Kehilangan Mengajarkan Ku

Kehilangan Mengajarkan Ku
Aku Memang Mencintai Dia


__ADS_3

"Sam udah deh jangan ngelamun mulu ngeri gue liatnya, " ucap Bayu sambil memandangi Sam.


"Apaan sihhh? kalau ngeri bisakan gak usah di liatin, " balas Sam sinis.


"Tapi kan tetep mata ini selalu tertuju sama lu, ternyata gue ngerasain apa yang cewek-cewek itu katakan juga, " ucap Bayu sambil memegang dadanya.


Jeremy yang berada di samping Bayu langsung bangkit dan menatap tak percaya pada Bayu.


"Kenapa sih luh? " tanya Bayu yang melihat kelakuan Jeremy.


"Lu suka sama Sam? " tanya balik Jeremy.


"Gila kali lu yah? massa iya gue suka sama cowok. Gue masih waras tau, " balas Bayu ngegas.


"Terus tadi lu kan bilang katanya ngerasain apa yang cewek-cewek itu rasain, berarti lu suka dong sama Sam, kan mereka suka sama Sam, " ucap Jeremy.


"Ehhh **** bukan itu maksud gue, " balas Bayu sambil memukul Jeremy yang **** itu.


"Terus apa dong maksudnya? " tanya Jeremy.


"Maksudnya mata gue ini selalu mau natap Sam, sama kayak wanita-wanita yang juga gak bisa ngalihin matanya dari Sam, " jelas Bayu.


"Ouh gitu, " ucap Jeremy yang kembali duduk di samping Bayu dan merangkul pundaknya Bayu sambil tersenyum.


"Gue pikir lu suka sama dia, " Sambung Jeremy kembali.


"Ihhh enggak yah, " balas Bayu sambil melepaskan rangkulan Jeremy.


"Pulang yuk, " ajak Sam sambil berdiri.


"Ehhh tungguin jangan ninggalin kita lagi bisakan? " balas Bayu sambil menarik pakaian Sam agar pria itu tak jalan duluan.


Setelah itu mereka langsung berjalan secara berdampingan menuju kelas untuk mengambil tas mereka masing-masing, tapi di perjalanan Sam melihat Daniel yang sedang main basket. Lalu matanya tak sengaja menatap Berlin yang sedang menunggu Daniel di pinggir lapangan sambil memegang botol minuman.


"Kenapa lagi sih nih anak? " tanya Bayu pada Jeremy sambil berbisik.


"Kerasukan hantu cinta, " balas Jeremy sambil tertawa.


"Kayaknya sih gitu, tapi gue heran sama dia. Kan si Berlin ini jelas-jelas suka sama dia tapi kenapa dia malah nolak Berlin, giliran Berlin sama orang lain dia marah. Anehhhhh, " ucap Bayu yang merasa aneh pada Sam.


"Sama gue juga, " balas Jeremy yang juga satu pemikiran dengan Bayu.


"Sam mau pulang atau mau tetep di sini sampai subuh? " tanya Bayu.

__ADS_1


"Kita mau pulang nih, " timpa Jeremy.


"Mau pulang, " balas Sam datar sambil kembali melanjutkan perjalanannya.


Hingga sampailah mereka di kelas, Sam langsung mengambil tasnya lalu kembali meninggalkan kelas itu bersama yang lainnya.


"Sam nanti sore nongkrong di kafe yuk? lagi mah menenangkan hati dan pikiran ku nih, " ajak Bayu.


"HM, " balas Sam datar.


"Ok, lu mau ikut gak? " tanya Bayu pada Jeremy.


"Boleh deh, kebetulan gue juga lagi mau main bosen di rumah terus, " balas Jeremy yang juga mau ikut ke kafe.


"Di kafe biasa yah, abis ashar okey, " ucap Bayu sambil tersenyum.


"Iyah, " balas keduanya berbarengan.


Sementara itu Berlin pun melihat Sam yang sedang berjalan menuju parkiran bersama dengan kedua temannya, " Anggun, mereka kayaknya mau pulang yah? " tanya Berlin sambil menatap Sam.


"Kayaknya sih gitu, " balas Anggun sambil fokus melihat Daniel yang sedang latihan.


"Kenapa mesti pulang sih? aku kan masih mau sama Sam, " ucap Berlin sedih.


"Ya kali kan lu pembantunya gitu, " canda Berlin.


