keikhlasan cinta kayla

keikhlasan cinta kayla
semanis madu


__ADS_3

diam saat ini adalah pilihan terbaik karena baik aku dan rayhan sepertinya sama-sama lebih mementingkan ego masing-masing


tiba-tiba mobil yang kita tumpangi mengerem mendadak membuatku kaget seketika


"kamu baik-baik saja" tanya pria di sampingku khawatir


"iya, tidak apa-apa"jawab ku sambil mengelus dada lega


"kenapa"tanya ku heran


"ada anak kucing" jawabnya sambil membuka pintu mobil lalu di ikuti oleh ku


ternyata kami hampir saja menabrak anak kucing yang sedang berlarian di jalanan


"lucu" ucap rayhan sambil mengendong anak kucing itu


bagaimana mungkin seorang rayhan laki-laki yang kaku dan dingin itu bisa se perduli itu pada hewan dan itu terlihat sangat manis menurutku


"kenapa"tanya nya melihat ekspresiku


"manis" jawabku


"huh? " ucapnya heran


"kucingnya manis" ucap ku lagi mengalihkan pembicaraan


"oh" ucapnya dingin


"mau di apakan kucing ini? " tanya ku lagi


"di rawat" jawab nya tenang

__ADS_1


"kamu suka kucing? "


"tidak"


"lalu? "


"kasihan" ucapnya semakin dingin padaku namun penuh perhatian pada kucing berwarna orange yang kini di gendongnya itu


"kelihatannya terluka" ucapnya membuat ku risau


"mana coba ku lihat" pinta ku sambil memeriksa kucing yang sedang di gendong rayhan,


"kakinya terluka" ucap ku


"tunggu" perintah rayhan sambil berlari ke arah mobil mengambil kotak P3K dan berjalan menghampiri ku


"mana biar saya obati" pintanya sambil mengambil kucing dari gendongan ku dan kemudian membersihkan lukanya, memberikan obat merah lalu di perbannya luka kucing itu,


"maksudnya? " tanya nya lagi


"kucingnya manis" ucapku mengelak,


untung rayhan tidak sadar kalau aku memuji dirinya bukan kucing yang di gendongnya


"boleh aku kasih nama? " tanya ku sambil mengelus kepala kucing orange tersebut


"mau di kasih nama siapa" tanya nya


"emm gimana kalau moci? sepertinya cocok selain lucu juga gemesin sama seperti kucingnya " ucapku


"moci? " tanya nya lagi

__ADS_1


"yep" ucapku senang


"mulai sekarang aku panggil kamu moci" ucapku sambil mengambil kucing itu membuat rayhan tersenyum dan itu terlihat sangat manis membuat hati ku damai seketika


"perasaan apa ini? " (tanya ku dalam hati)


"ayo" ajak rayhan sambil melangkah menuju mobil dan aku hanya mengekorinya dari arah belakang


"mau kemana sekarang? " tanya ku memecah keheningan


"ke mall"


"mau ngapain " tanya ku lagi


"membeli kandang nya moci" ucapnya membuat ku bahagia atas perhatiannya pada kucing


kami kembali terdiam sepanjang perjalanan menuju mall dan kini mobil yang kami naiki sudah terparkir di depan salah satu mall terbesar di jakarta


"ayo" ajaknya sambil membukakan pintu mobilku


aku hanya bisa mengangguk dan turun dari dalam mobil lalu mengikuti langkahnya dari arah belakang


kami berjalan menyusuri isi mall sampai pada akhinya sampai di toko perlengkapan hewan


"ini bagus" ucap rayhan sambil menunjukkan kandang berwarna putih dengan sedikit kombinasi abu-abu di area pintunya


"iya" ucap ku menyetujui pilihan rayhan karena memang benar, pilihan nya memang cocok dengan kucing berwarna orange yang tadi baru ku beri nama moci itu


"kamu suka?" tanya rayhan pada ku membuatku merasa di pentingkan


"suka" jawabku jujur, sepertinya selera warna kami sama itu terbukti dari kecocokan kami dengan warna kandang yang kami beli untuk moci kucing orange yang baru kami ambil dari jalanan.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2