
episode kali ini author mau cerita dari sudut pandang rayhan ya Gayus
*tahukah kamu?
jika kamu mau tau siapa yang bertanggung jawab atas rindu ini?, maka jawabannya adalah kamu dan akan selalu kamu " kayla salsa bila ahmad"*
saya mencintai mu dari hati bukan dari mata, bahkan sebelum saya benar-benar mengenal mu,
mungkin kamu merasa bahwa saya tidak pernah memperhatikan mu, mengingat mu bahkan menyukaimu, karena kediaman saya selama ini.
namun tahukah kamu? diamnya saya adalah taming untuk menyembunyikan rasa rindu saya terhadap kamu kayla, hati saya resah memikirkan mu setiap hari namun harus bagaimana lagi? saya tidak ingin berbuat dosa dengan merindukan seseorang yang belum halal bagi saya,
kayla... saya pernah mencintai namun tidak sebesar cinta saya pada kamu, mungkin kamu memang bukan yang pertama di hati tapi percayalah kamu akan selalu menjadi yang terakhir karena tidak akan ada tempat lagi selain dirimu dan akan selamanya begitu,
dan jika kamu tanyakan sebesar apakah saya mencintai mu? maka jawaban nya lebih besar dari pada cinta saya kepada diri saya sendiri
kebahagiaan mu akan selalu ada di atas kebahagian saya sendiri,
mungkin kita jarang berkomunikasi entah itu langsung ataupun tidak langsung, namun tahukah kamu kayla itu membuat hati saya sakit saat kita bersama namun tidak ada kata yang terucap diantara kita dan tahukah kamu kalau saya ingin menghabiskan hari hanya demi mendengar ceritamu namun itu semua tak pernah berani saya ungkapkan tetapi hanya bisa saya simpan,
kayla.. saya tahu kamu belum mempunyai rasa yang sama dengan saya namun saya selalu berharap supaya allah juga menumbuhkan rasa yang sama di hati mu dengan saya dan sampai hari itu tiba saya rela menunggu mu meski dalam diam
"woy... melamun saja" terdengar suara yang sedikit bernada tinggi mengagetkan ku
"kamu ga? " ucap ku lirih pada angga yang tiba-tiba muncul membuyarkan lamunan ku
__ADS_1
"kenapa lagi kamu ray" tanya angga
"memikirkan masa depan"
"serius amat sih? santai mas bro"
"tidak selamanya hidup itu hanya tentang senang-senang, ada saatnya kita harus serius tentang masa depan kita" ucap ku serius
"maaf pak ustad" ucap angga bercanda
"sudah lah, tidak ada gunanya berbicara dengan mu" ucap ku sambil berlalu meninggalkan angga sendirian di balkon apartemen
"ye ngambek" ucap angga meledek ku
ku langkahkan kaki ku menuju kamar mandi, mungkin dengan sedikit berendam bisa mengurangi rasa rindu ku pada kayla agar aku tidak berbuat dosa dengan merindukan seorang yang belum sah untuk ku rindukan itu
detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari dan hari pun kini akan berganti bulan
tidak terasa pernikahan ku dengan kayla hanya tinggal menghitung hari,
sudah 2 minggu lebih aku tidak berjumpa dengan nya membuat hati ini resah ingin segera menghampirinya, melihat senyumnya dan mendekapnya namun apalah daya aku belum menjadi yang halal baginya aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan, memandangnya dengan diam-diam,
dreetttt...
dreetttt...
__ADS_1
tante dinda
calling....
"assalamualaikum" ucap tante dinda
"waalaikum salam"
"ray bagaimana kabar mu? "
"baik tan"
"kamu kapan balik ke sini? pernikahan mu sudah kurang 10 hari lagi"
"insyaallah 2 hari lagi tan"
"cepat kembali ray, kasihan kayla"
"insyaallah tan"
"baiklah ray, tante masih harus mengurus undangan pernikahan mu, tante tutup dulu telfonnya"
"iya tidak apa-apa tan, terimakasih sudah mengurus persiapan pernikahan saya"
"assalamualaikum"
__ADS_1
"waalaikum salam"
bersambung....