keikhlasan cinta kayla

keikhlasan cinta kayla
cemburu kah


__ADS_3

sepertinya mentari sedang cerah sama seperti hatiku yang lagi riang karena hal-hal kecil yang di lakukan rayhan terhadap kucing yang baru kami ambil dari jalanan itu, baru kali ini ku lihat seorang laki-laki yang begitu perhatian dengan hewan entah kenapa aku sangat merasa bahagia, entahlah ini sifat aslinya atau cuma cari perhatian? aku juga tidak tau yang ku tau aku sangat bahagia dengan perhatiannya dari mulai mengobati, membelikan kandang, membelikan makanan khusus kucing bahkan lengkap dengan semua peralatan untuk merawat hewan.


"bolehkah aku yang memeliharanya" tanya ku pada rayhan


"memang bisa" jawabnya balik bertanya


"kamu meragukan ku? " tanya ku lagi kesal


"sama sekali tidak nona" jawabnya sambil tersenyum mengejek


"lalu? "


"sudahlah, mari kita makan saya sudah lapar" ajak nya sambil melangkah kearah restoran yang ada di dalam mall


sedang aku hanya bisa pasrah dan mengikutinya dari arah belakang sambil menggendong moci


"silahkan duduk" perintahnya sambil menarik kan kursi untukku


"terimakasih" ucapku lirih


"pelayan" panggil rayhan kepada salah satu pelayan restoran dan tak lama kemudian pelayan itu menghampiri kami yang sedang duduk di pojok restoran


"mau pesan apa mas" tanya pelayan itu dengan sopan


"kamu mau pesan apa? " tanya rayhan pada ku


"heem.. ayam geprek dan jus mangga" jawabku

__ADS_1


"samakan mas" perintah rayhan kepada pelayan itu yang di jawab dengan anggukan oleh pelayan sambil mencatat lalu pergi meninggalkan kami berdua


"kenapa? " tanya ku heran


"maksudnya? " tanya rayhan balik


"samaan? "


"belajar merasakan hal yang sama" ucapnya tenang seperti tak ada apa-apa


sedang aku hanya bisa kebingungan mendengarkan ucapannya,


tak lama kemudian pelayan yang tadi datang membawa buku catatan kini datang kembali dengan nampan di tangan nya lengkap dengan pesanan yang tadi aku dan rayhan pesan


"selamat menikmati' ucap pelayan itu ramah, dan mendapat senyuman dari rayhan


"اللهم بارك لنا فيما رزقتنا وقينا عذاب النار"


"silahkan" ucapnya lagi


sedang aku hanya mengangguk menurutinya


karena sudah kelaparan kami pun langsung memakan makanan yang sudah kami pesan tadi, ku perhatikan rayhan sangat lahap dia sama sekali tidak malu atau canggung terhadap ku


berbeda dengan ku yang sedikit nervous saat bersamanya apa lagi makan bareng seperti ini.


"rayhan" sapa seorang wanita yang kini sedang berdiri di dekat meja tempat kami makan

__ADS_1


"iya" jawab rayhan sambil menoleh pada wanita yang menyapanya itu


"apa kabar? " tanyanya akrab


"baik" ucap rayhan sambil menarik kan kursi untuknya pertanda menyuruh wanita itu untuk duduk bersama kami


"lama tidak berjumpa" ucap wanita itu lagi membuatku penasaran siapakah dia


namun aku hanya bisa terdiam melihat keakraban mereka yang nampaknya sedang asik mengobrol sehingga melupakan keberadaan diriku di antar mereka


"2 tahun" ucap rayhan lagi pada wanita itu semakin membuatku penasaran,


(apakah dia mantan pacarnya) tanya ku dalam hati, tapi kenapa aku perduli mau siapapun wanita itu aku tidak ada hubungannya" ucap ku pada diriku sendiri


"kamu masih ingat dengan jelas" kata wanita itu


"tidak ada alasan untuk melupakannya" ucap rayhan semakin membuat rasa penasaran ku memuncak, (begitu berkesan kah? sehingga rayhan tidak bisa melupakannya?) pikir ku


"kamu masih kesal? " tanya wanita itu lagi


"tidak" jawab rayhan dengan santainya


tapi kenapa aku yang gelisah memikirkan siapa wanita itu


ada apakah dengan ku?


kenapa aku ingin sekali mengetahui siapa dia dan apa hubungannya dengan rayhan? apakah aku sudah mulai cemburu?

__ADS_1


ah.. tidak mungkin aku hanya penasaran saja ( ucapku menenangkan hati ku sendiri) .


bersambung...


__ADS_2