Kehilangan Mengajarkan Ku

Kehilangan Mengajarkan Ku
Latihan Basket


__ADS_3

Berlin, Anggun dan Daniel sudah berada di kantin. Mereka tengah makan siang sambil menatap ke arah lapangan, dimana Sam sedang main Basket untuk besok.


"Gak latihan lu? " tanya Anggun sambil menatap Daniel.


"Enggak, mau nanti pulang sekolah, " balas Daniel sambil memainkan sedotan yang berada di gelas minumannya.


"Lu mau ikut pertandingan basket besok? " tanya Berlin yang langsung memalingkan tatapannya pada Daniel.


"Iyalah, berarti besok kita adalah musuh, " balas Daniel sambil tersenyum.


"Ya iyalah musuh, masa iya gue mau dukung lu, " ucap Berlin sambil menatap sinis Daniel.


"Karena kita beda kelas, maka terpaksa gue juga harus dukung Sam. Si pria brengsek itu, " setuju Anggun sambil menepuk pundak Daniel.


"Gue sih gak terpaksa, tapi gue emang bakalan dukung Sam, " ucap Berlin sambil kembali menatap Sam.


Tatapan Berlin berpapasan dengan tatapan Sam yang juga menatap ke arahnya, rambut, pakaian dan badannya saat ini sudah basah karena keringat yang terus bercucuran. Hembusan dan tarikan nafas membuat Sam terlihat sangat menggoda, di tambah keringat yang bercucuran dari rambutnya membuat wanita yang berada di pinggir lapang.


Hampir pingsan di buatnya, mereka yang berada di pinggir lapang bahkan rela panas-panasan hanya untuk melihat Sam, mereka pun sampai merelakan waktu makan siang mereka.


"Ahhhhh Sam ku. "


"Ayo Sam semangat. "


"Aku akan selalu mendukungmu, walaupun kau adalah lawan kelasku, aku tidak peduli hal itu Sam ku. "


"Ahhh pangeranku. "


"Aku akan membawa mu pulang dan memajang wajah indah mu di kasur ku. "


"Sam kau membuatku hampir gila. "


"Sam aku bahkan hampir mati hanya dengan melihatmu kembali main basket, " Kira-kira begitulah teriakan orang-orang yang menyukai Sam.


Walaupun masih banyak ucapan yang mereka berikan pada Sam, namun Sam tetap tak peduli dengan ucapan dan teriak mereka. Sam kembali bermain basket setelah awalnya ia menatap Berlin cukup lama.


"Woy, ngapain sih? " tanya Anggun yang melihat Berlin melamun.


"Gak, " balas Berlin datar.


"Mau ke pinggir lapangan gak? " tanya Anggun.


"Ngapain? " tanya Daniel.


"Bukan nanya lu, " balas Anggun sinis.


"Ngapain? " tanya Berlin sambil menatap Anggun dengan tatapan malas.


"Liat Sam lah, " balas Anggun.

__ADS_1


"Dih ngapain gue liat dia? " tanya Berlin sinis sambil memutar bola matanya dengan malas.


"Kasih dia minum, emangnya lu gak kasihan liat dia kecapean? " balas Anggun.


"Gak ah, males, " ucap Berlin.


"Beneran nih gak mau? " tanya Anggun sambil sedikit menggoda Berlin.


"Ngapain kasih dia minum? dia tuh masih punya kaki buat jalan dan ngambil minum, lagian di pinggir lapangan banyak tuh yang mau ngasih Sam minum, " timpa Daniel yang tak suka kalau Berlin kembali dekat dengan Sam.


"Apaan sih? kenapa jadi lu yang sewot? " tanya Anggun sambil menatap Daniel.


"Emang kenyataan kayak gitu kan? " balas Daniel.


"Eh kenapa? gak boleh Berlin kasih dia minum, cemburu lu kalau Berlin kasih Sam minum? " tanya Anggun sambil tersenyum sinis dan memalingkan tatapannya.


"Eh gak yah, gue cuman kasihan aja kalau nantinya minum yang Berlin kasih gak Sam minum, " balas Daniel.


"Udah, kalian nih gimana sih? malah ribut mulu, " Berlin yang sudah pusing mendengarkan keributan mereka langsung melerainya.


"Dia tuh yang mulai duluan, " balas Anggun sambil menunjuk Daniel.


"Eh dia tau yang mulai duluan, " timpa Daniel yang tidak Terima di salahkan oleh Anggun.


