keikhlasan cinta kayla

keikhlasan cinta kayla
suara hati


__ADS_3

deg..


pertanyaan andika seketika membuatku diam mematung tampa ada satu kata yang terucap, aku hanya bisa menundukkan kepala tampa tau harus berbuat apa, lidah ku keluh seperti di ikat sehingga tidak bisa di gerakkan sedikitpun, entah berapa lama suasana menjadi hening karena pertanyaan yang di lontarkan andika, mila yang tadinya cerewet karena kelaparan sepertinya dia juga merasa gelisah dan ikut dalam keheningan, sampai kemudian andika memulai pembicaraan yang sempat tertunda beberapa menit lalu


"kay, aku tidak memaksa, hanya saja aku butuh jawaban" ucapnya memecah keheningan


"aku butuh waktu untuk berfikir dik" jawabku lirih


"baiklah, aku akan menunggu" ucapnya lagi dengan penuh harap


"terima kasih"


"sama-sama, "jawabnya dengan memperlihatkan senyum yang nampak sedikit di paksakan


***

__ADS_1


matahari kini sudah berada di ufuk barat dengan warnanya yang kuning kemerah-merahan membuat warna langit sangat indah, tepat 17:30 aku sampai di rumah setelah melalui setengah jam perjalanan sehabis makan bakso di warung pak jono dengan mila dan andika dari luar pintu masuk kulihat bunda sedang duduk melamun di sofa ruang tamu, wajahnya nampak cemas entah apa yang ada dalam pikiran nya aku tak bisa menebaknya, perlahan tapi pasti ku langkahkan kaki tuk menghampiri bunda yang nampaknya sudah menyadari kedatangan ku


"assalamualaikum bun.. " ucap ku memberi salam


"waalaikum salam, kay sini dulu bunda mau bicara" sambil menepukkan tangan kanannya pada sofa kosong di sebelahnya pertanda memintaku untuk duduk di sampingnya


"ada apa bun? " tanya ku penasaran


"kay.. bunda cuma mau bilang kalau kamu mau menolak perjodohan ini bunda tidak apa-apa, itu terserah kamu hanya saja ini bukan keinginan bunda ini semua amanat dari ayah mu sebab dia ingin yang terbaik untuk mu" ucapnya lugas


"maksud bunda apa" tanya ku semakin penasaran


deg.... rasanya aku seperti tersambar petir


"apa? " tanya ku kaget, bagaimana mungkin aku menikah secepat ini bahkan dengan seseorang yang belum aku kenal bahkan belum pernah ketemu sekalipun, ini di luar nalar ku, aku hanya berbicara dengan nya sekali itu pun lewat handphone, bagaimana aku bisa hidup bersama dengan orang yang tidak aku sukai "berontak ku dalam hati"

__ADS_1


"bunda tidak memaksa kay, tapi jika kamu setuju seminggu lagi rayhan akan kesini melamar mu secara resmi" ucap bunda


"melamar? " tanya ku kaget


"iya, mumpung om nya rayhan ada di sini, kamu kan sudah tau kalau rayhan itu yatim piatu.


iya muhammad rayhan maulana adalah anak dari om hendra dan tante rima, orang tua rayhan yang tak lain adalah sahabat ayah waktu SMA meraka yang selalu mensupport ayah dalam masa-masa sulitnya sampai ketika om hendra dan tante rima mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan keduanya meninggal dalam kecelakaan, sejak saat itulah ayah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan menjaga rayhan dengan baik mungkin karena itulah ayah menjodohkan aku dengan rayhan, itu sedikit kisah tentang rayhan yang aku tahu dari tante dinda pas terakhir dia berkunjung ke rumah


"iya, dan sesudah itu kalian akan langsung mempersiapkan pernikahan, semua ada di tangan kamu kay


dengarkan suara hati kamu" ucap bunda sambil menunjuk ke bagian dada sebelah kiriku tepat di hati dan jantung ku berdetak


"kasih kayla waktu bun.. ini masih terlalu dini buat kayla pahami" pinta ku pada bunda


"pilih lah pilihan hatimu kay, jangan dengarkan orang lain tapi dengarkan lah suara keikhlasan dari dalam hatimu agar kamu tidak menyesal" nasehat bunda

__ADS_1


"baik bun, kayla pasti akan memilih yang terbaik dan sesuai isi hati kayla" ucapku sambil meneteskan air mata dan bunda langsung memeluk erat tubuhku seakan takut akan kehilangan ku.


bersambung....


__ADS_2