
suasana semakin ramai dengan suara para tamu yang kian berdatangan meskipun hanya melibatkan keluarga dan teman dekat namun acaranya sangat meriah dan elegan itu sudah jelas terlihat dari bagaimana dekorasi dan pelayanan yang di lakukan oleh beberapa karyawan hotel, sepertinya rayhan adalah sosok yang murah hati sampai acara yang undangan nya tidak sampek 30 orang itu sebesar dan semegah ini (batin ku dalam hati)
"kayla terimakasih karena kamu sudah bersedia menjadi tunangan ku" ucap rayhan
"itu sudah kewajiban ku berbakti kepada orang tua" jawab ku lirih
"assalamualaikum" suara pria yang tak asing lagi ku dengar tiba-tiba berdiri di depan ku dan menyapa ku, siapa lagi kalau bukan andika triyoga saputra laki-laki yang tempo hari melamar ku dan ku tolak hanya karena pria ber jaz putih yang kini berdiri di samping ku
"waalaikum salam" jawab aku dan rayhan kompak seperti sepasang anak kembar dan itu sukses membuat pipi ku seperti udang rebus karena malu
"kalian pasangan yang kompak" ucap andika membuatku salah tingkah, apa maksud andika bilang seperti itu bukan kah dia tau kalau aku dan rayhan belum pernah bertemu (tanya ku dalam hati)
"jodoh mungkin" ucap rayhan semakin membuatku salah tingkah
"andika" ucap andika sambil menjulurkan tangan nya pada rayhan
"muhammad rayhan" jawab rayhan sambil menjabat tangan andika sambil pergi mengajak andika duduk di salah satu kursi kosong yang tak jauh di depan ku
__ADS_1
aku hanya bisa terdiam mematung melihat dua pria yang kini sedang asik mengobrol di depan ku, namun diam-diam aku memerhatikan keduanya dan kini aku benar-benar dilema karena mereka berdua, yang satu pilihan hati ku dan yang satu pilihan orang tua ku,
"kay" panggil mila membuat ku kaget
"kamu mil" ucap ku lega
"maaf kay, aku sedikit telat tadi ada urusan, kamu kenapa? " tanya mila
"lihatlah mereka"ucap ku pada mila sambil menunjuk keberadaan andika dan rayhan yang sedang mengobrol
"andika? tapi dia sama siapa? " tanya mila balik
"what? rayhan? kok ganteng banget sih? " ucap mila membuatku ilfil
"huh" ucap ku kesal
"sorry, sorry kay aku keceplosan, tapi kok bisa mereka berdua akrab seperti itu" tanya mila
__ADS_1
"entah lah, aku juga bingung padahal baru saja mereka berkenalan " ucap ku lesu, bagaimana mungkin aku bisa menghadapi kenyataan kalau orang yang ku cintai bisa se akrab itu dengan orang yang bakal jadi masa depan ku, apakah hatiku tidak akan sakit melihatnya? tanya ku pada diriku sendiri
"bagus donk mereka akrab, itu tandanya andika sudah merelakan mu dengan rayhan" ucap mila menenangkan ku
"aku pun berharap begitu" ucap ku lirih
***
jam sudah menunjukkan pukul 21:00 dan kini acara intinya akan di mulai yaitu pertunangan ku dengan rayhan,
laki-laki yang tadinya sibuk dengan para tamunya itu kini sedang berjalan mendekat menghampiri ku, tidak tau kenapa semakin langkah nya mendekat hati ku rasanya gemetar entah perasaan apa ini aku tidak mencintainya tapi baru kali ini aku merasakan hal sepeti ini bahkan saat bersama andika hati ku tidak pernah merasa seperti ini
"maaf karena meninggalkan mu" bisik andika di telinga ku
"ti.. dak apa- apa" ucap ku kaku
"ini waktunya" ucapnya lagi sukses membuatku deg degan....
__ADS_1
bersambung...