
malam semakin sunyi dengan kesepiannya tak ada cahaya rembulan yang tampak hanya terlihat beberapa bintang yang sedikit menerangi gelapnya.
dan kini rindu sudah benar-benar ada di puncaknya namun tak jua pemilik rindu itu datang mengobatinya, haruskah aku mengalah untuk bisa melepas rindu ini?
"rayhan tak bisakah kau beri aku kepastian agar aku bisa tersenyum menjalani hari ku yang mendung ini? "
lelah sudah aku begini menunggu hal yang tak pernah pasti
dia tak mencintai ku dia hanya menjalankan amanah orang tuanya, apakah aku yang terlalu berharap agar dia menerima ku bukan dengan alasan tapi kerena cinta atau aku yang terlalu berlebihan menanggapi perasaan ini yang belum pasti itu cinta tapi hanya sekedar rasa kagum yang berlebihan.
jika memang ini hanya rasa kagum ku terhadapnya maka cukupkan lah hubungan ini sampai di sini tuhan..
karena aku tak mau merindu pada orang yang tak bisa membalas rindu itu.
namun sebelum itu aku ingin tahu benarkah rasa ini adalah cinta atau bukan? bisakah aku menahan rasa sakit saat melihatnya masih memikirkan wanita lain? karena sangat jelas saat rayhan bertemu adila hanya cinta dan kerinduan yang tampak di rona matanya yang tajam, mungkin kah secepat itu aku bisa menggantikan adila dari hatinya yang sudah terlebih dulu menempati relung hati dan hari-harinya,
__ADS_1
memang benar rayhan belum menceritakan tentang adila namun dari pandangan nya saja sudah jelas terlihat kalau ada cinta yang pernah tumbuh diantara mereka berdua
"bintang maukah kau sampaikan rinduku yang tak bertepi ini, angin tolong bawa terbang gelisah ini jauh dari hatiku, sunyi tolong simpan rasa ini hingga waktu tak kan lagi bersama ku".
***
"selamat pagi" ucap kayra yang sudah rapi dengan seragam putih abu-abunya,
"sudah mau berangkat kamu dek, ini masih terlalu pagi" tanya ku
"hati-hati kay" ucap bunda sambil mengulurkan tangan nya pada kayra
"siap bun, assalamualaikum" ucap kayra lalu pergi meninggal kan ku dengan bunda di meja makan membuat suasana menjadi hening untuk sesaat
"bun kayla hari ini mau ketemu mila" ucap ku lirih
__ADS_1
"loh bukannya kamu ada kuliah ya? kenapa tidak ketemu di kampus? tanya bunda
"ga bun, hari ini tidak ada jadwal kuliah"
"kenapa mila tidak kesini saja, bunda sudah kangen sama anak yang satu itu"
"sekalian jalan bun, buat ngilangin rasa sumpek"
"ya sudah, habiskan makanan mu nanti keburu dingin"
"iya" ucap ku sambil melanjutkan kegiatan sarapanku yang sempat tertunda
jam menunjukkan pukul 09:54 saat mila menelfon ku dan mengatakan bahwa ia akan menunggu ku di restoran di tempat kami sudah janjian karena arah kita yang berbeda jadi dia tidak bisa menjemput,
setelah selesai bersiap dan berpamitan pada bunda langsung ku langkahkan kaki ku menaiki taxi yang sudah dari tadi menungguku di depan rumah itu, dan tak butuh lama untuk sampai di restoran tempat ku dan mila akan bertemu karena jarak nya yang lumayan dekat dari rumah, setibanya di restoran sudah nampak jelas mila yang sudah asik dengan segelas es cappucino kesukaannya dan tangan satunya sibuk mengutak-atik handphonenya itu.
__ADS_1
bersambung....