keikhlasan cinta kayla

keikhlasan cinta kayla
gelisah


__ADS_3

sehari sudah berlalu semenjak bunda menceritakan alasan kenapa ayah ingin aku menikah dengan rayhan orang yang belum aku kenal sama sekali, semenjak hari itu hati ku selalu gelisah, pikiran ku selalu tidak tenang, entah apa yang harus aku lakukan? membahagiakan diriku atau membahagiakan bunda ku? entah lah aku berada di jalan yang sangat rumit


"kay, kamu kenapa?" tanya mila yang sedari tadi memperhatikan ku dari kursi tempat dia duduk


"mil, bukan kah semua orang berhak bahagia? tanya ku membalas pertanyaan mila


"kay, setiap orang sudah punya jalan kebahagiaan nya masing-masing, itu semua tergantung kitanya yang mau ngejalanin nya, jika kamu mau ngejalanin hidup mu dengan menikmati dan mengikhlaskannya maka kamu akan merasa bahagia begitupun sebaliknya jika kamu menjalani hidupmu hanya dengan menyesalinya maka selamanya kamu akan merasa bersalah atas hidupmu sendiri kay" nasehat mila pada ku, entah dari mana dia belajar kata-kata bijak itu karena biasanya dia hanya bisa bercanda dan tidak pernah serius


"kamu benar mil, ini hidupku aku yang menentukan kebahagiaan atas hidup ku" ucap ku optimis


"terkadang kita memang harus memilih jalan mana yang akan membuat hidup kita bahagia kay, kamu beruntung karena banyak yang sayang pada mu" ucap mila bersedih aku tau kenapa dia nampak begitu sedih mungkin dia teringat akan papanya yang tak pernah memperhatikannya semenjak kepergian mamahnya 2 tahun lalu karena kanker yang dideritanya, aku sangat mengerti perasaan mila seperti apa pasti dia sangat merindukan kehangatan keluarganya yang seperti dulu di mana dia selalu di manja dan perhatikan tidak seperti sekarang bahkan untuk bertemu dengan papanya saja dia harus menunggu satu atau dua bulan karena kesibukan bisnisnya yang membuatnya jarang pulang dan lebih memilih tinggal di hotel


"sabar mil, aku ngerti kok perasaan mu" ucap ku sambil memeluk mila erat


"kay, jangan sia-siakan hidup mu pilih yang terbaik dia antara yang terbaik" ucap mila dalam pelukan ku


"pasti mil" ucap ku tegas sambil meneteskan beberapa butir air mata

__ADS_1


***


waktu pun berlalu 4 hari lagi adalah waktu yang di tentukan oleh bunda dan tante dinda untuk melaksanakan pertunangan ku dengan rayhan, tapi meskipun begitu bunda masih menunggu persetujuan ku tentang pertunangan ini


dreeettt.. dreeett...


dering hp ku berbunyi yang tak lain panggilan itu dari andika


"assalamualaikum kay, bisakah kita bertemu besok di kafe" pintanya


"waalaikum salam, insyaallah akan aku usahakan" jawab ku


"insyaallah"


"assalamualaikum, kay" pamitnya


"waalaikum salam"

__ADS_1


ini waktu yang tepat kay kamu harus memutuskan semuanya secepatnya agar tidak ada lagi beban dalam hatimu, ucap ku dalam hati


"kak.. kakak" teriak kayra dari luar pintu kamarku


"ya kayra, ada apa?" sahutku


" di panggil bunda, buat makan malam" jawabnya


" iya, bentar lagi kakak nyusul kamu turun saja duluan" ucap ku


"ok" ucap kayra sambil melangkahkan kakinya menuruni anak tangga menuju ruang makan.


"hmmm.. baunya harum sekali bun" pujiku dari arah belakang meja yang di duduki bunda


"hemm.. kamu kalau sudah kayak gini pasti lagi bahagia kan kay? " tanya bunda sambil menarik kursi untuk ku duduki


"kayla hanya kangen masakan bunda" ucap ku mengalihkan perhatian

__ADS_1


"lah, bukannya kita tiap hari makan masakan bunda kak" ucap kayra yang membuatku sedikit malu dan menimbulkan tawa diantara bunda dan kayra.


bersambung....


__ADS_2