keikhlasan cinta kayla

keikhlasan cinta kayla
benar-benar berpisah


__ADS_3

deg...


hatiku langsung perih mendengar kata perpisahan dari tante dinda.


apakah semua ini? apakah aku dan rayhan akan benar-benar berpisah bahkan sebelum kami memulai nya.


(aku benci kata perpisahan karena selain menyisakan rasa sakit juga sulit untuk di sembuhkan) apakah aku tidak berhak bahagia walau hanya sebentar? baru kemaren aku merasa bahagia karena lelaki yang aku sukai juga menyukai ku tetapi seketika aku harus rela melepasnya demi orang amanah orang tua ku, dan sekarang ketika hatiku sudah mulai menerima rayhan aku juga harus rela melupakannya (tanya ku dalam hati?)


tak terasa air mata ku mulai mengalir membasahi pipi, entah kenapa aku bisa sampai terbawa perasaan seperti sekarang ini, dulu waktu aku merelakan andika sepertinya tidak sampai mengeluarkan air mata, apakah aku benar-benar mulai mencintai rayhan? mungkinkah ini benih cinta? tanya ku pada diriku sendiri.


"kay, kayla! kamu tidak apa-apa kan? " tanya tante dinda mengagetkan lamunan ku


"ti.. dak ada apa-apa tan? " ucap ku terbata sambil menghapus air mata yang sudah terlanjur mengalir


"kamu tidak usah sedih kay, rayhan hanya pergi sebentar tidak akan lama" ucap tante dinda membuatku penasaran


"maksud tante?" tanya ku penasaran


"rayhan hanya tidak bisa mengurus keperluan pernikahan bukan tidak bisa menghadiri pernikahan" ucap tante dinda meledek ku, sepertinya dia tahu kalau aku menangisi rayhan karena salah faham

__ADS_1


"kayla tidak mengerti tan? " tanya ku lagi


"rayhan malam ini mau berangkat ke surabaya untuk mengurus kepindahannya dan perusahaan nya yang masih ada di sana" ucap tante dinda memperjelas semuanya


"tapi kenapa tante bilang berpisah? " tanya ku masih penasaran


"itu karena kalian tidak akan bertemu sampai kalian akan melangsungkan ijab qobul, kalau kata orang tua di pingit" jelas tante dinda


"kakak kenapa? " tanya kayra yang tiba -tiba sudah berdiri tegap di sampingku dengan raut muka keheranan


"takut di tinggal" ucap tante dinda meledek ku lagi


"aku masih disini kok kak" jawab kayra kepedean sambil tersenyum kecil


dan itu sukses membuatku dan tante dinda tertawa kecil


"sudah pesannya? " tanya ku pada kayra


"sudah" ucap kayra sambil menarik kursi untuk didudukinya

__ADS_1


"ya uda tante tinggal kedalam dulu ya! " ucap tante dinda pada ku dan kayra


lalu beranjak meninggalkan kursinya menuju keruangan kerjanya, mungkin dia ingin melanjutkan pekerjaannya yang sudah tertunda karena aku sudah cukup lama menyita waktunya tadi,


10 menit berlalu sejak kayra selesai memasang menu secara langsung pada koki tante dinda dan kini pesanannya pun sudah tersaji rapi di depan kami dengan aroma yang sangat menggoda membuat mata yang melihat ingin segera menyantapnya dengan lahap


"kamu pesan ini semua ra? " tanya ku pada kayra heran karena makanan yang di pesannya terlalu banyak untuk kami habiskan berdua


"iya, kayra lapar kak? " ucap kayra arogan


"yakin kamu mau habisin semua ini? " tanya ku lagi memastikan


"yakin kak, kakak banyak tanya deh kayra udah keroncongan nih" ucap kayra sambil bersiap dengan sendok dan garpunya


"ya udah pimpin doa gih? " ucap ku pada kayra dan di ikuti dengan baik oleh kayra,


***


hari sudah semakin terik saat aku dan kayra melangkahkan kaki meninggalkan restoran tante dinda dan kini kami sudah duduk dengan nyaman di dalam taxi berwarna biru langit yang tadi aku pesan itu.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2