keikhlasan cinta kayla

keikhlasan cinta kayla
salting lagi


__ADS_3

hari semakin sore nampaknya kayra sudah mulai lelah karena sedari tadi tak ada habis-habisnya menggoda ku dengan rayhan, apa lagi mila yang juga selalu saja mengatakan hal-hal yang membuat ku malu dihadapan rayhan


"cieee pipi kak kay merah nih" ucap kayra sambil tertawa cekikikan


"bentar lagi masak tuh" jawab mila tak mau kalah sama kayra


sedang aku hanya bisa terdiam sambil berusaha menyembunyikan rasa malu yang saat ini sudah memenuhi wajahku


"nak ray, bunda pulang duluan yaa.. bentar lagi mau masuk magrib" ucap bunda pada rayhan


"loh bun kok pulang?" tanya kayra lesu


"iya bun, terimakasih karena sudah mau jengokin ray" ucap rayhan ramah


"kay, kamu disini saja temenin rayhan kasian dia sendirian" ucap bunda lagi


"tapi bun?" ucap ku dalam hati sambil menampilkan mimik memelas agar bunda tak menyuruhku menemani rayhan


"udah kamu disini saja" ucap bunda lagi seakan tahu maksud ku


"iya kay, mending kamu disini saja kapan lagi coba bisa berduan sama calon suami" ucap mila menyela

__ADS_1


"berduan sama si muka tembok yang ada" ucap ku sedikit berbisik pada mila


"ya udah deh aku pulang dulu ya bang, besok aku jengok abang lagi ok" ucap kayra sambil mengedipkan sebelah matanya pada rayhan, entah lah sejak kapan kayra bisa seakrab itu dengan rayhan padahal rayhan orangnya dingin, ah mungkin itu perasaan ku saja buktinya rayhan saat ngobrol dengan kayra dan mila tadi sepertinya dia tidak sedingin kelihatanya


"hati-hati ya dek" ucap rayhan pada kayra sambil tersenyum manis


"yang harus hati-hati itu abang bukan aku, soalnya abang aku tinggal bareng macan betina hahahaha..." ucap kayra sambil tertawa melihatku


"awas aja kamu ra di rumah aku sikat nanti" batinku sambil mengepalkan tangan


"kamu ini ra ga habis-habisnya menggoda kakak mu" ucap bunda sambil menggelengkan kepala


"benar tuh ray apa kata kayra, kamu harus hati-hati sama kayla" tambah mila


"ya udah bunda pamit dulu ya nak rayhan, kamu kalau perlu sesuatu kamu bilang sama kayla " ucap bunda dan diangguki oleh rayhan


***


sejak kepergian bunda dan kayra tak lama setelah itu juga disusul oleh mila yang katanya masih ada keperluan sehingga tidak bisa menemani ku di rumah sakit, suasana mulai hening tidak seramai tadi pas ada bunda, kayra dan mila


tak ada sepatah katapun dari kami, sesekali pandangan kami saling bertemu dan itu berulang ber kali-kali membuatku semakin tak nyaman dengan keadaan ini sampai ketika rayhan membuka percakapan antar kami

__ADS_1


"kamu sudah makan?" tanyanya pada ku


"sudah" jawab ku


"saya lapar" ucapnya lagi


"oh" jawab ku kikuk


"mau bantu saya?" tanya nya lagi


"apa?" jawabku balik bertanya


"suapin" ucapnya membuatku salah tingkah


"kalau tidak mau tidak apa-apa saya panggil suster saja" ucapnya lagi seketika membuat hatiku sakit, perasaan apa ini? apakah aku cemburu kalau rayhan disuapin suster? ah mana mungkin?" tanya ku dalam hati


"biar saya saja" ucap ku sambil melangkah pada meja di samping rayhan yang diatasnya sudah tersaji bubur sumsum yang tadi rayhan pesan khusus pada suster


tanganku mulai kaku, ini baru pertama kalinya aku menyuapi laki-laki dan itupun calon suami ku yang baru ku kenal secara dadakan


"kenapa?" tanya rayhan membuyarkan pikiran ku yang sedari tadi entah kemana arahnya

__ADS_1


"tidak apa-apa" jawab ku sambil menundukkan pandangan ku karena aku takut jika menatapnya maka aku tidak akan bisa menyembunyikan rasa malu ku


bersambung....


__ADS_2