Kehilangan Mengajarkan Ku

Kehilangan Mengajarkan Ku
Aku Kembali Belajar Melupakanmu


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, ini sudah hari senin dan setelah libur sekolah di hari minggu kemarin kini semua murid kembali ke sekolahnya untuk melakukan aktivasi seperti biasanya.


Berlin pergi sekolah dengan Daniel, tapi orang tuanya Berlin meminta Daniel untuk pergi bersama Berlin dan menjaga Berlin di sekolahnya. Orang tua Berlin percaya kalau Daniel adalah orang yang sangat mencintai Berlin, terlihat dari tatapan dan perhatiannya.


Mereka saat ini sudah sampai di sekolah dan mulai berjalan masuk ke dalam sekolah, setelah itu saat mereka mengobrol bersama Berlin melihat Sam lewat di sampingnya.


Berlin berhenti di hadapan Sam sambil tersenyum, Sam juga menghentikan langkahnya, " Makasih yah untuk hari-hari kemarin, aku tau itu memang singkat. Tapi aku tetap senang kok, " ucap Berlin sambil menatap Sam hangat.


Sedangkan San hanya menatap Berlin dengan tatapan dingin, " Anggap aja itu mimpi indah lu, " balas Sam sambil melanjutkan jalannya.


Namun lagi-lagi Berlin berdiri di depan Sam, "Aku belum selesai ngomong, mulai sekarang aku sudah memutuskan untuk tak akan pernah ganggu kamu lagi. Maaf kalau rasaku selama ini membuat mu terganggu, " lanjut Berlin.


Tatapan Sam mulai berubah saat mendengar ucapan Berlin kalau Berlin akan menjauhi dirinya, ia rasa itu sangat membuat hatinya sakit. Padahal ini yang ia inginkan selama ini, tapi mendengar langsung dari Berlin rasanya sangat menyakitkan.


"Dulu aku bukan hanya siap mencintai mu, tapi aku juga siap untuk di sakiti. Tapi ternyata tersakiti itu lelah yah? Dan sekarang aku sudah mulai berada dalam titik terlelah dalam hidupku, jadi aku tak akan menganggu mu lagi, jadi tolong jangan datang lagi, " Sambung Berlin sambil menarik tangan Daniel untuk pergi dari sana.


Sam mendadak tak bisa melangkahkan kakinya, ini sangat sakit untuknya.


"Maaf untuk saat ini aku harus menutupi semua ini, aku hanya ingin yang terbaik untukmu saja, " gumam Sam dalam hati, setelah beberapa detik menatung Sam kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas.


Semua wanita di kelas sudah menyambut kedatangan Sam dengan hangat, Berlin yang sedang duduk di kursinya hanya bisa menatap Sam dari jauh. Ia sebenarnya tak tau harus melupakan Sam dengan cara apa, tapi daripada tidak berusaha sama sekali, ia lebih ingin mencoba terlebih dahulu.


Sam duduk di kursinya sambil terdiam, jujur kata-kata Berlin masih terdengar jelas di telinganya, ia tak tau kalau rasanya akan sesakit ini.


"Sam bengong aja luh, " ucap Bayu yang berada di sebelah bangkunya sambil menatap Sam.


"Biasa sedang punya masalah percintaan dia," Timpa Jeremy sambil tertawa.

__ADS_1


"Berisik lu semua, " balas Sam cuek.


"Dih, jangan marah-marah nanti lu cepet tua loh, " ucap Bayu sambil menunjuk wajahnya Sam.


"Gak papa, gue ini, " balas Sam acuh tanpa menatap Mereka berdua.


"Yeh lu mah, " ujar Keduanya sambil ikut memalingkan tatapannya dari Sam, karena bel sekolah berbunyi di barengi dengan masuknya seorang guru yang akan mengajar di kelas ini.


Sam sedari tadi terus memandangi wajahnya Berlin, entahlah saat ini ia hanya ingin melihat wajah gadis itu. Rasanya tenang sekali kalau Sam sudah menatap Berlin, apalagi kalau Sam sudah lihat Berlin tersenyum.