"Elu, " balas Anggun sambil menatap Daniel.


"Hey, kalian ribut lagi gue pulang nih, " teriak Berlin.


Mereka berdua pun langsung terdiam dan menutup mulutnya sambil menatap Berlin dengan tatapan berdosa.


"Iya maaf deh, " balas Anggun sambil memelas.


"Ya udah ke perpustakaan aja yuk, " ajak Berlin.


"Yuk, " setuju keduanya sambil berjalan menuju perpustakaan.


"Gue cuman mau ingetin kalian berdua lagi ni yah, jangan banyak berantem mulu. Nanti kalian jodoh loh, " goda Berlin sambil tersenyum kecil.


"Gue? jodoh sama dia? " tanya Anggun sambil menunjuk dirinya dan Daniel yang berada di samping kanan Berlin.


"Kagak akan mungkin, lagian kalau iya juga gue gak mau kali, " sambung Anggun sambil tersenyum sinis dan menatap tajam Daniel sekilas.


"Gue juga gak mau kali, " balas Daniel yang juga tak mau.


"Berlin, " panggil seseorang di lapangan.


Berlin dan kedua temannya itu langsung berbalik dan mencari asal suara tersebut, sedangkan semua murid sudah berteriak histeris.


Tanpa banyak bicara Berlin langsung berlari ke lapangan dan meminta yang lainnya membawa Sam ke ruang UKS secepatnya, Daniel yang melihat itu benar-benar masih yakin kalau Berlin masih mencintai Sam.

__ADS_1


Setelah Berlin berada di ruang UKS menunggu Sam yang sedang di periksa oleh guru dan juga anak PMR.


"Sam kenapa pak? " tanya Berlin cemas.


"Dia hanya kelelahan saja, sepertinya Sam belum makan deh, " balas guru tersebut yang selesai memeriksa Sam.


Berlin berjalan menghampiri Bayu, Jerawat, Anggun dan Daniel yang sedang duduk di pinggir ruangan itu.


"Sam kenapa? " tanya Berlin yang sudah berada di depan Bayu.


"Tadi tuh dia lagi main basket, tapi tiba-tiba dia malah diem aja. Terus pingsan deh, " balas Bayu.


"Gitu doang? " tanya Berlin.


"Emangnya mau gimana? " tanya balik Bayu.


"Kali aja ada terusannya, " balas Berlin yang kembali berjalan menghampiri Sam.


"Anak aneh, " gumam Jeremy.


"Dia emang udah aneh dari lahir, gue juga gak ngerti kenapa dia dulu malah jadi sahabat si Sam, " balas Bayu yang mendengar ucapan Jeremy.


Sam sudah mulai membuka matanya perlahan-lahan, tanpa di sangka Berlin bukannya bertanya tentang keadaanya Sam saat ini. Wanita itu malah memarahi Sam sambil menatap Sam dengan tatapan tajam dan kesal.


"Hey makannya kalau mau main basket atau berangkat sekolah tuh makan dulu kenapa sih? " ucap Berlin tanpa titik koma.


"Lu mah aneh? masa iya gue baru sadar udah di marahin aja, " balas Sam lemas.


"Abisnya lu bikin gue kesel aja, " balas Berlin.


"Kesel apa khawatir? " Goda Sam sambil tersenyum.


"Au ah gelap, " balas Berlin.


"Nih, makanan buat kamu. Jangan sampai gak kamu makan, " sambung Berlin sambil menyimpan makanan yang tadi ia ambil dari kantin.


"Makasih, " balas Sam, pria itu langsung duduk dan mengambil makanan yang Berlin beli untuknya.


"Kenapa lu harus gak makan sih? " tanya Berlin.


"Tadi buru-buru, " balas Sam sambil makan.


"Ya apa susahnya sih makan dulu aja, telat dikit mah gak papa kali. Lagian biasanya juga lu mah bolos, " ucap Berlin sinis.


"Berlin, jangan banyak bicara yah gue pusing nih, dengar lu bicara mulu, " balas Sam.


"Ya udah deh kalau emang lu gak mau gue ada di sini, " Berlin berdiri dan berniat meninggalkan Sam.


Namun Sam menarik tangannya dan membuat Berlin duduk di sampingnya, " Gue cuman minta lu buat diam bukan pergi, " ucap Sam dingin.

__ADS_1


__ADS_2