Anggun langsung menatap Berlin dengan tatapan sinis, " Bisa aja lu kalau ngomong, " balas Anggun.


"Eh gue liatin dari tadi lu ngeliat Daniel mulu, " ucap Berlin sambil menatap genit Anggun.


"Apaan sih? enggak tau gak, " balas Anggun sambil memalingkan wajahnya yang sudah memerah.


"Ahhhh masa sih? muka lu aja udah merasa banget tuh, " goda Berlin sambil mencolek tangan Anggun.


"Enggak, " kekeh Anggun.


"Alah gak usah bohong sama gue deh, tapi gak papa kalau misalnya lu gak mau ngakuin ini sekarang sama gue. Tapi suatu saat nanti ucapan gue bakalan jadi kenyataan lu tenang aja, " balas Berlin sambil menepuk Anggun.


Masih terlalu tak mungkin itu terjadi jika kau tidak bersama yang lain, Daniel begitu mencintai mu sampai tak akan sadar kalau yang sebenarnya mencintai dirinya adalah aku. Cuman Anggun sambil tersenyum.


"Cie yang senyum-senyum sendiri mikirin gebetannya, " goda Berlin.


Daniel melambaikan tangannya ke arah mereka dan dengan cepat Berlin mengangkat tangan Anggun untuk membalas lambaian tangan Daniel, Anggun tersenyum kecil melihat Daniel yang sedang tersenyum ke arahnya.

__ADS_1


"Semangat Daniel di sini ada yang nungguin kamu cepetan, " teriak Berlin.


Daniel tersenyum mendengar ucapan Berlin, ia menganggap Berlin lah yang sedang menunggunya. Padahal Berlin mengatakan itu untuk Anggun yang memang sudah menunggu Daniel sedari tadi.


"Aku akan segera kembali, " balas Daniel yang kembali melanjutkan pertandingannya.


"Udah kali natap nya, " ledek Berlin pada Anggun yang sepertinya benar-benar terpesona melihat Daniel bermain basket.


"Apaan sih Berlin? lu bikin gue malu aja barusan, " balas Anggun malu.


"Malu juga tetep seneng kan? " tanya Berlin.


"Ya iyalah seneng banget malahan, " balas Anggun sambil memeluk Berlin.


"Ahhhh temen gue bucin nihhh, " ucap Berlin.


"Lu gak bakalan rebut dia dari gue kan? " tanya Anggun sambil menatap Berlin.


Berlin tertawa mendengar hal itu, " Jangan gila deh, ngapain juga gue rebut dia dari lu. Lagian ni yah lu tau kan gue sukanya sama siapa? " balas Berlin.


Andai lu tau kalau sebenarnya Daniel sukanya sama lu bukan sama gue, gumam Anggun dalam hati sambil menatap Berlin.


"Gimana nanti sore kita pergi ke kafe? untuk pendekat sama Daniel sekalian kita nongkrong aja gitu, " usul Berlin.


"Ya udah yuk, lagian gue juga udah bosen tinggal di rumah mulu, " balas Anggun setuju dengan aja kan Berlin.


Setelah beberapa menit berlalu Daniel pun selesai latihan basket, ia kini sudah duduk di dekat Berlin dan Anggun, tadi Anggun memberikan minum pada Daniel lalu Daniel pun menerimanya dan langsung meminumnya sampai tandas.


"Sore kita ke kafe yuk, " ajak Anggun pada Daniel.


"Ngapain?" tanya Daniel sambil menatap Anggun dan Berlin bergantian.


"Nongkrong aja gitu, " balas Anggun.


"Boleh deh, " setuju Daniel.


"Ya udah kita pulang yuk, udah selesaikan main basket nya? " tanya Berlin.


"Udah, " balas Daniel.


Mereka bertiga langsung berjalan menuju parkiran hari ini Berlin di antarkan pulang oleh Daniel, selama di perjalanan pulang Berlin dan Daniel sama sekali tak mengobrol sepertinya mereka berdua sama-sama terjebak dalam pikirannya masing-masing.


Sedangkan Anggun pulang sendirian dengan mengendarai mobilnya, senyuman di wajahnya hari ini benar-benar ceria. Walaupun Daniel suka pada Berlin, tapi ia tetap bisa tenang karena Berlin memang tak suka pada pria itu jadi ia masih punya kesempatan untuk mendapatkan cinta Daniel kapanpun itu.

__ADS_1


__ADS_2