Ia yakin kalau Berlin masih bisa bahagia tanpa dirinya, ia tau kalau Berlin masih bisa tersenyum walau tanpa dirinya.


Berlin saat ini sedang bercanda dengan Anggun, Anggun tau kalau saat ini Berlin sesang banyak pikiran. Ia hanya tak mau membuat sahabatnya ini jadi drop kembali karena terlalu memikirkan masalah hidupnya.


"Berlin, nanti pulang sekolah ke kafe yuk, kita ngopi-ngopi di sana. Sama si Daniel juga, " ajak Anggun.


"Iyah kayaknya seru juga tuh, " setuju Berlin yang merasa itu memang akan sangat menyenangkan.


Kini mereka mulai melanjutkan kembali aktivitas belajarnya, mendengarkan apa yang guru jelaskan di depan sana.


Setelah beberapa jam kemudian bel istirahat berbunyi dan pelajaran kali ini di hentikan, lalu guru meninggalkan kelas itu untuk pergi ke kantor, sedangkan murid-muridnya di persilahkan untuk keluar kelas.


Berlin dan Anggun sudah berjalan menuju kantin, kebetulan di jalan ia bertemu dengan Daniel dan langsung saja mengajak Daniel ke kantin untuk makan siang. Saat ini mereka sudah berada di kantin, mereka juga sudah memesan makan siang mereka.


"Daniel nanti pulang sekolah ke kafe yuk, " ajak Anggun sambil menatap Daniel.


"Kayaknya bakal seru juga nih, boleh deh, " balas Daniel setuju.

__ADS_1


"Kamu mau ikut juga? " tanya Daniel sambil menatap Berlin yang sedang makan.


Berlin langsung membalas tatapan Daniel, "Iya aku mau ikut, " balas Daniel.


"Ya udah nanti kita ke kafe, tapi pulangnya jangan kemalaman yah, " ujar Daniel.


"Eh bambang, emangnya kita ke kafe mau tidur? ngapain juga lama-lama di sana sampai malam segala, kita cuman mau ngopi-ngopi yah, " balas Anggun yang merasa ucapan Daniel itu benar-benar tidak berpendidikan.


"Yah gue pikirkan mau sampai malam di sana, ya kali aja kan, " ujar Daniel sambil cengengesan dan menatap Berlin.


Berlin pun ikut tersenyum kecil melihat Daniel dan Anggun bercanda, sebenarnya Berlin sangat ingin menyatukan mereka. Berlin rasa Daniel dan Anggun kalau bersama akan menjadi pasangan yang sangat cocok, itu akan sangat mengagumkan.


"Eh kalian, " panggil Berlin sambil menghentikan terlebih dahulu makan siangnya.


Daniel dan Anggun langsung menatap Berlin.


"Kalian kenapa gak jadian aja sih? udah cocok tau, " ucap Berlin sambil tersenyum ke arah mereka.


Makanan yang berada di mulut mereka mendadak keluar mendengar ucapan Berlin barusan, mereka langsung segera minum untuk mengobati tersendatnya.


"Lu ngada-ngada kalau ngomong, " ucap Anggun sambil menatap kesal Berlin karena telah berbicara seperti itu.


"Tau luh, bikin kita kaget aja. Kita berdua itu gak cocok tau gak, " timpa Daniel sambil membereskan makanan yang berantakan di meja makan.


"Kalau emang gak ada apa-apa tenang aja kali, gak usah marah, " balas Berlin yang kembali meneruskan makan siangnya.


"Dasar luh, " ujar Anggun yang juga kembali melanjutkan makannya.

__ADS_1


"Asal lu tau, gue utu sebenernya suka sama luh bukan sama Anggun. Tapi gue takut ngungkapin perasaan gue saat ini, gue takut lu malah bakalan benci sama gue, " gumam Daniel sambil kembali melanjutkan makannya.


Di tempat lain ada sepasang bola mata yang sedari tadi memperhatikan mereka, orang itu senang sekaligus sedih melihat mereka bertiga. Sebenarnya ia ingin ada di antara mereka, namun ia tak bisa, ia sudah terlalu janji pada Tuhan untuk tak melakukan hal ini.


__ADS_2