Kehilangan Mengajarkan Ku

Kehilangan Mengajarkan Ku
Mulai Terjadi Salah Paham


__ADS_3

Hari sudah kembali pagi pada hari ini Berlin sudah berada di sekolah di antar oleh Sam, entah ada apa tadi pagi Sam datang ke rumah untuk menjemput anak itu. Tapi di sekolah Sam malah bersikap jutek pada Berlin, saat ini Berlin sedang berada di pinggir lapangan bersama dengan Anggun.


"Eh lu tadi merhatiin Daniel gak? " tanya Anggun sambil menatap Berlin.


"Daniel? emangnya dia kenapa? " tanya balik Berlin yang tak sadar dengan apa yang terjadi pada Daniel.


"Ih dari pagi tuh yah, dia sama sekali gak fokus. Gue tanya aja kebanyakan ngelamun, kayaknya dia lagi punya masalah deh, " jelas Anggun yang merasa Daniel hari ini berbeda.


"Ya lu tanya aja dia kenapa, apa susahnya coba? " balas Berlin.


"Ya udah deh nanti gue tanya Daniel aja, " ujar Anggun.


"Sekarang kita fokus aja sama permainannya, lu do'ain supaya kita menang, " ucap Berlin semangat, ia sudah tidak sabar melihat Sam bermain.


"Iya deh iya, " balas Anggun sambil mencoba tak memikirkan Daniel, tapi otaknya tetap memikirkan perubahan Daniel hari ini. Jujur saja ia tak bisa bohong pada hatinya kalau saat ini ia sedang cemas memikirkan Daniel.


Tak biasanya pria itu seperti hari ini, biasanya Daniel adalah orang yang ceria dan tak lupa tersenyum namun pagi ini Daniel malah lebih sering terdiam dan melamun.


Pertandingan nya akan segera di mulai, pertandingan ini di mulai dari kelas Sam dan juga kelas IPS 5. Mereka sudah bersiap di tempatnya.


"Ayok Sam semangat, " teriak Berlin di ikuti oleh yang lainnya.


"Iya Sam semangat, jangan sampai Kelas kita kalah hanya gara-gara lu, " timpa yang Anggun.


Beberapa menit berlalu pertandingan pertama di menangkan oleh Sam, saat ini Sam sedang duduk di pinggir lapang dengan teman-temannya. Sedari tadi Sam selalu menatap ke arah Berlin begitu pun sebaliknya, Berlin juga selalu memandangi Sam.


"Ahhhhhh liat deh, Sam dari tadi liatin aku mulu, " teriak Berlin kegirangan.


"Gak usah kepedean deh, kan cewek di sekitar lu banyak. Siapa tau aja bukan sama lu, " balas Anggun malas.


"Ahhh lu bisa aja bikin gue jadi kecewa lagi, " ucap Berlin yang merasa ucapan Anggun ada benarnya juga.


"Jangan terlalu berharap makannya, " balas Anggun.


"Iya deh iya, " ucap Berlin yang berdiri dan pergi dari sana.


"Lu mau kemana? " tanya Anggun sambil menatap Berlin yang menjauh dari pandangannya.

__ADS_1


"Mau mandi, " balas Berlin sinis.


"Dasar temen gak ada akhlak, " teriak Anggun kesal.


Berlin berjalan menuju kamar mandi tapi di perjalanan ia melihat Daniel yang sedang terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu hal. Berlin berjalan menghampiri Daniel dan duduk di sebelah Daniel sambil menatap Daniel.


"Lu kenapa? gak biasanya lu kayak gini? " tanya Berlin.


Daniel kaget atas kedatangan Berlin dengan tiba-tiba itu, " Kok lu ada di sini sih? " tanya balik Daniel.


"Yeh gue nanya juga lu kenapa, malah balik nanya luh. Kenapa? ada masalah apa? siapa tau kan gue bisa bantu, " tanya Berlin serius.


"Gue lagi bingung cari uang kemana lagi, nyokap gue harus segera di operasi sedangkan gue belum punya uangnya, " balas Daniel sambil mengeluh.


"Berapa emangnya? " tanya Berlin penasaran dengan nominal uang itu.


