keikhlasan cinta kayla

keikhlasan cinta kayla
menyentuh hati


__ADS_3

pagi ini matahari tak seperti kemarin sinarnya sedikit terhalang awan mendung sepertinya dia juga merasakan kegelisahan yang ku alami


pelan namun pasti ku langkahkan kaki ku menuju taxi berwarna biru langit yang sudah terparkir sejak 5 menit yang lalu karena hari ini aku ada janji dengan tante dinda di restoran miliknya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat ku tinggal


kurang lebih 20 menit aku sudah sampai di restoran tante dinda dan ku lihat dari kaca luar nampak perempuan dengan gaun berwarna navy sedang asik menata bunga di sudut ruangan yang tak lain perempuan itu adalah tante dinda


"assalamualaikum tante" ucap ku memberi salam


"waalaikum salam kay, kamu sudah datang? " jawab tante dinda sambil mencium pipi kiri dan kanan ku


"baru saja sampek tan" jawab ku


"sini duduk, ada apa kamu kok ingin ketemu tante" tanya tante dinda nampak seperti orang penasaran


"aku mau tanya tentang rayhan tan" jawab ku sedikit malu


" rayhan? kenapa dengan rayhan? " tanya nya


"tidak ada apa2 tan, cuma sebelum aku mengambil keputusan aku ingin mengenalnya terlebih dahulu" jawab ku


"ooo, rayhan adalah laki-laki yang baik kay, dia pendiam tapi perhatian, dia ramah dan sopan yang terpenting dia menghormati wanita serta dia tidak pernah memaksakan kehendaknya" papar tante dinda


"terus kenapa dia ingin melaksanakan perjodohan ini tan? " tanya ku penasaran


"mungkin dia ingin membahagiakan almarhum kedua orang tuanya, tapi tante juga kurang tau masalah itu"


"kenapa dia tidak menemui ku tan? padahal rencana pertunangan nya kan lusa? " tanya ku lagi

__ADS_1


"lebih baik kamu tanya langsung pada rayhan kay, tante tidak punya jawaban atas pertanyaan kamu" pinta tante dinda


"tapi tan? " ucapku


"sudahlah kay, biar nanti tante bilang ke rayhan untuk menghubungi mu" ucap tante dinda menyela pertanyaan ku yang belum sempat ku utarakan


"baiklah tan, kalau begitu kayla pamit dulu" ucapku pada tante dinda


"hati2 kay"


"assalamualaikum" pamit ku sambil mencium punggung tangan tante dinda


"waalaikum salam" jawab tante dinda sambil mengelus kepala ku


***


dreett.. dreett


dering hp ku mengagetkan ku yang dari melamun memikirkan jawaban untuk andika, ku lihat layar hp tapi tidak ada nama tertera di sana hanya nomer yang nampaknya tidak asing lagi tapi aku lupa nomer siapa itu, tak ingin berfikir lama langsung kuraih hp ku dan ku jawab panggilan tampa nama itu


"assalamualaikum" terdengar suara yang nampaknya pernah kudengar tapi di mana? tanya ku dalam hati


"waalaikum salam, maaf ini siapa" tanya ku penasaran karena aku memang benar lupa


"maaf jika saya mengganggu kamu, ini saya rayhan" jawabnya


"oh, maaf saya lupa" jawabku sedikit kikuk setelah mendengar nama rayhan

__ADS_1


"tidak apa2, tapi apakah saya mengganggu kamu? " tanya nya


"tidak, ada apa memangnya" tanya ku balik


"tante dinda sudah menceritakan semuanya kepada saya tadi sore, saya hanya ingin bilang alasan saya menerima perjodohan ini karena ini adalah bentuk pengabdian saya terhadap kedua orang tua saya" ucapnya tegas dan alasannya menyentuh hati ku


"tapi kita tidak saling kenal? bahkan belum pernah bertemu" jawab ku kaku


"saya percaya akan pilihan almarhum kedua orang tua saya melebihi percaya pada diri saya sendiri" ucapnya makin menyentuh hati saya


"bagaimana jika aku tidak mencintai mu di kemudian hari" tanya ku


"cinta itu dari allah, kita sebagai makhluknya hanya bisa berpasrah diri agar dapat di cintai dan mencintai dengan ikhlas" jawabnya tanpa sedikit keraguan, aku hanya bisa tertegun mendengar kata-kata rayhan pada ku kata-katanya indah tanpa ada sedikit keraguan di hatinya dan berhasil menyentuh relung hatiku sehingga aku tak tau harus berbicara apa


"hello, kayla masih di sana? tanya nya menyadarkan lamunanku


"iya.. iya masih" jawabku


"adakah yang ingin kamu tanyakan lagi pada saya" tanyanya


"tidak ada, "


"baiklah, kalau begitu saya tutup teleponnya dulu, assalamualaikum " ucapnya


"iya, waalaikum salam" jawab ku


kini aku semakin bimbang atas keputusan ku apakah yang harus aku pilih hati bunda atau hati ku? pertanyaan itu selalu terngiang di telinga ku membuatku semakin bingung.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2