
senyumnya semakin melebar diantara dua buah bibir nya yang kemerah-merahan, kini semakin jelas dengan terlihatnya barisan gigi putihnya yang berbaris rapi diiringi dengan senyum manisnya semakin menambah ke rupawanannya itu, hati ku sakit saat melihat kebahagiaan yang tak abadi itu
"tapi aku sudah di jodohkan dik" ucapku terbata
"bukan kah tadi kau bilang..? "
"hati ku memang menginginkan mu, tapi nurani ku tak bisa menyakiti bunda" ucapku memotong perkataan andika
"siapa orang itu? " tanya andika
"aku tidak tau, aku belum sempat bertemu dengannya"
"kamu menolak hati mu hanya untuk orang yang belum kau kenal? " tanya andika lagi
"mungkin ini takdirku dik, aku hanya bisa ikhlas menerimanya" ucap ku
"aku tidak bisa memaksa mu kay, tapi hati ini akan selalu menjadi milik mu" ucapnya dengan nada kekecewaan
"maafkan aku andika" ucap ku memohon
"aku terima keputusan mu asal kau yakin ini yang terbaik untuk mu" pintanya
"terimakasih karena sudah mendukung ku, aku hanya bisa berdoa semuga kamu mendapatkan orang yang bisa membahagiakan mu" ucap ku
__ADS_1
"tapi bisakah aku bertemu dengan orang yang merebut hatimu itu kay? " tanya andika
"lusa adalah pertunangan ku, kamu bisa datang untuk bertemu dengannya" ucap ku
"baiklah kay, walau sakit aku turut bahagia atas kebahagiaan mu" ucapnya dengan raut wajah yang tadinya ceria kini berubah jadi mendung
"maafkan aku dik, aku hanya ingin membahagiakan bunda " ucapku sedih
"sudahlah kay, cinta memang tak selamanya harus memiliki" ucapnya menyemangati ku walaupun aku tau hatinya juga hancur
***
semenjak kejadian semalam aku jadi tidak punya semangat untuk beraktivitas, apakah ini benar? apakah aku tidak salah memilih? pikirku dalam hati, kini bayangan andika selalu bersemayam di otak ku dan hatiku aku tidak bisa memungkiri kalau hatiku menginginkan dan masih berharap bisa hidup bersamanya selamanya.
"ya kay ada apa? " tanya ku
"ini ada kiriman buat kakak" ucapnya sambil memberikan paper bag berwarna coklat
"apa ini, dari siapa? " tanya ku
"buka aja kak, itu dari kak rayhan" ucapnya membuatku sedikit kaget, tak butuh waktu lama untuk mengetahui isinya, betapa kagumnya aku melihat gaun berwarna putih dengan sedikit kombinasi hitam di ujung bawah dan lengan nya membuat keindahannya semakin terlihat elegan
"wow.. keren" ucap kayra yang nampaknya juga mengagumi gaun itu
__ADS_1
"biasa saja " ucapku mengalihkan
"cieee.. cieee yang malu-malu, udah akui aja kalau ini adalah gaun yang indah" ucap kayra padaku karena mimang benar gaun itu sangat indah di pandang pasti harganya sangat mahal karena yang ku tau rayhan adalah pengusaha properti yang sukses
"apaan sih kamu kayra" ucapku sedikit jengkel
"kak ada suratnya juga ini" ucap kayra sambil mengambil kertas berwarna putih dengan motif hitam di ujung kertasnya
"mana" pintaku pada kayra
"ga boleh, biar aku yang bacain buat kakak" tolak kayra sambil menyembunyikan tangannya ke belakang
"kayra.. ayo kasih ke kakak" pinta ku sedikit memaksanya
"ga boleh" ucapnya ngeyel
"kay, dipanggil bunda tuh" ucapku berbohong untuk mengalihkan perhatian kayra dan benar saja dia sedikit lengah dan ku gunakan kesempatan itu untuk merebut sepucuk surat berwarna putih itu dan kini sudah berpindah pada ku
"kakak... " teriak kayra setelah mengetahui suratnya sudah beralih pada ku
"biarin.. " ucapku sambil menjulurkan lidah pertanda mengejeknya karena sudah tertipu olehku
"malas ah.. aku keluar aja nemenin bunda " ucapnya terlihat kesal dan aku tersenyum dengan penuh kemenangan
__ADS_1