " balas Bayu sambil mengangkat tangannya.


Bayu kembali menatap ke arah Sam, " Gue dulu kasian sama Berlin, " ucap Bayu sambil memalingkan tatapannya ke arah depan.


Sam langsung berbalik pada Bayu, " Bukan cuman lu doang, gue juga sama. Tapi gue gak punya pilihan lain selain menjauhi dia, " balas Sam.


"Tapi kenapa lu sekarang berubah pikiran? " tanya Bayu tanpa menatap ke arah Sam, pria itu masih menatap kosong ke depan.


"Ada hal yang gak bisa gue ceritain sama siapapun termasuk sama luh, " balas Sam, ia rasa siapapun tak perlu tau alasan kenapa ia kembali bersama Berlin, atau kenapa ia dulu tidak bersama Berlin padahal dirinya sangat mencintainya.

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti. Tapi aku cuman mau bicara satu hal sama kamu, kemarin gue denger-denger kondisi Berlin makin parah, " ucap Bayu sambil kembali menatap Sam.


Sam ikut menatap Bayu sekilas sebelum akhirnya kembali menatap ke arah depan, " Gue juga tau itu, kemarin ibunya minta tolong sama gue buat deketin dia dan buat dia merasa nyaman lagi, " balas Sam.


"Jangan bilang itu alasan lu kenapa lu deket lagi sama Berlin? cuman karena lu di suruh sama ibunya doang? " tanya Bayu.


Sam tersenyum mendengar ucapan Bayu, " Itu bukan alasan gue deketin Berlin lagi, kalau itu alasan gue kembali mendekati Berlin lalu selama ini gue di paksa untuk jadi pacarnya gue bakal mau dong? " balas Sam.


"Iya juga sih, " ucap Bayu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


Bayu salah satu orang yang tau tentang kehidupan Sam, ia termasuk orang yang paling dekat dengan Sam. Ia juga sempat melihat Sam di marahi bahkan sampai di pukul oleh ayahnya hanya karena di paksa untuk kembali baik pada Berlin.


Lantas saat ini Sam hanya di minta dengan cara yang baik-baik Sam mau kembali bersama dengan Berlin.


Sam bangun dari duduknya, " Gue mau cari Berlin dulu, gue gak yakin kalau setelah pulang dari sini gue bakal deket lagi sama dia, " ucap Sam yang langsung berjalan meninggalkan Bayu yang sedang menatapnya.


Di posisi lain Daniel tak sengaja mendengar pembicaraan Bayu dan juga Sam, ia benar-benar tidak mengerti dengan pembicaraan mereka. Tapi ia tau kalau setelah pulang dari sini Sam berkemungkinan tidak akan mendekati Berlin lagi, ini adalah hal bagus untuk dirinya.


"Baiklah tidak papa sekarang Berlin bersama manusia itu, tapi setelah pulang dari sini Berlin akan kembali menjadi milik ku, " gumam Daniel kegirangan.


"Ya ampun Sam kamu bikin aku kaget aja, " ucap Berlin.


"Kamu dari mana aja? aku cariin kamu juga, " balas Sam yang khawatir dengan Berlin, ia takut kalau penyakitnya kembali kumat.


"Aku abis mandi ya ampun, " jawab Berlin sambil tersenyum.


"Gak usah terlalu lebay juga kali, " sindir Anggun sambil berjalan mendahului mereka.


Berlin tersenyum menatap kepergian Anggun ia tau kalau misalkan Sam memang agak terlalu lebay menghawatirkan nya.


"Udah pergi yuk, " Sam menarik tangan Berlin untuk kembali ke tendanya dan mempersiapkan alat-alat yang akan di bawa.


"Sam kamu udah mandi? " tanya Berlin.

__ADS_1


"Ya udahlah, emang aku kelihatan belum mandi? " tanya balik Sam tanpa menatap ke arah Berlin, pria itu terus saja menarik tangan Berlin.


"Gak cuman nanya aja, soalnya kamu mau mandi atau belum mandi juga tetep sama aja kayak gitu, " balas Berlin.


"Oh jadi menurut kamu aku ini gak ada perubahannya gitu, tetep jelek gitu maksud kamu? " tanya Sam sambil berdiri di hadapan Berlin.


"Bukan itu maksud aku, " balas Berlin, maksud pembicaraannya tidaklah ke sana.


"Terus maksud kamu apa? " tanya Sam dengan menampilkan wajah cemberut nya.


"Maksud aku kamu sama-sama ganteng, " balas Berlin sambil tersenyum.


"Ah kamu mah bohong, " ujar Sam sambil berjalan mendahului Berlin dan melepaskan tangannya Berlin.


"Ih jangan tinggalin aku napa sih, " ucap Berlin sambil berjalan mengejar Sam. Namun tiba-tiba dadanya terasa sangat Sakit membuat langkahnya terhenti.


"Berlin, " Sam berbalik dan melihat Berlin sudah memegang dadanya. Sam berjalan menghampiri Berlin dan menopang tubuhnya.


"Kamu kenapa? " tanya Sam khawatir.


"Sakit, " balas Berlin meringis kesakitan.


"Ya udah, " Sam menggendong Berlin ke tendanya dan menidurkan Berlin di sana.


"Kamu jangan ikut lintas alam yah? " pinta Sam yang tidak mau Berlin kenapa-napa.


"Gak mau aku tetep bakalan ikut, lagian aku udah gak papa kok, " balas Berlin sambil menampilkan wajah tidak papa.


"Jangan bohong sama aku, " ucap Sam yang tau kalau Berlin masih kesakitan.


"Sam, aku mohon jangan larang aku, aku gak tau sampai kapan aku bisa menikmati hidup ku lagi. Aku gak tau sampai kapan aku bisa melihat semua ini lagi, jadi tolong jangan larang aku, " pinta Berlin sambil memasang wajah memelas di hadapan Sam.


"Baiklah tapi kalau kamu udah ngerasa capek kamu bilang aja sama aku, " pasrah Sam, akhirnya pria itu memperbolehkan Berlin mengikuti acara lintas alam.

__ADS_1


"Makasih, " ucap Berlin kegirangan, " Sam boleh gak aku peluk mau, " pinta Berlin malu-malu.


"Sini, " Sam merentangkan tangannya pertanda ia memperbolehkan Berlin memeluknya. Mereka berdua pun saling berpelukan dan memberikan kehangatan, rasanya kerinduan mereka berdua selama ini terasa terbalaskan sedikit demi sedikit.


__ADS_2