
Suasana yang tadinya ramai seperti pasar tiba- tiba menjadi hening, kini semua orang benar-benar memusatkan perhatiannya pada ku dan rayhan yang berdiri di tengah-tengah para tamu yang hadir
"kamu sudah siap" bisik mila yang kali berperan menjadi MC dadakan
"i... ya " ucap ku ter bata-bata karena gugup
*untuk mempercepat waktu bagaimana kalau kita langsung pada acara inti" ucap mila lugas dan di iringi tepuk tangan yang meriah oleh orang- orang yang ada dalam ruangan tempat ku kini berdiri, " pada malam yang indah ini sahabat saya yaitu kayla salsabila ahmad akan melangsungkan pertunangan dengan muhammad rayhan maulana, kepada kedua insan tersebut silahkan untuk saling memasangkan cincin " ucap mila lagi
seorang pelayan dengan setelah jaz hitam melangkah menuju tempat ku dan rayhan berdiri dengan membawa kotak berwarna putih di tangannya, betapa kagumnya aku melihat isi dari kotak putih itu *sepasang cincin berwarna perak dengan bermatakan berlian yang sangat indah* (pasti harganya sangat mahal) ucap ku dalam hati,
bukan hanya aku yang kagum nampaknya semua yang ada di sana juga merasakan hal yang sama dengan ku merasa kagum dengan keindahan cincin itu, apa lagi saat kulihat ke arah bunda terlihat jelas di matanya bahwa ia sangat bahagia namun aku juga tidak bisa memungkiri bahwa tidak semua orang yang ada di ruangan ini bahagia atas pertunangan ku termasuk aku sendiri, aku hanya bisa memandang laki-laki yang nampak suram namun tetap memperlihatkan senyum yang menurutku tidak ikhlas, siapa lagi kalau bukan andika, laki-laki yang aku cintai dan mencintai ku kini harus rela melihatku terikat dengan orang lain
__ADS_1
aku tidak bisa melihatnya bersedih namun aku juga tidak bisa bersamanya.
"muhammad rayhan maulana silahkan pasangkan cincin itu ke jari manis kayla" ucap mila pada rayhan
rayhan mengambil cincin itu lalu memandangku lekat dan mengisyaratkan agar aku menjulurkan tangan kir ku, aku hanya bisa menundukkan pandangan ku karena merasa gugup saat rayhan memandang ku, ku julurkan tangan kiri ku lalu rayhan meraihnya dan memasukkan cincin perak itu tapat di jari manis ku dan itu sukses membuat tamu yang hadir bertepuk tangan
"kayla salsabila ahmad sekarang giliran mu untuk memasangkan cincin ke jari manisnya rayhan " ucap mila membuat ku deg degan, aku hanya terdiam melihat ke arah bunda dia menganggukkan kepalanya pertanda bahwa ia menyetujui aku melakukan hal yang sama seperti yang rayhan lakukan barusan, ku ambil cincin yang tersisa dalam kotak berwarna putih itu lalu rayhan dengan sigap menganjurkan jari manisnya pada ku, aku meraih tangannya dengan sedikit kaku karena ini baru pertama kalinya aku bersentuhan dengannya, namun tak bisa ku pungkiri ada sesuatu yang anih saat aku menyentuh tangan rayhan yang belum aku rasakan sebelumnya apa mungkin karena aku gugup aku juga tidak tau.
"selamat untuk kalian berdua yang sekarang sudah resmi bertunangan " ucap mila membuat mereka yang hadir bertepuk tangan sekali lagi dan satu persatu mengucapkan selamat pada ku dan rayhan
"selamat ya sayang" ucap tante dinda
__ADS_1
sambil mencium kening ku
"selamat ya ray" ucap nya lagi pada rayhan yang berdiri di sampingku dengan senyum di wajahnya yang membuatnya terlihat sangat mempesona
"makasih tan" ucap rayhan pada tante dinda
"selamat ya kay" ucap bunda sambil meneteskan air matanya mungkin karena terlalu bahagia sampai ia menangis " anak bunda sudah besar" ucapnya lagi lalu memelukku erat di susul oleh kayra yang juga memelukku dan bunda sehingga kami jadi pusat perhatian
rayhan nampak terharu melihat kami bertiga berpelukan, air matanya nampak mau jatuh tapi buru- buru di usap dengan telunjuknya, tak ingin membuat suasana semakin sedih ku lepaskan pelukan bunda dan kayra lalu ku usap air mata mereka yang sudah terlanjur mengalir membasahi pipinya
"kayla sayang bunda dan kayra" ucap ku menenangkan mereka berdua yang di sambut dengan senyuman oleh mereka berdua.
__ADS_1
bersambung....