keikhlasan cinta kayla

keikhlasan cinta kayla
di jodohkan


__ADS_3

pagi ini sangat cerah, secerah sinar mentari yang nampak bersinar terang tampa awan


"kay... sini duduk bersama bunda"


panggil bunda yang sedari tadi sedang sibuk dengan pekerjaannya merajut di teras depan rumah yang di lengkapi dengan pemandangan pagi yang indah dengan kicauan burung dan warna-warni bunga di depan rumah


"ya bun"jawabku sambil melangkah menghampiri kursi tempat bunda duduk


"kay, ada yang mau bunda sampaikan ke kamu bunda harap kamu bisa menerima ini" ucapnya serius sambil memegang erat kedua tangan ku


"ada apa bun? "tanya ku penasaran


bunda tidak pernah nampak seserius ini rasanya ada yang berbeda, dari raut wajah bunda aku bisa melihat kekhawatiran yang sedang menyelimuti pikirannya, ada apa ini hati ku terus bertanya dan menerka-nerka


"kamu ingat tante dinda? " tanyanya membuyarkan lamunan yang sedari tadi penasaran atas apa yang ingin di katakan bunda padaku


"ingat lah bun.. kan kemaren kita ketemu sama tante dinda"jawab ku lirih


"maksud tante dinda ketemu kita bukan hanya ingin melepas rindu kay, tapi juga dia ingin melaksanakan amanat dari almarhum ayah mu"


"amanat apa bun" tanya ku makin penasaran


"kamu di jodohkan"


deg


rasanya seperti mimpi, mana ada perjodohan di zaman yang sudah modern seperti saat ini, rasanya ini seperti mimpi. lagian aku sudah memiliki orang yang aku suka dan cintai

__ADS_1


"apa maksud bunda? bukan kah ayah sudah lama meninggal? dan kenapa baru sekarang? tanya ku semakin penasaran


"karena kamu waktu itu masih cukup muda untuk mengetahui hal seperti ini kay" jawabnya meyakinkan ku


"tapi bun?


aku tidak siap dan ini bukan keinginanku


bunda sudah tau seperti apa mauku


aku tidak suka hal seperti ini" jawab ku menolak kenyataan


"tapi kay, ini adalah permintaan ayah mu yang belum terlaksanakan bunda tidak ingin ayah mu bersedih di sana karena keinginannya tidak di wujudkan


apa kau mau ayahmu bersedih


apa kau mau orang yang sangat mencintai mu itu tidak bahagia di alamnya??tanyanya membuat hati ku sakit dan gelisah, ayah adalah orang yang paling menyayangi ku dia adalah malaikat ku, selalu menjaga ku dan melindungi ku, bagaimana mungkin aku menolak ke inginannya, bagaimana mungkin aku mementingkan egoku?


"kasih kayla waktu bun, kayla akan mempertimbangkan nya" pinta ku pada bunda


"baiklah kay, nanti bunda telfon tante dinda dulu agar tidak terlalu buru-buru" jawaban bunda melegakan perasaan ku walau sesaat


***


di jodohkan??


sejak kapan?

__ADS_1


dengan siapa?


pertanyaan itu selalu memenuhi otak ku


bodohnya aku kenapa aku tidak bertanya pada bunda dengan siapa aku di jodohkan? bagaimana mungkin aku bisa mempertimbangkan jika namanya saja aku tidak tau.


"bodoh, dasar bodoh"


ucapku memaki diriku sendiri,


dreeettt... dreeettt...


bunyi hp ku menghentikan aktivitasku yang sedari tadi sibuk memarahi diri sendiri, kalau kayra atau ibu mendengar atau melihat mungkin mereka akan mengira akau lagi stress, tak butuh waktu lama aku langsung mengangkat telfon yang berasal dari teman dekat ku siapa lagi kalau bukan mila


"hello, ada di mana kay" suara di ujung telfon yang terdengar cempreng dan bawel itu langsung menyakitkan telinga ku


"ada di rumah, kenapa mil? " tanya ku membalas pertanyaan mila


"ketemuan yuk, ada yang mau aku ceritakan" ajaknya semangat


"di mana? tanya ku, sepertinya ini waktu yang pas untuk curhat pada mila tentang rencana perjodohan ku yang tidak jelas itu


"kafe yang biasa kay, setengah jam lagi aku sampe" jawabnya


"kafe kita" eh bukan kafe ku dengan mila tapi memang namanya "kafe kita" aku dan mila selalu nongkrong di sana saat lagi bosan dan pengap dengan suasana rumah atau kampus


"ok, siap-siap dulu ya mil, bayy"ucapku mengakhiri panggilan

__ADS_1


bersambung...


hay kakak-kakak atau adik-adik yg udah baca cerita ku ini jangan lupa kasih komen dan saran agar aku bisa terus update keikhlasan cinta dari seorang kayla salsabila ahmad😊


__ADS_2