
setengah jam berlalu kini aku dan mila sudah memasuki halaman rumah sakit yang letaknya tak jauh dari resto tempat ku tadi dan mila menghilangkan rasa bosan itu
"mil...! apakah dia baik-baik saja?" tanya ku pada mila karena aku belum sempat menanyakan kabarnya pada bunda tadi di telfon
"udah kamu tenang saja, mending kita langsung ke kamarnya" ucap mila sambil mengajak ku berjalan memasuki rumah sakit
"maaf mbak dimana kamar pasien atas nama muhammad rayhan maulana?" tanya mila pada salah satu resepsionis rumah sakit
"bentar ya mbak saya lihat dulu" ucap nya ramah
"udah kamu jangan khawatir gitu santai saja" ucap mila menenangkan ku
"maaf mbak, kamar atas nama muhammad rayhan maulana terletak di lantai dua kamar melati" ucap resepsionis pada ku dan mila yang sedang berdiri di depannya
"baik mbak, terima kasih" ucap mila kembali ramah
"ayo kay kita langsung kesana, bunda pasti sudah ada di sana" ajak mila pada ku dan di ikuti oleh ku
tak butuh waktu lama untuk sampai di kamar yang kami tuju, kini kami sudah ada di depan pintu kamar rayhan pria yang menjadi calon suami ku itu
__ADS_1
rasanya berat untuk melangkahkan kaki ku kedalam karena memang aku dengan rayhan belum lah saling kenal seperti pasangan yang lainya kita hanya bertemu hanya beberapa pertemuan dan itupun biasanya acara formal jadi pastinya kita jarang mengobrol
dan ada rasa canggung saat bertemu
cleekkkk
ku buka pintu kamar rumah sakit yang di dalamnya terbaring orang yang akan menjadi imam ku
"assalamualaikum" ucap ku dan mila berbarengan
"waalaikum salam" ucap rayhan serta bunda dan kayra yang sudah terlebih dahulu sampai di rumah sakit
"kakak lama banget sih, lihat tuh bang rayhan ga ada yang ngurus" ucap kayra membuatku sedikit memerah karena malu
sedang rayhan hanya tersenyum memandang wajah ku yang sebentar lagi akan berubah seperti kepiting rebus
"udah ah tatap-tatapannya" ucap mila menyindirku dan rayhan yang memang dari tadi saling curi pandang namun tak saling menyapa " untung saja kamu lagi ray kalau ga udah aku hajar kamu karena udah buat kayla nunggu kabar dari kamu" ucap mila lagi membuatku semakin malu karena kejujuran mila
"benarkah itu? " tanya rayhan seperti tak percaya namun penuh harap
__ADS_1
"iya benar dong bang, kak kay kan suuu..." ucap kayra yang langsung dapat pandangan mematikan dari ku sehingga dia tidak berani meneruskan kata-katanya
"sudah-sudah kalian ini ada-ada saja" ucap bunda melerai percekcokan antara kayra dan mila dan aku tentunya
"nak ray karena kondisimu tidak sehat dan kaki mu patah, sebaiknya pernikahannya kita tunda saja dulu sampai kondisimu membaik" ucap bunda pada rayhan
"tapi kan bun bukannya itu tanggal permintaan ayah ya? " tanya kayra pada bunda
sedang aku hanya terdiam menunggu jawaban rayhan dan bunda
"Tanggal itu tidak penting ra yang penting itu semua orang bahagia, dan untuk membuat semua bahagia kesehatan itu penting" ucap bunda pada kayra
"bagaimana kay apa kamu setuju sama bunda?" tanya bunda pada ku dan aku hanya dapat menganggukkan kepalaku pertanda aku setuju
"kalau bang rayhan giman? setuju ga?" tanya kayra pada rayhan
"abang nurut saja sama calon istri dek" ucap rayhan santai seketika membuat ku malu
bersambung.....
__ADS_1