
rasa penasaran ku kini kian memuncak ketika melihat keakraban antara tante dinda dengan pria di depan ku yang di sapa ray oleh tante dinda, rasanya ingin sekali aku bertanya pada mereka berdua tapi rasa malu yang ada pada diriku sepertinya lebih besar dari pada rasa ingin tahuku
"kay, kay... kamu udah kenal dengan ray" tanya tante dinda memecah lamunanku
"tidak tan, cuma waktu itu tidak sengaja bertabrakan waktu di restoran" ucapku jujur
"kenalin ini Reynold ponakan om mu kay" ucap tante
"oh," ucapku lega sambil mengelus dada, ternyata aku sudah salah sangka tadinya aku pikir pria itu adalah rayhan orang yang di jodohkan dengan ku
"saya Reynold" ucap pria itu sambil menjulurkan tangan nya padaku
"kayla" jawabku sambil menerima juluran tangan Reynold
"kay, reynold ini bekerja di sini sambil bantu tante ngurus restoran, oiya kalian ngobrol saja dulu tante tinggal sebentar ya" papar tante dinda padaku seraya beranjak pergi meninggalkan kami berdua di kursi pinggir kolam yang lumayan luas
"jadi kamu ponakan tante dinda yang nanti malam mau bertunangan dengan rayhan? " tanya pria di depanku itu
"iya, kamu kenal rayhan" tanya ku kaku
" tantu dia sahabat ku, kamu tidak akan menyesal menerimanya" ucapnya
"maksud mu? " tanya ku balik
"meskipun sikapnya dingin tetapi rayhan adalah orang yang sangat bertanggung jawab dan setia" paparnya
__ADS_1
"oh... aku belum tau dia seperti apa, bertemu saja aku belum pernah apa lagi mengetahui sifatnya" ucapku lesu
"tenang saja kay, kamu tidak usah khawatir tentang itu rayhan sudah tau tentang kamu bahkan dia sudah punya foto mu" beritahunya sambil tersenyum kecil
"foto? " tanyaku
"iya, beberapa waktu lalu rayhan cerita kalau dia menyukai mu saat pertama kali melihat fotomu" ucap Reynold sukses membuatku tersipu malu,
"dari mana dia dapat fotoku? " tanya ku
"rayhan tidak bilang kalau tentang itu, dia hanya bilang kalau dia mulai mengagumi mu" ucapnya lagi
"dia tidak bilang apa lagi? " tanyaku ingib tau
"tidak, kenapa? sepertinya kamu juga mulai tertarik dengan nya" ledek Reynold
tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat sudah sejam berlalu dari aku ngobrol dengan Reynold yang notabene nya baru ku kenal namun sudah akrab mungkin karena kami masih ada hubungan kekeluargaan sehingga aku bisa bebas bercerita dengan nya tampa ada rasa canggung yang berlebihan
"ray, aku pulang dulu ya..! takut bunda khawatir" ucapku
"mau aku antar? " tanyanya
"tidak usah aku bisa naik taxi" tolak ku
"baiklah, sampai jumpa nanti malam kayla" ucapnya
__ADS_1
"assalamualaikum" pamitku sambil mengambil kue yang di taruh di atas meja oleh tante dinda tadi
"waalaikum salam" jawabnya
***
tepat jam 11 aku sampai di rumah dan benar saja kulihat wajah bunda nampak cemas dan khawatir
"assalamualaikum bun" sapa ku sambil menciumi punggung tangan bunda
"waalaikum salam, kamu dari mana saja kay kok lama sekali? " tanya bunda
"tadi ngobrol dulu sama ponakan nya om toni bun" jawabku jujur
"maksud kamu raynold? " tanya bunda
"loh bunda udah kenal" jawabku balik bertanya
"kan waktu itu sempet ketemu di restoran tapi kamu ketoilet dan pas kamh balik dia pergi karena ada urusan" papar bunda
"oh... pantes waktu itu dia ada di restoran" ucapku
"kamu udah pernah ketemu sebelumnya kay? " tanya bunda
"ga bun, bunda masih ingat ga waktu kita ketemu tante dinda pertama kali aku kan nabrak orang nah raynold lah orang yang aku tabrak itu" jelasku panjang lebar pada bunda
__ADS_1
bersambung...