keikhlasan cinta kayla

keikhlasan cinta kayla
Telefon


__ADS_3

"nampaknya matahari mulai mendung" ucap kayra sambil memandangi langit


"mungkin akan turun hujan" jawab ku lirih


jam sudah menunjukkan pukul 11 siang saat aku dan kayra sampai di rumah,


namun bukannya panas dengan teriknya sinar matahari tapi langit tertutup oleh awan sehingga matahari pun tidak nampak sama sekali,


ku langkahkan kaki ku mengikuti kayra yang sudah terlebih dahulu berjalan di depanku memasuki rumah


"assalamualaikum, bun.. bunda" ucap kayra yang kemudian di susul oleh ku


"waalaikum salam"jawab bunda yang tiba-tiba muncul dari arah dapur, maklum jam segini biasanya bunda sibuk menyiapkan makan siang


"kalian sudah datang? " tanya bunda


"baru saja sampai bun" ucap ku sambil menciumi punggung tangan bunda yang sedikit kotor berbalur tepung, mungkin bunda sedang buat kue (pikir ku dalam hati)


"kayra ke kamar dulu ya bun, capek" pamit kayra setelah selesai mencium punggung tangan bunda


"kayla juga ya bun, mau mandi gerah" pamit ku juga lalu pergi menyusul kayra yang sudah terlebih dulu menaiki anak tangga,


sedang bunda hanya terlihat pasrah melihat kami berdua masuk kamar, sebenarnya aku tahu bunda pasti penasaran dengan pertemuan ku dan tante dinda namun aku memang sengaja tidak memberikan bunda kesempatan untuk bertanya tantang pertemuan tadi,


rasa lelah serta gerah membuatku ingin segera berendam di dalam air dengan aroma terapi yang menenangkan, namun belum sampai di depan pintu kamar mandi langkahku di hentikan oleh bunyi handphone yang berdering

__ADS_1


dreeettt...


RAYHAN


calling...


tulisan yang tertera di layar handphone,


(ada apakah?) setelah sekian lama kita bertunangan ini adalah telfon yang ke 3 darinya, ya memang sejauh itu jarak di antara kami meskipun sudah bertunangan namun seperti tidak saling mengenal apa lagi punya hubungan, kuraih hp ku yang sedari tadi sudah berbunyi itu


"assalamualaikum"terdengar suara rayhan dari ujung telfon


"waalaikum salam" jawab ku lirih


"apa kabar tunangan? " tanya rayhan


"alhamdulillah baik"


"syukurlah,


langsung saja kay, tujuan saya menelfon mu karena saya ingin bilang langsung kalau saya akan pergi ke surabaya dalam tiga minggu ke depan" ucap rayhan to the poin, karena memang setahu ku rayhan tidak suka ber basa-basi


"maaf kayla saya tidak bisa berpamitan secara langsung karena selain terburu-buru kita belum halal secara agama, jadi lebih baik saya menjaga jarak dari mu untuk menjaga kita terjauh dari fitnah" ucap nya lagi menjawab pertanyaan yang selama ini selalu muncul di benak ku yang tak pernah berani aku tanyakan padanya (yaitu kenapa dia jarang menemui bahkan menghubungi ku) ternyata ini alasannya, betapa namanya aku yang selama ini mengira bahwa rayhan tidak benar-benar serius bertunangan dengan ku,


"kay, kayla.. kamu masih di situ? " tanya rayhan memecahkan lamunan ku tentang dirinya

__ADS_1


"i... ya tidak apa-apa" jawab ku terbata


"apakah kamu kecewa? " tanya nya lagi


"maksud mu? " tanya ku heran


"kecewa karena aku tidak bisa berpamitan secara langsung" ucapnya


"ti.. dak.. " jawab ku berbohong karena sejujurnya aku memang kecewa atas sikapnya yang seperti tidak pernah perduli pada ku


"alhamdulillah" ucapnya lega


"bolehkah saya meminta satu hal dari mu? " tanya nya membuat ku penasaran


(apakah yang aku punya yang rayhan tidak punya sehingga ia meminta pada ku) tanya ku pada diriku sendiri


"a.. pa? " tanya ku gugup


"selalu baik-baik saja" ucapnya menyejukkan hati, aku pikir rayhan ingin meminta apa tapi ternyata perkiraan ku salah "jaga dirimu kay" ucapnya lagi


"insyaallah" jawab ku lirih


"baiklah, saya harus naik pesawat telfonnya saya tutup dulu" pamitnya


"assalamualaikum"

__ADS_1


"waalaikum salam" jawab ku sambil menutup telfon dari rayhan.


bersambung...


__ADS_2