keikhlasan cinta kayla

keikhlasan cinta kayla
sah


__ADS_3

"kay" ucap rayhan menyadarkan lamunanku


"yaaa" beo ku kaget seketika, aku masih malu menatapnya hingga tak sanggup mendongakkan kepalaku menghadapnya


"kenapa bengong? Kamu tidak nyaman menyuapi saya?" tanyanya " maaf kalau permintaan saya ketinggian, padahal saya ingin sekali kamu suapi biar nanti kalau udah nikah tidak canggung lagi" ucapnya lesu


"tidak kok, aku hanya malu" jawabku jujur dengan pipi yang mungkin sudah seperti tomat busuk


"tidak usah malu, saya calon imam mu, calon ayah dari anak-anak mu" ucapnya menggodaku,


'ya ampun sejak kapan kulkas dua pintu ini jadi cair' batinku


" mas ray boleh kay bertanya?" ucapku pelan karna malu masih menguasai 'ya mulai sekarang aku akan belajar memanggilnya mas (mas rayhan) kata bunda biar sopan sama calon suami, dan sekilas ku tatap wajah mas rayhan nampaknya dia bahagia dengan panggilan baruku oh allah betapa indahnya senyum pria yang katanya calon suami ku ini batin ku


"mau tanya apa? Tanggal kita nikah?" ucapnya dengan senyum menggoda, aku rasa mas rayhan mungkin gegar otak karna kecelakan kemarin, kemana sifat dinginnya kanapa jadi suka menggodaku kan jadi malu.


" ga kok mas, aku cuma mau tanya apakah mas ray serius mau melanjutkan perjodohan ini?" tanya ku serius

__ADS_1


aku hanya tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaannya oh allah kuatkan hatiku bila dia memang bukan untukku


"kay seandainya saya memintamu menikah dengan saya sekarang apakan kamu bersedia" ucapnya bertanya balik kepadaku


ku beranikan menatap matanya tak ada kebohongan di sana yang ada hanya keseriusan " saya menyayangi mu kayla dan akan selalu begitu" ucapnya lagi membuat hatiku bergetar oh allah apakah benar dia jodohku


"apakah mas rayhan serius?" tanya ku memastikan


"akan ku buktikan kalau saya serius dengan ijab qobul kayla salsabila ahmad calon istri muhammad rayhan maulana" ucapnya tegas membuat pipiku semakin merona karna salah tingkah


***


Sah...


Dan disinilah kami di rumahku tepatnya diruang tamu dengan keluargaku, mila, tante dinda dan beberapa tetangga yang menjadi saksi atas pernikahanku dan rayhan.


Setelah pembicaraan kami di rumah sakit kemarin mas rayhan memaksa untuk segera pulang agar bisa cepat menikahi ku, ku pikir dia hanya bercanda tetapi tadi malam dia datang ke rumahku dan meminta izin bunda untuk menikahi ku

__ADS_1


awalnya bunda menolak karna terlalu mendadak dan kondisi mas rayhan yang kurang memungkin kan tapi mas rayhan dengan segala caranya berhasil meluluhkan bunda.


ku langkahkan kaki ku menuruni anak tangga dengan mila dan kayra yang berada disamping kiri dan kananku " gila kay suami Lo ganteng banget sumpah" ucap mila menggodaku


"kakak ipar kayra memang tampan" tambah kayra semakin membuatku malu


aku berhenti dihadapan mas rayhan, kulihat dia tersenyum dan mengulurkan tangannya padaku


ku kecup tangan mas rayhan sebagai tanda hormatku padanya dan setelahnya kurasakan sentuhan bibir mas rayhan mengecup kening ku lama setelahnya dia menyentuh kepalaku dan mendoakan ku


aku tak sanggup lagi, air mataku jatuh tanpa permisi


bukan, ini bukan air mata kesedihan tapi ini air mata kebahagiaan


Oh allah jodohkan lah aku dan mas rayhan dunia akhirat doa ku dalam hati


"apakah buktiku sudah cukup kayla?" tanyanya berbisik menggodaku, sedang aku mulai berkaca-berkaca

__ADS_1


"sssttt, pengantin tidak boleh menangis" godanya lagi "nanti cantiknya hilang" membuatku malu seketika


Bersambung...


__ADS_2