"Sekitar 200 juta, " balas Daniel.


"Banyak banget, gimana yahhh? gue juga bingung kalau kayak gini, " ucap Berlin kaget sambil membulatkan matanya.


"Gini deh nanti aku coba bicara sama papah, siapa tau aja ada, " ucap Berlin sambil memegang tangan Daniel.


"Gak usah, nanti ngerepotin kamu. Lagian kalau emang ada juga aku gak tau bayarnya pakai apa, " balas Daniel yang tak mau merepotkan Berlin.


"Gak papa kok, tunggu nanti aja yahhh, " ucap Berlin sambil tersenyum dan memeluk Daniel.


"Kamu yang sabar aja yah untuk saat ini, aku yakin ibumu pasti kuat, " sambung Berlin sambil mengelus pundak Daniel.


Setelah beberapa menit berpelukan Berlin langsung melepaskan pelukannya lalu pergi ke kamar mandi, sedangkan Daniel bersiap-siap menuju lapangan untuk bertanding Basket.


Tanpa mereka ketahui ada dua pasang mata yang tadi melihat kejadian itu, namun sayangnya mereka hanya melihat kejadiannya bukan mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi.


"Gue gak nyangka Berlin ternyata bermain gila di belakang ku, " sinis Anggun sambil melipat kedua tangan nya di dada.


Sementara itu Sam hanya bisa terdiam sambil berdiri di samping Anggun, ia pun melihat apa yang Anggun lihat. Sepertinya mereka berdua sudah mulai salah paham dengan kejadian barusan.


"Gue beneran gak percaya dengan apa yang gue liat, gue pikir Berlin tuh lugu dan baik ternyata pikiran gue salah, " ucap Anggun sekali lagi sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


Tanpa menanggapi ucapan Anggun Sam berjalan meninggalkan tempat itu menuju ke arah teman-temannya kembali, mereka duduk di kantin.


"Sam tungguin gue, ikut tau gak, " teriak Anggun sambil berlari mengejar Sam.


Sampailah mereka di kantin, sepertinya Anggun tidak bersemangat untuk menonton pertandingan Daniel kali ini. Ia sudah terlanjur kesal dengan apa yang tadi ia lihat.


"Muka kalian berdua kenapa sih? " tanya Bayu sambil menatap Sam dan Anggun bergantian.


"Diem gue lagi kesel nih, " balas Anggun sinis.


"Ihhh jadi cewek galak amat sih luh, " timpa Jeremy.


"Biarin, " Balas Anggun ketus.


"Lu semua bisa diem gak, lagi pusing nih, " bentak Sam.


"Baiklah-baiklah kita berdua akan diam, " balas Jeremy sambil memegang lengan Bayu dan menutup mulutnya.


"Bagus, " ucap Anggun sambil memutar bola matanya malas.


"Ini semua tuh gara-gara lu tau gak, coba aja kalau lu gak jutek dan dingin sama Berlin. Pasti dia gak bakalan sama Daniel, " Anggun menyalahkan Sam atas kejadian ini.


"Lu kalau mau ikutan berisi gak udah ada di hadapan gue, " balas Sam ketus sambil menatap sinis Anggun.


"Kenyataan nya tau gak, " kekeh Anggun yang beranggapan ini adalah salahnya Sam.


"Gue gak peduli kali mereka mau pacaran atau enggak, itu bukan urusan gue, " balas Sam mencoba tak peduli. Tapi raut wajahnya benar-benar tak bisa ia sembunyikan, kalau pada dasarnya ia memang tak suka.


"Jangan bohong sama gue, dari tatapan sama raut wajah lu tuh ketahuan kali kalau lu cemburu, " ucap Anggun.


"Bay, kayaknya ini masalah hati deh, " bisik Jeremy tepat di telinganya Bayu.


"Iyah masalah cinta, seru nih kalau udah kayak gini, gue yakin ini bakalan viral kalau gue posting, " balas Bayu kegirangan.


"Ehhh jangan mau mati lu? " tanya Jeremy.


"Iya juga sih, bisa-bisa gue mati di makan si Sam, " balas Bayu sambil tertawa menertawakan keributan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2