
Dalam bisingnya suara mesin serta ramainya suara anak-anak jalanan yang sedang berlarian di trotoar karena kepanasan, diam-diam kami saling curi pandang satu sama lain namun meskipun begitu kami masih enggan untuk saling bertukar sapa sacara aktif meski senyum di wajah masing-masing tak pernah pudar,
"ikut saya sebentar" ucap rayhan membuka percakapan
"kemana? " tanya ku lirih
"suatu tempat yang indah" ucap rayhan sambil tersenyum kecil
"baik lah " ucap ku kesal karena penasaran, sedang rayhan masih tersenyum mengejek ku sebenarnya dia tahu kalau aku penasaran, mungkin dia sengaja merahasiakannya dari ku,
selang beberapa menit kami sudah sampai di tempat rayhan mengajak ku untuk mampir
"ayo masuk" ajak rayhan sambil melangkah mendahului ku dan aku hanya mengikutinya dari belakang,
ternyata rayhan tidak salah ini tempat yang sangat indah bahkan mungkin lebih dari kata-kata indah karena semua macam-macam tanaman bunga ada di sini, ya! rayhan mengajakku ke kebun bunga, entahlah aku juga baru tau kalau rayhan pencinta tanaman
"kamu suka bunga" tanya rayhan pada ku
"suka" jawab ku lirih
"bunga apa? " tanyanya lagi
"aku suka semua keindahan, tidak ada pilih kasih" ucap ku
"kalau kamu suka bunga apa? " tanya ku balik
__ADS_1
"mawar putih" jawab rayhan
"kenapa mawar putih? " tanya ku penasaran, karena masih segar di ingatanku waktu hari pertunangan semua dekorasinya menggunakan warna putih, serta kandang moci yang di belinya juga berwarna putih,
"karena saya suka dengan semua hal yang berwarna putih" jawab rayhan lagi
"kenapa putih? " tanya ku lagi makin penasaran
"putih itu suci, bersih, dan murni aku ingin menjadi sepertinya" ucap rayhan
"apakah kamu suka mawar putih? " tanyanya lagi sambil memberikan setangkai mawar putih padaku
"suka" jawabku sambil menerima mawar pemberian rayhan
"siang pak, buk" ucap salah satu pekerja yang sedang bertugas pada kami
"ada yang bisa kami bantu? " tanya pekerja kebun itu pada kami
"saya mau mawar putih" ucap rayhan
"silahkan tunggu dulu sebentar pak, saya ambilkan dulu bunganya" ucap pekerja itu lalu pergi meninggalkan kami dan tak lama kemudian pegawai itu datang dengan pot di tangannya yang berisi tanaman mawar putih yang rayhan pesan tadi
"ini pak bunganya" ucap pekerja itu sambil menyodorkan pot yang di pegangnya
"terimakasih" ucap rayan sambil memberikan uang kepada pekerja itu
__ADS_1
"sama-sama pak, ditunggu kunjungan nya kembali" ucap pekerja itu ramah
aku dan rayhan melangkah meninggalkan kebun bunga dan melanjutkan perjalanan kami yang tertunda tadi
"sudah makan? " tanya rayhan
"belum" jawab ku jujur
"mau makan dulu" tanya nya lagi
"nanti makan di rumah, nemenin bunda"
"baiklah" ucap rayhan sambil melajukan mobilnya
***
hari sudah semakin gelap, sinar mentari pelan-pelan sudah mulai meninggalkan peraduannya,
"bun, kayla mandi dulu ya" pamit ku pada bunda
"ya sudah sana, jangan lupa nanti berjemaah bareng" ucap bunda mengingatkan, rasanya sudah lama aku tidak sholat bareng dengan bunda dan kayra, mungkin bunda rindu sholat berjemaah bareng aku dan kayra apa lagi tadi siang rayhan mengajak aku dan bunda untuk sholat ashar berjemaah,
"iya bun" ucap ku
"sekalian bilang kayra juga" perintah bunda
__ADS_1
"siap bos" jawabku lalu melangkah masuk kedalam kamar.
bersambung...