Kehilangan Mengajarkan Ku

Kehilangan Mengajarkan Ku
Mulai Cemburu


__ADS_3

Berlin kembali bangun berkat bantuan Sam, setelah itu Sam membawa Berlin ke kelasnya dan mendudukkan Berlin di kursinya karena kursi yang di tempati Sam jaraknya dekat dari pintu keluar sedangkan bangku Berlin agak jauh.


"Mau minum? " tanya Sam yang masih cemas.


"Enggak, udahlah lagian aku gak papa tau, " balas Berlin yang merasa tak kenapa-napa.


"Tapi gue masih was-was tau, " ucap Sam yang masih benar-benar takut.


"Gue gak papa Sam, lu tenang aja. Ini udah biasa tau gak buat gue, " balas Berlin sambil tersenyum.


"Ya udah deh, " baru saja Sam menutup mulutnya Daniel dan yang lainnya datang lalu mereka langsung duduk di samping Berlin dan menghawatirkan Berlin.


"Lu gak papa kan? " tanya Daniel cemas sambil memegang kedua pipi Berlin.


"Aku udah gak papa kok, " balas Berlin sambil melepaskan pegangan Daniel dari pipinya.


"Untung deh, " lega Daniel sambil memeluk Berlin dengan erat.


"Lepasin ihhh, " Berlin mencubit perut Daniel.


"Sakit, " balas Daniel sambil melepas pelukan dan memukul Berlin perlahan.


"Ihhh kamu jahat, " ujar Berlin sambil membalas pukulan Daniel sambil tertawa.


"Dasar kamu ini yahhh, aku pukul kamu lagi nihhh, " ancam Daniel bercanda.


"Ahhh udah ahhh, " balas Berlin sambil menatap tajam Daniel.


"Baiklah, " ucap Daniel sambil tertawa.


Sam menatap kedekatan mereka dengan tatapan tajam, entah kenapa ia kesal dengan apa yang saat ini ia lihat di sampingnya. Padahal sejak dulu kan ini yang Sam inginkan bukan? tapi kenapa Sam tidak bahagia melihat hal ini.


Jujur saja Anggun pun tak suka melihat pemandangan ini, entah ada apa juga. Anggun malah tak suka melihat semua ini, padahal ia juga harus bahagia karena sahabatnya bahagia.


Sam berdiri lalu langsung menarik Bayu dan Jeremy dari sana untuk ikut dengannya, Bayu dan Jeremy merasa di tarik paksa oleh pria itu. Mereka di seret oleh Sam, sedangkan yang lainnya hanya dapat tertawa melihat apa yang Sam lakukan.


"Tuh anak kenapa? " tanya Daniel yang pura-pura tak tau apa sebenarnya yang Sam rasakan. Pada nyatanya Daniel memang sengaja melakukan hal barusan di depan Sam, hanya untuk membuat pria itu cemburu saja.


"Ahhh tadikan aku ke sini buat ngomong sama Sam, gara-gara kalian aku jadi lupakan bicara sama Sam. Tapi ya udahlah lupain, " ucap Berlin yang kelupaan apa tujuan ia mengejar Sam.


"Kalian tau dari siapa aku di sini? " tanya Berlin sambil menatap Anggun dan Daniel bergantian.

__ADS_1


"Tadi anak-anak bilang katanya kamu pingsan di depan kelas, " balas Anggun agak aneh.


"Ouh, aku kira kalian tau dari siapa, " ucap Berlin.


"Tapi yah tadi mereka bilang katanya kamu di peluk sama Sam, beneran? " tanya Anggun sekalian membuat Daniel cemburu.


"Iyah, ahhhh pokoknya tadi tuh Sam romantis banget. Kalian gangguin aja, aku kan mau berduaan sama Sam, " balas Berlin sambil menatap mereka berdua dengan tatapan kecewa.


"Tuh dia yang langsung lari ke arah kelas, " ucap Berlin sambil menunjuk Daniel.


Berlin langsung menatap Daniel dengan tatapan mengintimidasi, " Lu nanti kalau tau gue lagi sama Sam jangan di ganggu yah? Awas aja lu kalau gangguin lagi! " ancam Berlin.


Ternyata dia masih suka sama pria itu, memang akan susah sih bila tandingannya adalah dia. Gumam Daniel yang ternyata merasa sedikit kecewa dengan apa yang Berlin katakan.


"Iyah deh, " balas Daniel malas.


"Makasih yah, " ucap Berlin sambil merangkul pundaknya Daniel dan Anggun.


"Kalian memang sahabat ku yang terbaik, " sambung Berlin kegirangan.


"Eh pindah tempat yuk, ini bangkunya Sam, " Berlin mengajak mereka pindah.


"Nanti pulang sekolah kalian jangan dulu pulang yah, " pinta Daniel sambil menatap Berlin sama Anggun dengan wajah memohonnya.


"Emangnya mau apa? " tanya Anggun sinis.


"Nanti pulang sekolah gue mau latihan basket, kalian tonton yah, " balas Daniel.


"Ok, " balas Berlin singkat dengan mata yang fokus ke arah makanan.


"Iya deh, geu mau, " Anggun juga ingin melihat Daniel main.


Di kantin Sam dan yang lainnya sedang menikmati minuman dengan wanita-wanita yang memandangi Sam dengan tatapan suka. Namun sedari tadi tatapan Sam kosong dan kebanyakan melamun saja.


"Sam lu kenapa sih? " tanya Bayu sambil menatap Sam.


Sedangkan pria itu hanya menatap Bayu dan Jeremy dengan tatapan datar, lalu kembali memalingkan tatapan nya ke arah lain.


"Eh ni anak kenapa sih? " tanya Jeremy pada dirinya sendiri, sepertinya percuma bertanya pada Sam tak akan di jawab.


"Kayaknya lagi mikirin Berlin yang makin hari makin deket sama Daniel kayaknya, " sindir Jeremy sambil tertawa kecil pada Bayu.

__ADS_1


"Kayaknya sih gitu, " balas Bayu yang setuju dengan ucapan Jeremy barusan.


"Sam kalau Berlin nya sama orang lain sama aku aja gak papa kok, " teriak Della dari meja sebelah sambil menatap Sam.


"Mimpi, " balas Bayu membantu Sam menjawabkan pertanyaan Della.


Sam hanya menanggapi ucapan Della dengan tatapan datarnya saja.


"Ihhh beneran tau, aku mah kan sebelah dua belas sama Berlin mah, " ucap Della kembali sambil mengibaskan rambutnya untuk tebar pesona.


"Ihhh Najisss, " balas Bayu sambil memalingkan tatapan nya dari Della.


"Dell lu sama penjaga sekolah aja sana, kan dia juga jomblo kayak lu, " timpa Jeremy sambil tertawa.


"Ihhhh gak mau tau, maunya kan sama Sam, " balas Della.


"Iya kan Sammmm, " Sambung Della kembali sambil memberikan kedipan genitnya.


Semua yang melihat kelakuan Della langsung merinding dan memutar pola matanya malas, tapi tidak dengan Sam ia hanya terdiam dengan wajah yang masih datar.


"Sam ke Roftoop yuk, " ajak Bayu yang malas berada di kantin.


"Kenapa lu tiba-tiba mau ke sana? " tanya Jeremy curiga ada yang Bayu sembunyikan.


"Gue ngeri sama Della, dari tadi liatin kita mulu. Takut di gigit gue, " balas Bayu perlahan.


Tanpa menjawab ucapan kedua temannya Sam tiba-tiba berdiri dan berjalan mendahului mereka menuju Roftoop.


"Kebiasaan deh kesukaannya ninggalin mulu dah, " ucap Bayu sambil menatap kepergian Sam.


"Cepetan mau ikut gak? " Jeremy menarik baju Bayu.


"Ihhh lepasin, dari tadi gue di tarik-tarik mulu kek apaan coba, " balas Bayu sambil melepaskan tarikan Jeremy.


"Ok, " balas Jeremy sambil melepaskan tarikannya.


"Sam sayang kamu mau pergi kemana? " tanya Della dengan lantang.


"Ihhh orang gila, " balas Bayu sambil berlari untuk menyeimbangkan langkanya bersama dengan Sam.


Di ikuti oleh Jeremy yang juga berlari mengejar Sam, sampai akhirnya mereka kini berjalan berdampingan menuju Roftoop sekolah. beberapa menit kemudian sampailah mereka di sana dan langsung duduk di sebuah sofa tua yang entah kenapa ada di sana.

__ADS_1


__ADS_2